RIYADH, UBN NEWSROOM — Jumat, 27 Rabiul Akhir 1448 H / 9 Oktober 2026 M
Kelompok Houthi di Yaman mengklaim kembali menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis (8/10/2026). Klaim tersebut disampaikan ketika koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah mencegat tiga rudal balistik yang mengarah ke wilayah kerajaan tersebut.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan kelompoknya meluncurkan rudal balistik ke bandara Riyadh dan mengklaim serangan itu mengenai sasaran serta mengganggu operasional penerbangan. Namun, klaim keberhasilan serangan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
KOALISI SAUDI CE GAT TIGA RUDAL
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan pasukannya mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik pada Kamis. Dua rudal dilaporkan mengarah ke ibu kota Riyadh, sedangkan satu lainnya menuju Khamis Mushait, wilayah Asir di barat daya Arab Saudi.
Secara terpisah, otoritas pertahanan sipil Saudi menyatakan puing-puing rudal yang berhasil dicegat menyebabkan kerusakan material pada sebuah taman kanak-kanak dan kompleks klinik medis di Riyadh. Dalam pernyataan yang dilaporkan Al Jazeera, otoritas tersebut tidak menyebutkan adanya korban dalam insiden puing-puing itu.
PESAWAT SAUDIA DILAPORKAN RUSAK PARAH
Reuters melaporkan sebuah pesawat milik Saudia Airlines mengalami kerusakan parah setelah terbakar ketika sedang terparkir di area terminal Bandara Riyadh pada Kamis. Tiga sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan kerusakan kemungkinan disebabkan serpihan dari rudal yang dicegat atau proyektil lain.
Menurut sumber-sumber tersebut, pesawat diduga tidak membawa penumpang ketika kejadian berlangsung. Namun, kemungkinan adanya korban akibat insiden itu belum dapat dipastikan. Reuters juga melaporkan bahwa otoritas pemerintah Saudi, otoritas penerbangan sipil, dan Saudia Airlines belum menanggapi permintaan konfirmasi yang dikirimkan kantor berita tersebut.
Ledakan terdengar di Riyadh pada Kamis pagi. Sejumlah penerbangan mengalami gangguan, sementara beberapa maskapai internasional mengumumkan pembatalan atau penangguhan layanan menuju ibu kota Saudi.
PENERBANGAN TERGANGGU, KETEGANGAN MENINGKAT
Menurut laporan Reuters dan Al Jazeera, Lufthansa menghentikan sementara penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober, sedangkan Air India membatalkan penerbangan ke dan dari kota tersebut setidaknya hingga akhir pekan. Penumpang juga diminta memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Serangan terbaru ini terjadi setelah dua bandara Saudi, yakni Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, sebelumnya menjadi sasaran serangan yang diklaim Houthi pada 7 Oktober. Otoritas Saudi melaporkan tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian insiden sebelumnya di kedua bandara tersebut.
Rangkaian serangan ini berlangsung ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi kembali meningkat. Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, sementara Houthi menguasai sejumlah wilayah di negara tersebut.
ANCAMAN MELUAS KE INFRASTRUKTUR ENERGI
Selain mengklaim serangan terhadap bandara, Yahya Saree juga memperingatkan pekerja di fasilitas minyak Saudi agar menjauhi lokasi yang disebut kelompoknya sebagai sasaran potensial. Houthi turut mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan, pekerja bandara, dan penumpang terkait aktivitas penerbangan di wilayah udara Saudi.
Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan dan infrastruktur energi di kawasan. Perkembangan ini juga berpotensi memperburuk gangguan transportasi dan memperluas dampak konflik Yaman terhadap stabilitas regional.
Hingga laporan ini disusun, klaim Houthi mengenai keberhasilan serangan terbaru terhadap bandara Riyadh belum dikonfirmasi secara independen. Sementara itu, laporan kerusakan pesawat dan fasilitas di sekitar bandara masih perlu dibedakan berdasarkan sumber serta jenis insiden yang dilaporkan.

Comment