JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sabtu, 21 Rabiul Akhir 1448 H / 3 Oktober 2026 M.
Program Subuh Keliling dan Jumat Keliling yang pernah diterapkan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menjabat Kapolda Banten kembali mendapat perhatian setelah Suyudi resmi menjabat Kapolri.
Program tersebut dinilai menjadi salah satu pendekatan yang dapat mempertemukan polisi dengan masyarakat secara langsung, tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi.
SUBUH KELILING SEBAGAI SARANA SILATURAHMI
Saat memimpin Polda Banten, Suyudi menjalankan program Shalat Subuh Keliling atau Suling serta Jumat Keliling sebagai bagian dari program prioritasnya.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran kepolisian hadir di masjid-masjid bersama masyarakat, berdialog, menyerap informasi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Dalam keterangan Polda Banten, Suyudi menyebut Subuh Keliling sebagai sarana untuk bersilaturahmi dan bertukar informasi sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat diketahui lebih awal.
PENDEKATAN POLISI DI TENGAH MASYARAKAT
Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, menilai pola tersebut dapat mendekatkan polisi dengan masyarakat secara nyata.
Menurutnya, kehadiran polisi melalui kegiatan bersama warga menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Edi yang mengaku beberapa kali mengikuti kegiatan tersebut bersama Suyudi saat menjabat Kapolda Banten mengatakan respons masyarakat terhadap kegiatan itu positif. Ia juga menilai pola tersebut dapat diperluas karena kedekatan antara polisi dan masyarakat merupakan salah satu modal dalam menjaga kamtibmas serta membangun kepercayaan publik.
PROGRAM YANG BERLANJUT
Program Subuh dan Jumat Keliling juga bukan sekadar kegiatan sesaat. Setelah Suyudi meninggalkan jabatan Kapolda Banten, Kapolda Banten saat itu, Brigjen Pol Hengki, menyatakan akan melanjutkan sejumlah program unggulan yang telah dirintis pendahulunya, termasuk Dimtaq, Subuh dan Jumat Keliling, Minggu Kasih, PECAK, Warbhin, serta Poliran.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis interaksi langsung dengan masyarakat telah menjadi bagian dari program yang dikembangkan di lingkungan Polda Banten.

Comment