TEL AVIV, UBN NEWSROOM — Senin, 16 Rabiul Akhir 1448 H / 28 September 2026 M.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi sorotan atas rangkaian peringatan yang disebut telah diterima pemerintahnya sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Laporan terbaru menyebut kepala intelijen Mesir Abbas Kamel bahkan menelepon Netanyahu secara langsung hanya beberapa hari sebelum serangan untuk menyampaikan peringatan ketiga mengenai kemungkinan ledakan besar dari Gaza.
Informasi tersebut diungkap The Wall Street Journal pada Ahad, 28 September 2026, berdasarkan keterangan pejabat dari sebuah pemerintahan Arab dan sejumlah orang yang mengetahui persoalan tersebut. Menurut mereka, Mesir sebelumnya telah dua kali memperingatkan Israel sepanjang 2023 mengenai meningkatnya risiko serangan dari Gaza, tetapi peringatan itu tidak menghasilkan perubahan besar dalam kesiapan Israel.
PERINGATAN TERAKHIR SEBELUM 7 OKTOBER
Peringatan terakhir disebut disampaikan Kamel kepada Netanyahu pada awal Oktober 2023. Beberapa hari kemudian, Hamas melancarkan serangan besar-besaran dari Gaza pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan membawa sekitar 250 orang ke Gaza sebagai sandera. Serangan itu kemudian memicu perang panjang yang mengguncang Gaza dan kawasan Timur Tengah.
Kantor Netanyahu tidak memberikan tanggapan kepada The Wall Street Journal mengenai laporan telepon Kamel. Sebelumnya, kantor perdana menteri telah membantah adanya percakapan antara Netanyahu dan Kamel dalam beberapa bulan menjelang serangan 7 Oktober. Pemerintah Mesir juga belum memberikan konfirmasi publik mengenai rincian percakapan terbaru yang dilaporkan tersebut.
Peringatan dari Mesir bukan satu-satunya sinyal eksternal yang kini kembali diperiksa. The Wall Street Journal melaporkan Netanyahu juga menerima informasi mengenai kemungkinan operasi Hamas saat berbicara dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed pada September 2023. Namun, menurut sumber-sumber yang dikutip media tersebut, Netanyahu tidak terlihat meyakini bahwa ancaman itu akan berkembang menjadi serangan sebesar yang akhirnya terjadi.
Associated Press sebelumnya pada Selasa, 8 September 2026, melaporkan klaim bahwa Mohamed bin Zayed memperingatkan Netanyahu sekitar 10 hari sebelum serangan mengenai kemungkinan operasi besar yang dipimpin Hamas. Kantor Netanyahu membantah menerima peringatan semacam itu. Karena itu, keberadaan dan substansi percakapan tersebut tetap menjadi klaim yang diperdebatkan.
PERINGATAN PERTAMA SEJAK JUNI 2023
Menurut pejabat Arab yang dikutip The Wall Street Journal, tanda-tanda kegelisahan Mesir sebenarnya muncul beberapa bulan sebelum serangan. Pada Juni 2023, pejabat Mesir memperingatkan mitra mereka di Israel bahwa situasi Gaza semakin tidak stabil dan mendorong Israel kembali membuka jalur negosiasi dengan Hamas.
Peringatan kedua disebut datang pada September. Abbas Kamel terbang ke Israel dan menyampaikan bahwa kondisi di Gaza telah memburuk hingga berpotensi “meledak” dan menimbulkan konsekuensi lebih luas. Namun menurut sumber yang sama, pejabat Israel mengatakan mereka merasa situasi masih terkendali.
Peringatan kemudian meningkat menjadi komunikasi langsung kepada Netanyahu pada awal Oktober. Bahkan menurut salah satu pejabat Arab, Mesir terus mengirimkan peringatan hingga sekitar 48 jam sebelum serangan berlangsung. Detail waktu dan isi peringatan itu belum diverifikasi secara independen.
Namun keberadaan peringatan Mesir sebelum 7 Oktober bukan sepenuhnya informasi baru. Pada 11 Oktober 2023, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS saat itu, Michael McCaul, mengatakan setelah menerima pengarahan intelijen tertutup bahwa Mesir telah memperingatkan Israel sekitar tiga hari sebelum serangan bahwa peristiwa besar dapat terjadi.
“Kami tahu Mesir telah memperingatkan Israel tiga hari sebelumnya bahwa kejadian seperti ini bisa terjadi,” kata McCaul ketika itu. Ia juga mengatakan terdapat kegagalan intelijen yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
UEA JUGA DISEBUT KHAWATIR
Kekhawatiran juga disebut berkembang di Uni Emirat Arab. Menurut sumber Arab yang dikutip The Wall Street Journal, pejabat UEA melihat perubahan nada dan ancaman pemimpin Hamas di Gaza saat itu, Yahya Sinwar. Mereka juga mencermati peningkatan pertemuan antara Hamas dan Jihad Islam Palestina.
Informasi tersebut disebut turut dibagikan kepada Amerika Serikat. Namun, seperti peringatan Mesir, laporan yang diterima Israel tidak memberikan tanggal serangan atau gambaran rinci mengenai skala operasi yang akhirnya dilakukan Hamas.
Keterbatasan informasi itu menjadi penting karena membedakan peringatan strategis tentang meningkatnya risiko dari intelijen taktis yang dapat mengidentifikasi kapan, di mana, dan bagaimana serangan akan dimulai.
Masalah tersebut kini menjadi salah satu inti perdebatan di Israel: apakah pimpinan politik mengabaikan tanda bahaya yang cukup serius, atau apakah informasi yang tersedia memang terlalu umum sehingga tidak memungkinkan pemerintah memperkirakan serangan seperti 7 Oktober.
BLUEPRINT HAMAS SUDAH ADA DI ISRAEL
Kegagalan sebelum 7 Oktober juga tidak hanya berkaitan dengan peringatan negara lain. Investigasi dan laporan sejak 2023 menunjukkan lembaga keamanan Israel sendiri telah memiliki sejumlah tanda peringatan mengenai persiapan Hamas.
Pengamat militer perempuan yang ditempatkan di perbatasan Gaza sebelumnya melaporkan meningkatnya aktivitas latihan Hamas. Militer Israel juga diketahui memperoleh dokumen yang menggambarkan skenario serangan lintas perbatasan Hamas, tetapi rencana tersebut dianggap terlalu ambisius untuk benar-benar dilaksanakan.
Pada saat yang sama, Shin Bet dan militer Israel diketahui memiliki keterbatasan sumber intelijen manusia di Gaza. Para analis keamanan Israel kemudian mengidentifikasi persoalan yang lebih mendasar: asumsi bahwa Hamas berkepentingan mempertahankan stabilitas dan tidak akan mempertaruhkan kekuasaannya di Gaza dengan melancarkan perang skala besar.
Veteran intelijen Israel Nadav Pollak mengatakan persoalan itu memperlihatkan bahaya ketika sebuah lembaga terlalu yakin pada analisisnya sendiri.
“Saya kira kami terlalu jatuh cinta pada asumsi kami sendiri mengenai apa yang kami ketahui atau bagaimana kami memahami musuh,” kata Pollak sebagaimana dikutip The Wall Street Journal.
NETANYAHU SALAHKAN APARAT KEAMANAN
Netanyahu selama ini menolak kesimpulan bahwa dirinya secara pribadi mengabaikan peringatan yang dapat mencegah serangan. Ia menuding para kepala keamanan gagal memberinya informasi yang memadai mengenai serangan yang akan datang.
Netanyahu mengatakan apabila dirinya dibangunkan lebih awal pada pagi 7 Oktober, keputusan yang diambil pemerintah bisa berbeda. Para pendukungnya juga menuduh sebagian pejabat keamanan tidak menyampaikan seluruh informasi penting kepada perdana menteri.
Sebaliknya, sejumlah pejabat dan mantan pejabat keamanan menolak anggapan bahwa informasi penting sengaja disembunyikan dari Netanyahu. Perdebatan tersebut hingga kini belum diselesaikan melalui sebuah komisi penyelidikan independen yang diterima semua pihak.
Netanyahu menentang pembentukan komisi penyelidikan yang strukturnya ditentukan atau diawasi Mahkamah Agung Israel. Ia mengatakan lembaga tersebut tidak netral terhadap pemerintahannya. Sementara itu, dukungan publik terhadap investigasi independen tetap tinggi menurut sejumlah jajak pendapat yang dikutip media Israel dan internasional.
7 OKTOBER MASUK KAMPANYE PEMILU
Persoalan pertanggungjawaban atas serangan 7 Oktober kini kembali mencuat karena Israel akan menggelar pemilu nasional pada 27 Oktober 2026. Reuters pada Ahad, 12 Juli 2026, mengonfirmasi tanggal tersebut sebagai pemilu nasional pertama Israel sejak serangan Hamas 2023 dan perang-perang yang menyusulnya.
Netanyahu berupaya mempertahankan kekuasaan setelah total puluhan tahun mendominasi politik Israel dalam sejumlah periode jabatan. Namun isu keamanan, penanganan serangan 7 Oktober, perang Gaza, konflik dengan Iran dan Lebanon, serta perpecahan di antara partai-partai kanan kini menjadi bagian penting dalam kampanye.
Mantan kepala staf militer Gadi Eisenkot, salah satu tokoh oposisi utama, menuduh Netanyahu menghindari pertanggungjawaban atas kegagalan menjelang 7 Oktober. Ia juga menggunakan rangkaian laporan mengenai peringatan dari aparat keamanan dan pemerintah asing sebagai dasar kritik politik terhadap perdana menteri.
Tuduhan Eisenkot tetap merupakan posisi politik seorang kandidat oposisi, bukan kesimpulan hasil penyelidikan independen. Netanyahu dan sekutunya menolak tuduhan bahwa perdana menteri bertanggung jawab langsung atas kegagalan tersebut.
Reuters pada Rabu, 16 September 2026, melaporkan rata-rata jajak pendapat ketika itu belum menghasilkan jalur pemerintahan yang jelas bagi salah satu kubu. Partai-partai yang menentang Netanyahu secara agregat memperoleh lebih banyak proyeksi kursi dibanding blok pendukungnya, tetapi konfigurasi sistem multipartai Israel berarti jumlah tersebut belum otomatis menghasilkan koalisi pemerintahan.
Itulah sebabnya laporan mengenai telepon Abbas Kamel memiliki dampak yang melampaui sejarah intelijen menjelang 7 Oktober. Tiga tahun setelah serangan, pertanyaan yang sama masih belum mendapatkan jawaban yang disepakati: siapa mengetahui apa, kapan informasi itu diterima, dan apakah keputusan berbeda dapat mencegah serangan terbesar yang dialami Israel dalam beberapa dekade terakhir.
Yang kini semakin jelas adalah bahwa kegagalan 7 Oktober bukan lahir dari ketiadaan tanda peringatan. Israel menerima sinyal dari luar negeri, memperoleh informasi dari personelnya sendiri, dan memiliki sebagian gambaran mengenai rencana Hamas. Yang masih menjadi sengketa adalah apakah semua potongan informasi itu pernah cukup jelas untuk membentuk satu peringatan yang seharusnya mengubah keputusan pemerintah sebelum serangan dimulai.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
PERINGATAN DINI DAN TANTANGAN MEMBACA RISIKO
Rangkaian laporan mengenai peringatan sebelum 7 Oktober 2023 menunjukkan bahwa persoalan intelijen tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidak adanya informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut ditafsirkan, diverifikasi, dan diterjemahkan menjadi keputusan.
Dalam situasi keamanan yang kompleks, perbedaan antara peringatan strategis dan intelijen taktis menjadi penting. Informasi mengenai meningkatnya risiko belum tentu memberikan gambaran mengenai waktu, lokasi, metode, maupun skala serangan.
Karena itu, penilaian atas peristiwa 7 Oktober tetap membutuhkan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen, jalur komunikasi, keputusan para pejabat, serta hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.
AMANAH DALAM MEMERIKSA KEBENARAN
Rangkaian klaim mengenai peringatan sebelum serangan juga mengingatkan pentingnya tabayyun dalam menerima informasi, terlebih ketika informasi tersebut menyangkut keamanan, perang, dan pertanggungjawaban pejabat publik.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 6)
Dalam pemberitaan mengenai konflik dan keamanan, verifikasi menjadi bagian dari amanah. Klaim dari sumber pemerintah, pejabat, media, maupun pihak yang berkepentingan perlu ditempatkan sesuai statusnya sampai terdapat bukti dan penyelidikan yang dapat memastikan fakta.
CATATAN REDAKSI
Naskah ini mempertahankan teks asli yang diberikan dan hanya disusun ke dalam format UBN Newsroom dengan penambahan struktur subjudul serta Perspektif UBN Newsroom.
DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta dukungan tanggap bencana dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom. Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment