Advertisement
Agama
Home » Majelis Tadabbur Hidayah Qur’an Bahas Penyakit Umat dan Jalan Kebangkitan

Majelis Tadabbur Hidayah Qur’an Bahas Penyakit Umat dan Jalan Kebangkitan

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Rabu, 25 Rabiul Akhir 1448 H / 7 Oktober 2026 M

Majelis Tadabbur & Hidayah Qur’an Special digelar di Maqdisi AQL, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. Mengangkat tema “Tahun Gaza: Batas Antara Manusia & Monyet”, kegiatan ini membahas kondisi umat, penyakit yang melemahkan, serta jalan kebangkitan umat dalam rentang perjuangan 2026–2076.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB tersebut menghadirkan KH Bachtiar Nasir bersama sejumlah pengisi acara, di antaranya Ustaz Ridwan Hakim, Ustaz Husein Gaza, Amar Ar-Risalah, dan As’ad Arasy. Majelis diawali dengan pembacaan Surah Al-Isra.

BANYAK, TETAPI MENJADI BUIH

Dalam sesi pertama yang berlangsung hingga waktu Zuhur, pembahasan menyoroti persoalan umat yang bukan semata-mata karena jumlahnya sedikit, tetapi karena adanya wahn.

Partai Hijau Inggris Sebut Zionisme sebagai Rasisme, Israel Murka dan Larang Pemimpinnya Masuk

Materi merujuk pada sabda Rasulullah ﷺ:

“Bahkan kalian saat itu banyak, tetapi kalian seperti buih seperti buih banjir.”

Para peserta diajak memahami bahwa wahn berkaitan dengan kecenderungan hati, yaitu cinta dunia dan benci kepada kematian. Kondisi tersebut dapat membuat umat kehilangan keberanian dan kekuatan kehendak meskipun secara jumlah memiliki potensi yang besar.

WAKTU KEBANGKITAN DIMULAI DARI HATI

Dalam pembahasan tersebut, dha’f dan wahn dijelaskan sebagai dua persoalan yang berbeda. Dha’f berkaitan dengan berkurangnya kekuatan dan sarana pada tubuh maupun kapasitas, sedangkan wahn berakar pada hati dan kehendak.

Gaza Memecah Politik Jerman, Tokoh Partai Kiri Dikaitkan dengan Peringatan 7 Oktober

Materi juga menguraikan kondisi umat yang dapat mengalami sikap tunduk dan lemah di hadapan musuh hingga melahirkan kehinaan. Karena itu, kebangkitan umat tidak cukup dibangun dengan jumlah dan kekuatan material, tetapi harus dimulai dari pembenahan hati, keberanian, serta kehendak untuk menjalankan amanah.

DARI TADABBUR MENUJU KEBANGKITAN

Majelis ini menempatkan Al-Qur’an sebagai pijakan untuk membaca kondisi umat dan menemukan jalan perbaikannya. Tadabbur tidak berhenti pada memahami ayat, tetapi diarahkan agar pesan wahyu melahirkan kesadaran dan perubahan dalam kehidupan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Greta Thunberg Turun ke Jalan Bela Palestina Pada 7 Oktober

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

(QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa perubahan umat tidak hanya bergantung pada kondisi di luar dirinya. Perubahan juga menuntut pembenahan internal, termasuk hati, cara berpikir, keberanian, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah.

DOA DAN SERUAN UNTUK PALESTINA

Usai pelaksanaan salat Zuhur, KH Bachtiar Nasir mengajak para jamaah melakukan foto bersama dengan latar bendera Indonesia dan Palestina. Momen tersebut dilanjutkan dengan seruan semangat dan dukungan untuk Palestina.

Kebersamaan itu menjadi penutup rangkaian sesi pertama sekaligus simbol bahwa pembahasan tentang kondisi umat tidak berhenti di ruang kajian, tetapi diharapkan melahirkan kepedulian dan sikap nyata terhadap persoalan yang dihadapi umat, khususnya Palestina.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement