Advertisement
Internasional
Home » Irlandia Hentikan Tradisi Jabat Tangan dengan Israel, Menang 3-0 di Nations League

Irlandia Hentikan Tradisi Jabat Tangan dengan Israel, Menang 3-0 di Nations League

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin , 17 Rabiul Akhir 1448 H / 29 September 2026 M.

Timnas Republik Irlandia mengalahkan Israel dengan skor 3-0 dalam laga UEFA Nations League Grup B3 di Stadion Nagyerdei, Debrecen, Hungaria, pada Minggu, 27 September 2026, waktu setempat. Kemenangan tersebut diraih melalui gol Troy Parrott pada menit ke-13, Adam Idah menit ke-16, dan Jack Moylan menit ke-25.

Pertandingan ini menjadi perhatian karena para pemain Irlandia tidak menjalani tradisi jabat tangan dengan pemain Israel sebelum maupun sesudah pertandingan. Sikap tersebut berlangsung di tengah kontroversi partisipasi kedua tim dalam kompetisi akibat perang di Gaza.

Menurut laporan RTE dan Associated Press (AP), para pemain Irlandia menundukkan kepala ketika lagu kebangsaan Israel dikumandangkan. Mereka juga tidak melakukan pertukaran panji maupun berjabat tangan dengan para pemain Israel dalam prosesi sebelum pertandingan.

IRLANDIA TUNJUKKAN SIKAP DALAM PROSESI PERTANDINGAN

Sudarnoto Abdul Hakim: “Menghentikan Israel Itu Harus dengan Militer”

Sebelum pertandingan dimulai, para pemain Republik Irlandia memasuki lapangan dan berdiri ketika lagu kebangsaan mereka diperdengarkan.

Ketika lagu kebangsaan Israel dimainkan, para pemain Irlandia menundukkan kepala. Prosesi tersebut berlangsung tanpa pertukaran jabat tangan antara kedua kesebelasan.

Kapten Republik Irlandia Dara O’Shea dan kapten Israel Manor Solomon juga tidak melakukan pertukaran panji maupun berjabat tangan. Seusai pertandingan, tradisi jabat tangan antarpemain kembali tidak dilakukan.

Selain itu, para pemain Irlandia mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan terhadap seluruh korban yang kehilangan nyawa dalam konflik Israel-Palestina.

Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) sebelumnya menyatakan bahwa penggunaan ban hitam merupakan bentuk pengakuan terhadap seluruh nyawa yang hilang akibat konflik. Langkah tersebut menjadi bagian dari sikap yang disepakati para pemain menjelang pertandingan.

Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh, Koalisi Saudi Cegat Tiga Rudal

LAGA DIWARNAI KONTROVERSI SEJAK UNDIAN

Pertemuan Republik Irlandia dan Israel telah menjadi perhatian sejak undian Grup B3 pada Februari 2026. Sejumlah pihak di Irlandia mendesak agar tim nasional menarik diri dari pertandingan menyusul operasi militer Israel di Palestina.

Kampanye Stop The Game yang digerakkan kelompok Irish Sport for Palestine turut menyerukan agar pertandingan tidak dilaksanakan.

Pada Sabtu, 26 September 2026, para pemain Irlandia menggelar pertemuan panjang di hotel tim di Debrecen untuk membahas kelanjutan partisipasi mereka. Setelah melalui diskusi dan pemungutan suara, mayoritas pemain memutuskan tetap tampil dalam pertandingan.

Namun, penjaga gawang Gavin Bazunu memilih mundur dari skuad. Ia menyatakan merasa tidak tepat untuk berpartisipasi dalam pertandingan melawan Israel maupun laga tandang berikutnya di Backa Topola, Serbia, pada 4 Oktober 2026.

Biaya Haji Tahun 2027 Turun Sedikit Menjadi Rata-Rata Rp 54,6 Juta

Bazunu menyampaikan bahwa keputusannya didasarkan pada keyakinan pribadi mengenai penderitaan warga sipil dalam konflik.

Keputusan tersebut menambah perhatian terhadap sikap para pemain dan federasi sepak bola Irlandia dalam menghadapi pertandingan yang telah memunculkan perdebatan publik.

PELATIH AKUI TEKANAN DI LUAR LAPANGAN

Pelatih Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, mengakui bahwa situasi di luar lapangan memberikan pengaruh besar terhadap persiapan tim.

Dalam wawancara dengan RTE sebelum pertandingan, Hallgrimsson menyebut pekan tersebut sebagai salah satu periode paling menantang sepanjang kariernya sebagai pelatih.

“Ini adalah salah satu pekan paling menantang bagi saya sebagai pelatih, dan saya rasa hal yang sama juga dirasakan oleh sebagian besar pemain,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa situasi tersebut merupakan pengalaman yang belum pernah dihadapi tim sebelumnya.

Hallgrimsson juga menyampaikan bahwa tim berusaha mengambil keputusan yang tepat di tengah situasi yang kompleks, meskipun tidak mungkin memenuhi seluruh harapan setiap pihak.

“Saya turut merasakan apa yang dialami para pemain; ada banyak pemain muda dalam skuad ini yang perlu kami jaga dengan baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa para pemain memiliki perasaan campur aduk menjelang pertandingan. Menurutnya, staf pelatih memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan mendampingi para pemain dalam menghadapi tekanan tersebut.

Kemenangan 3-0 kemudian memastikan Republik Irlandia memperoleh tiga poin dalam pertandingan Grup B3 tersebut, sekaligus mengakhiri laga yang sejak awal telah diwarnai perdebatan mengenai hubungan olahraga dan konflik kemanusiaan.

OLAHRAGA, SOLIDARITAS, DAN KONFLIK KEMANUSIAAN

Pertandingan Irlandia dan Israel memperlihatkan bagaimana peristiwa olahraga internasional dapat bersinggungan dengan persoalan politik, kemanusiaan, dan sikap moral para atlet.

Keputusan para pemain Irlandia untuk tidak melakukan jabat tangan, mengenakan ban hitam, serta menundukkan kepala selama lagu kebangsaan Israel menjadi bagian dari ekspresi yang mereka tunjukkan dalam pertandingan tersebut.

Di sisi lain, pertandingan tetap berlangsung sesuai jadwal kompetisi UEFA Nations League. Keputusan mayoritas pemain untuk tampil dan keputusan Bazunu untuk mundur menunjukkan adanya perbedaan sikap di dalam skuad mengenai cara merespons situasi yang terjadi.

Peristiwa ini juga menempatkan federasi olahraga dalam posisi yang perlu mempertimbangkan pelaksanaan kompetisi, keselamatan pemain, kebebasan menyampaikan sikap, dan dampak kemanusiaan dari konflik yang menjadi latar belakang pertandingan.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

SOLIDARITAS KEMANUSIAAN DAN KEADILAN DALAM OLAHRAGA

Dalam Islam, pembelaan terhadap manusia yang mengalami penderitaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral. Perbedaan bangsa, kewarganegaraan, dan latar belakang tidak menghilangkan hak setiap manusia untuk memperoleh perlindungan dan keadilan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.”

QS. Al-Ma’idah [5]: 8.

Ayat ini menegaskan bahwa keadilan harus menjadi landasan dalam menyikapi konflik dan perbedaan. Solidaritas terhadap rakyat Palestina perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap korban, dukungan kemanusiaan, penyampaian informasi yang benar, serta upaya menegakkan hak-hak manusia.

Dalam konteks olahraga, atlet memiliki ruang untuk menyampaikan sikap moral melalui cara-cara yang bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan kompetisi. Namun, penghormatan terhadap martabat manusia juga menuntut agar perbedaan sikap tidak berubah menjadi kebencian terhadap suatu bangsa atau masyarakat secara keseluruhan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

QS. Al-Ma’idah [5]: 2.

Prinsip ta’awun mengajarkan bahwa solidaritas hendaknya diarahkan pada kebajikan, perlindungan terhadap pihak yang menderita, dan upaya mengurangi kerusakan. Dukungan terhadap korban konflik dapat diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan, advokasi yang bertanggung jawab, serta dorongan terhadap penyelesaian yang adil.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa olahraga tidak sepenuhnya terpisah dari kehidupan masyarakat. Pertandingan dapat menjadi ruang bagi atlet untuk menunjukkan kepedulian, tetapi nilai sportivitas, penghormatan terhadap sesama, dan perlindungan terhadap keselamatan manusia tetap harus dijaga.

Pada akhirnya, solidaritas kemanusiaan tidak berhenti pada simbol atau gestur di lapangan. Solidaritas perlu diteruskan melalui tindakan nyata yang menjaga kehidupan, membantu mereka yang membutuhkan, serta mendorong perdamaian dan keadilan bagi seluruh masyarakat yang terdampak konflik.

CATATAN REDAKSI

Laporan ini disusun berdasarkan informasi pertandingan dan pernyataan yang diberitakan RTE, Associated Press, serta sejumlah media internasional pada 27–28 September 2026.

Hasil pertandingan, pencetak gol, dan prosesi sebelum pertandingan merujuk pada laporan pertandingan UEFA Nations League Grup B3 antara Israel dan Republik Irlandia di Debrecen, Hungaria, pada 27 September 2026.

Pernyataan mengenai keputusan Gavin Bazunu dan pertimbangan para pemain disampaikan berdasarkan keterangan yang diberitakan media. Sikap para pemain dalam pertandingan tidak dimaknai sebagai representasi tunggal seluruh masyarakat Irlandia maupun seluruh pihak yang terlibat dalam konflik.

UBN Newsroom mengedepankan prinsip keberimbangan, verifikasi informasi, penghormatan terhadap nilai kemanusiaan, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pemberitaan kepada masyarakat.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom hadir sebagai bagian dari ikhtiar dakwah dan jurnalisme peradaban untuk menyampaikan informasi yang teruji, mencerdaskan umat, serta menghadirkan perspektif Islam dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan dunia.

Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan produksi konten, peliputan, riset, verifikasi informasi, dan penyebaran narasi yang membawa kemaslahatan bagi umat.

Dukungan operasional dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement