Advertisement
Agama Pendidikan
Home » Tabligh Akbar di UMS, UBN: Al-Qur’an Jadi Syifa untuk Sembuhkan Penyakit Umat

Tabligh Akbar di UMS, UBN: Al-Qur’an Jadi Syifa untuk Sembuhkan Penyakit Umat

SOLO, UBN NEWSROOM — Senin, 23 Rabiul Akhir 1448 H / 5 Oktober 2026 M.


Pembina AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir atau UBN, mengajak umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai syifa atau penawar bagi berbagai penyakit yang melanda kehidupan umat. Pesan tersebut disampaikan dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan Forum Ma’ahid wa Madaris Qur’an Indonesia (FORMAQIN) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026. Dalam tausiyahnya, UBN mengingatkan bahwa berbagai persoalan umat, mulai dari kegelisahan pribadi, problem rumah tangga hingga perpecahan di tengah masyarakat, membutuhkan penanganan yang bersumber dari Allah SWT.

AL-QUR’AN SEBAGAI SYIFA

UBN menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang membawa kesembuhan, tetapi merupakan syifa atau penawar itu sendiri bagi orang-orang beriman.

Partai Hijau Inggris Sebut Zionisme sebagai Rasisme, Israel Murka dan Larang Pemimpinnya Masuk

“Dari semua kegelisahan kita, dari semua penyakit dan problematika umat ini, tidak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali syifa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan Qur’an sebagai syifa, bukanlah sekadar pembawa kesembuhan. Tapi Qur’an itu sendiri adalah syifa,” ujar UBN.

Ia kemudian mengutip Surah Al-Isra ayat 82 yang menyebut Al-Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang beriman.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”

Menurut UBN, penggunaan kata “nunazzilu” menunjukkan proses turunnya Al-Qur’an secara bertahap. Ia mengibaratkan pembacaan Al-Qur’an secara rutin seperti mengonsumsi obat sesuai dosis dan aturan.

Gaza Memecah Politik Jerman, Tokoh Partai Kiri Dikaitkan dengan Peringatan 7 Oktober

“Ketika kita baca dengan teratur, kita konsumsi Al-Qur’an setiap hari, maka dia akan menjadi obat,” kata UBN.

MENYEMBUHKAN PENYAKIT BATIN DAN JASMANI

UBN menjelaskan bahwa fungsi Al-Qur’an sebagai syifa tidak hanya berkaitan dengan penyakit jasmani. Mengutip penjelasan ulama seperti Al-Qurthubi dan Ibnu Katsir, ia menyebut Al-Qur’an dapat menjadi obat bagi penyakit kebodohan, kesyirikan, keragu-raguan, kebingungan, hingga kecenderungan kepada kebatilan.

Di sisi lain, Al-Qur’an juga dapat menjadi syifa bagi penyakit jasmani melalui ruqyah dan doa. Namun, UBN menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti menafikan ikhtiar pengobatan secara medis.

Ia juga mengingatkan agar praktik ruqyah tidak dijadikan tontonan yang menimbulkan ketakutan. Menurutnya, majelis Al-Qur’an semestinya menghadirkan ketenangan, sebagaimana hadis yang menyebut turunnya ketenteraman dan kehadiran para malaikat dalam majelis zikir dan pembacaan Al-Qur’an.

Greta Thunberg Turun ke Jalan Bela Palestina Pada 7 Oktober

MENYEMBUHKAN PENYAKIT DIMULAI DARI RUMAH

Dalam kesempatan tersebut, UBN mengajak umat memulai proses penyembuhan dari lingkaran terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, persoalan rumah tangga menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan umat.

Ia mengingatkan agar keluarga Muslim tidak berhenti pada kondisi rumah tangga yang sekadar tenteram secara hubungan manusiawi. Rumah tangga perlu diarahkan menuju keluarga yang beriman dan diberkahi Allah SWT.

“Maksud saya, mari naikkan kelas rumah tangga ini, rumah tangga kita. Kalau hari ini kita sudah tidak berkelahi lagi, bukan berarti rumah itu sudah As-Sakinah. Kalau rumah itu As-Sakinah, bukan berarti tanpa konflik di dalam rumah itu,” ujar UBN.

UBN kemudian mengaitkan konsep keluarga dengan Surah Ar-Rum ayat 21 tentang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurutnya, keluarga perlu memiliki arah yang lebih tinggi dengan menjadikan Allah SWT sebagai tujuan.

“Keluarga disebut Sakinah kalau iman yang ditegakkan. Keluarga yang punya arah adalah ketika Quran dibacakan di dalam rumah,” katanya.

Ia juga mendorong keluarga membiasakan membaca Al-Qur’an di rumah secara rutin. Aktivitas tersebut, menurutnya, perlu menjadi kebiasaan yang terus dihidupkan, bukan hanya dilakukan pada saat tertentu.

“Perbedaannya antara rumah dengan kuburan adalah dibacakan surah Al-Baqarah atau tidak. Maka harus sering diulang-ulang dan sering dibacakan agar rumah kita sembuh dari berbagai macam penyakit, terutama penyakit tanpa arah,” ujarnya.

AL-WAHN, PENYAKIT YANG MENYERANG UMAT

Lebih jauh, UBN menyoroti persoalan perpecahan di tengah umat Islam. Ia mengatakan kekuatan materi dan kekuasaan tidak cukup untuk menyatukan hati manusia karena kemampuan tersebut berada dalam kuasa Allah SWT.

“Berapa pun uangmu, berapa pun kekuasaanmu, kamu nggak akan pernah bisa satukan hati manusia. Dan yang bisa menyembuhkan cuma Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata UBN.

Ia kemudian mengingatkan tentang penyakit al-wahn, yakni kecintaan berlebihan terhadap dunia dan ketakutan terhadap kematian.

“Penyakit al-wahn sudah massal nggak di umat Islam saat ini? Apa itu al-wahn? Hubbud dunyaa wa karaahiyatul maut, cinta dunia dan takut mati,” ujarnya.

Menurut UBN, jalan keluar dari penyakit tersebut adalah kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia mengutip perkataan Imam Malik:

مَا صَلُحَ آخِرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا

“Tidak akan menjadi baik generasi terakhir umat ini kecuali dengan sesuatu yang telah membuat baik generasi awalnya.”

Karena itu, UBN berpesan agar umat tidak meninggalkan Al-Qur’an meskipun hanya sehari. Ia mengibaratkan orang yang memiliki ilmu tetapi tidak membaca Al-Qur’an seperti memiliki mobil mewah tanpa bahan bakar.

“Jangan pernah meninggalkan Quran walau satu hari. Anda yang belajar tafsir tiap hari, Anda yang menjadi dosen tafsir setiap hari, kalau tidak baca Quran setiap hari ibaratnya Anda punya mobil mewah tapi tidak ada bensinnya,” kata UBN.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement