Advertisement
Health & Fitness
Home » Bukan Super Flu, Kemenkes Ungkap Influenza yang Dominan dan Cara Mencegah Penularan

Bukan Super Flu, Kemenkes Ungkap Influenza yang Dominan dan Cara Mencegah Penularan

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 17 Rabiul Akhir 1448 H / 29 September 2026 M.


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluruskan isu mengenai “super flu” di tengah peningkatan aktivitas influenza di Indonesia. Kemenkes menegaskan bahwa istilah tersebut bukan nomenklatur resmi dan influenza A H3N2 bukan subtipe yang dominan beredar di Indonesia saat ini.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan hasil surveilans menunjukkan influenza A H1N1 pdm09 justru menjadi jenis yang paling banyak beredar.

“Super flu itu istilah awam, itu untuk influenza A H3N2 dan itu bukan dominan di Indonesia,” kata Andi dalam konferensi pers, Senin (28/9/2026).

INFLUENZA MENINGKAT, BELUM MENUNJUKKAN AKTIVITAS LUAR BIASA

Sudarnoto Abdul Hakim: “Menghentikan Israel Itu Harus dengan Militer”

Andi menjelaskan bahwa influenza yang beredar di Indonesia terdiri atas tipe A dan B. Virus influenza merupakan virus RNA yang mudah mengalami mutasi, meskipun sebagian besar penderitanya dapat pulih tanpa harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Kemenkes, peningkatan aktivitas influenza saat ini merupakan bagian dari pola musiman. Berdasarkan pemantauan selama 10 tahun terakhir, kasus influenza di Indonesia cenderung meningkat mulai September hingga akhir tahun.

Pada pekan ke-38 tahun 2026, positivity rate influenza berdasarkan surveilans influenza-like illness (ILI) tercatat mencapai 56 persen. Namun, Kemenkes menyatakan angka tersebut belum menunjukkan aktivitas influenza pada tingkat tinggi atau luar biasa.

“Kalau yang SARI itu tingkat aktivitas influenzanya berada di area low, masih rendah. Kemudian yang untuk ILI, itu tingkat aktivitasnya sedang,” ujar Andi.

Surveilans severe acute respiratory infection (SARI) dilakukan di rumah sakit, sedangkan ILI dilakukan di puskesmas. Sepanjang 2026, aktivitas SARI masih berada di bawah rata-rata pemantauan selama 10 tahun terakhir.

Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh, Koalisi Saudi Cegat Tiga Rudal

Berdasarkan pola historis, aktivitas influenza biasanya mencapai puncak sekitar pekan ke-39 atau ke-40 sebelum mulai menurun.

SUBTIPE K MENURUN, SURVEILANS TERUS DIPERKUAT

Kemenkes juga memantau subtipe K yang sebelumnya menjadi perhatian. Data surveilans mencatat 166 kasus pada 2025, sedangkan pada 2026 ditemukan 22 kasus hingga pekan ke-16 dan tidak ada laporan kasus baru sampai pekan ke-38.

“Subtipe K menunjukkan terjadi penurunan dibanding tahun lalu,” kata Andi.

Untuk memantau perkembangan influenza, Kemenkes memperkuat surveilans dan pemeriksaan laboratorium melalui 35 rumah sakit, 39 puskesmas, 13 Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan 14 Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Biaya Haji Tahun 2027 Turun Sedikit Menjadi Rata-Rata Rp 54,6 Juta

Kemenkes juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan influenza kepada dinas kesehatan daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan.

PENCEGAHAN PENULARAN DAN KELOMPOK BERISIKO

Di tengah peningkatan aktivitas influenza, masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Masyarakat dianjurkan mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker dengan benar. Orang yang mengalami gejala seperti batuk dan pilek diimbau mengenakan masker saat beraktivitas.

Masyarakat yang sehat juga disarankan menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, seperti terminal, pasar, dan kendaraan umum.

Perhatian lebih perlu diberikan kepada balita, anak-anak dan remaja, ibu hamil, lansia, orang dengan kondisi imunokompromais, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta karena berisiko mengalami kondisi lebih berat ketika terserang influenza.

Kemenkes melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan juga mengimbau maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan transportasi agar penumpang yang mengalami gejala batuk dan pilek menggunakan masker saat bepergian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan penularan sekaligus menjaga kewaspadaan masyarakat di tengah pola musiman influenza.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM | Menjaga Kesehatan sebagai Amanah

IKHTIAR MENJAGA KESEHATAN

Islam mengajarkan bahwa manusia harus menjaga dirinya dari kebinasaan dan melakukan ikhtiar untuk memelihara keselamatan. Prinsip ini relevan dengan pencegahan penularan influenza, terutama ketika aktivitas virus meningkat dan kelompok rentan menghadapi risiko lebih besar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 195)

Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak melakukan tindakan yang membawa dirinya kepada kebinasaan. Dalam konteks kesehatan, menjaga kebersihan, menghindari risiko penularan, dan mengikuti anjuran pencegahan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan.

MELINDUNGI SESAMA DARI PENULARAN

Pencegahan penyakit tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pribadi, tetapi juga tanggung jawab terhadap orang lain. Menggunakan masker ketika sakit, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga jarak dari kelompok rentan merupakan bentuk nyata dari prinsip tidak membahayakan sesama.

Seorang Muslim dapat mengamalkannya dengan tidak memaksakan diri beraktivitas ketika mengalami gejala influenza, menjaga kebersihan tangan, dan membantu menyampaikan informasi kesehatan yang benar. Dengan demikian, menjaga kesehatan menjadi wujud amanah kepada Allah sekaligus kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement