Advertisement
Palestina
Home » Gaza Bukan Sekadar Tragedi, tetapi Cermin untuk Membangun Perjuangan Umat

Gaza Bukan Sekadar Tragedi, tetapi Cermin untuk Membangun Perjuangan Umat

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Rabu, 25 Rabiul Akhir 1448 H / 7 Oktober 2026 M.

Gaza dan Baitul Maqdis tidak semata-mata menjadi simbol penderitaan akibat konflik berkepanjangan, tetapi juga menjadi cermin untuk mengevaluasi kondisi umat Islam. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama KH. Bachtiar Nasir dalam Majelis Tadabbur & Hidayah Qur’an (MTHQ) yang digelar di Maqdisi AQL, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dalam refleksinya, KH. Bachtiar Nasir mengajak umat, khususnya generasi muda, untuk tidak berhenti pada rasa sedih dan simpati terhadap Palestina. Menurutnya, tragedi Gaza perlu menjadi momentum untuk melihat kembali kemampuan umat, memetakan persoalan, serta membangun kontribusi yang terarah dan berkelanjutan.

GAZA SEBAGAI CERMIN KEKUATAN UMAT

KH. Bachtiar Nasir menyoroti ketegaran masyarakat Gaza sebagai pelajaran bagi umat Islam. Keterbatasan secara fisik, menurutnya, tidak selalu berarti kelemahan secara mental dan spiritual.

Partai Hijau Inggris Sebut Zionisme sebagai Rasisme, Israel Murka dan Larang Pemimpinnya Masuk

Sebaliknya, umat yang memiliki kemampuan dapat mengalami kelemahan apabila diliputi ketakutan, keputusasaan, atau keengganan untuk mengambil peran.

Dalam konteks tersebut, ia mengajak umat memahami kembali konsep al-wahn sebagai penyakit yang dapat melemahkan keberanian dan daya juang.

Karena itu, persoalan Palestina tidak cukup hanya dijawab dengan kesedihan atau kemarahan. Umat perlu melakukan introspeksi: apakah berbagai kemampuan yang dimiliki telah diarahkan untuk membangun kekuatan umat secara nyata?

JANGAN TERJEBAK DALAM ILUSI PERJUANGAN

KH. Bachtiar Nasir juga mengingatkan agar semangat perjuangan tidak berubah menjadi aktivitas yang sporadis dan kehilangan arah.

Gaza Memecah Politik Jerman, Tokoh Partai Kiri Dikaitkan dengan Peringatan 7 Oktober

Perjuangan membutuhkan ilmu, pembinaan, strategi, dan peta jalan yang jelas. Menurutnya, umat perlu membangun kekuatan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, media, advokasi hukum, politik dan diplomasi, ekonomi, wakaf, hingga kerja-kerja kemanusiaan.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak memaknai perjuangan hanya sebagai satu bentuk aktivitas.

Setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda. Karena itu, kontribusi dapat dibangun melalui keahlian masing-masing, termasuk dalam bidang komunikasi, pendidikan, ekonomi, geopolitik, teknologi, dan sektor-sektor strategis lainnya.

AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN PERJUANGAN

Dalam refleksi tersebut, Al-Qur’an ditempatkan bukan hanya sebagai kitab yang dibaca, tetapi juga sebagai pedoman dalam memahami persoalan dan menentukan langkah.

Greta Thunberg Turun ke Jalan Bela Palestina Pada 7 Oktober

KH. Bachtiar Nasir mengajak umat mempelajari Baitul Maqdis melalui Al-Qur’an, hadis, tafsir, dan sejarah agar pemahaman mengenai Palestina tidak hanya dibangun dari emosi maupun informasi yang bersifat sesaat.

Menurutnya, umat membutuhkan generasi yang mampu memahami persoalan secara mendalam sekaligus memiliki kemampuan untuk mengambil peran di berbagai bidang.

Dengan demikian, perjuangan tidak berhenti pada respons terhadap sebuah peristiwa, tetapi menjadi proses panjang untuk mempersiapkan generasi.

PERJUANGAN MEMBUTUHKAN GENERASI

Sementara itu, Ustaz Husein Gaza menekankan bahwa perjuangan tidak selalu berarti turun langsung ke medan konflik.

Setiap orang memiliki peran sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. Karena itu, yang diperlukan bukan hanya semangat, tetapi juga persiapan, keahlian, arah, dan strategi.

Menurutnya, membangun generasi merupakan bagian dari perjuangan jangka panjang. Pendidikan Al-Qur’an, pembinaan, serta penguasaan berbagai bidang menjadi bagian dari proses mempersiapkan generasi yang mampu mengambil peran lebih besar di masa mendatang.

Ia juga menekankan pentingnya indikator dan tujuan dalam sebuah perjuangan. Dalam konteks yang disampaikannya, pembebasan Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsa disebut sebagai salah satu tujuan jangka panjang perjuangan.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement