JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 23 Rabiul Akhir 1448 H / 5 Oktober 2026 M.
Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan memberikan izin bagi rencana konser musisi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed di Jakarta. Konser bertajuk “Til The Whole World Knows Tour 2026” tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan terkait. Pemerintah mempertimbangkan aspek keamanan serta posisi politik luar negeri Indonesia terkait perjuangan rakyat Palestina.
BUKAN SOAL AGAMA ATAU NAMA ISRAEL
Yusril menegaskan pemerintah tidak mempersoalkan agama maupun nama Israel Houghton sebagai seorang musisi.
Menurutnya, perhatian pemerintah tertuju pada potensi kegiatan tersebut digunakan sebagai ruang kampanye politik untuk mendukung Israel. Pemerintah mempertimbangkan bahwa kegiatan serupa di sejumlah negara pernah dikaitkan dengan pernyataan politik seperti “I stand with Israel”.
“Kami ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan musisi asal Amerika Serikat konser Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia,” ujar Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026).
PERTIMBANGAN KEAMANAN DAN POLITIK LUAR NEGERI
Yusril mengatakan keputusan pemerintah juga mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri. Konser tersebut disebut telah menjadi perhatian sebagian masyarakat Indonesia dan memicu kontroversi di sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia.
Menurut pemerintah, apabila kegiatan musik tersebut membawa motif politik yang mendukung Israel, hal itu dinilai tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia serta dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan.
“Namun, jika memang ada motif politik yang merugikan perjuangan rakyat Palestina, maka hal itu tidak sejalan dengan pikiran dan aspirasi dari masyarakat kita sendiri,” kata Yusril.
BELUM ADA PERMOHONAN IZIN KONSER
Pemerintah juga menyampaikan bahwa hingga Senin (5/10), pihak penyelenggara belum mengajukan permohonan izin penyelenggaraan konser tersebut. Israel Houghton juga disebut belum mengajukan visa untuk kegiatan konser.
Meski demikian, tiket konser yang direncanakan berlangsung di Grha Pengharapan, Jakarta, masih ditemukan dijual melalui sejumlah platform daring.
Yusril mengatakan pemerintah menemukan bahwa kegiatan tersebut disponsori oleh event organizer Banyak Bagus Entertainment yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Pemerintah kemudian meminta agar penjualan tiket dihentikan atau dilakukan pengembalian dana kepada pembeli yang telah terlanjur membeli tiket.

Comment