JAKARTA, UBN NEWSROOM —Sabtu, 21 Rabiul Akhir 1448 H / 3 Oktober 2026 M
Konflik di Timur Tengah kembali menunjukkan eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Perkembangan yang dilaporkan hingga Sabtu (3/10/2026) mencakup serangan terhadap kapal tanker di kawasan Selat Hormuz, meningkatnya ketegangan di Yaman, serangan udara di Gaza City, serta kekerasan pemukim di Tepi Barat.
DUA TANKER TERKENA PROYEKTIL DI HORMUZ
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan dua kapal tanker minyak terkena “proyektil tak dikenal” dalam dua insiden terpisah di kawasan Selat Hormuz. Insiden pertama terjadi ketika sebuah tanker keluar dari selat dan menyebabkan kebakaran kecil serta kehilangan daya sementara, sebelum api dipadamkan dan kapal melanjutkan perjalanan tanpa laporan korban jiwa.
Beberapa jam kemudian, kapal tanker minyak mentah lainnya dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di sebelah timur Oman. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan, sementara otoritas masih menyelidiki kedua insiden tersebut.
YAMAN DIWARNAI SERANGAN DAN INTERSEPSI RUDAL
Di Yaman, perkembangan militer juga meningkat. Pada Jumat (2/10), koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Khamis Mushait, Arab Saudi bagian barat daya.
Pada periode yang sama, pihak militer Yaman melaporkan telah melakukan 474 serangan udara dan operasi presisi terhadap posisi Houthi dalam 24 jam. Pihak militer menyebut operasi tersebut menyebabkan 1.540 anggota Houthi tewas atau terluka, namun angka tersebut merupakan klaim pihak yang bertikai dan belum dapat diverifikasi secara independen.
SERANGAN UDARA TEWASKAN LIMA ORANG DI GAZA CITY
Di Gaza City, serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di kawasan Remal pada Sabtu dini hari (3/10). Tenaga medis Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan enam lainnya mengalami luka berat.
Empat dari lima korban tewas merupakan perempuan, termasuk seorang perempuan Kristen lanjut usia dan putrinya. Tim pertahanan sipil masih melakukan pencarian di sekitar bangunan yang rusak untuk menemukan korban lain yang mungkin berada di bawah reruntuhan.
30 WARGA PALESTINA TEWAS DI TEPI BARAT
Di Tepi Barat yang diduduki, Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina melaporkan 30 warga Palestina tewas akibat serangan pemukim sejak awal 2026 hingga 2 Oktober. Komisi tersebut menyatakan jumlah itu telah melampaui total korban dalam satu tahun penuh pada setiap tahun sejak 2022.
Data yang sama menyebut angka tersebut lebih dari dua kali lipat jumlah korban sepanjang 2025. Sebanyak 15 korban tercatat di wilayah Ramallah dan Al-Bireh, sementara tujuh lainnya berada di Nablus.

Comment