Advertisement
Gaya Hidup Health & Fitness
Home » Ini Batas Aman Minum Kopi per Hari Menurut Dokter

Ini Batas Aman Minum Kopi per Hari Menurut Dokter

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Rabu, 22 Rabiul Akhir 1448 H / 14 Oktober 2026 M.

Konsumsi kopi berlebihan dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari kecemasan, jantung berdebar, hingga sakit kepala akibat penghentian kafein secara mendadak. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi setiap hari serta mengenali respons tubuh terhadap kafein.

Dokter spesialis neurologi di RS EMC Alam Sutera, dr. Kevin Mulya S., Sp.N-FMIN, menjelaskan bahwa kafein dapat meningkatkan respons tubuh terhadap stres, terutama pada orang yang memiliki kecenderungan mengalami kecemasan.

“Pada orang yang memiliki bakat kecemasan, kafein justru bisa meningkatkan respons tubuh menjadi lebih siap atau fight, sehingga kecemasannya bisa bertambah,” kata Kevin dalam program Bincang Sehat bersama ANTARA, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, kafein dalam dosis tinggi dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis, bagian dari sistem saraf otonom yang berperan dalam respons tubuh terhadap situasi yang dianggap mengancam. Aktivasi ini dapat meningkatkan denyut jantung dan menimbulkan kegelisahan, sehingga berpotensi memperburuk gejala kecemasan pada individu yang rentan.

Kapal Tanker Meledak Setelah Terkena Ranjau di Selat Hormuz. Pasokan Minyak Dunia Makin Sulit

BATAS AMAN KONSUMSI KOPI

Kevin menyarankan agar konsumsi kopi dibatasi sekitar satu hingga dua gelas per hari. Ia mengingatkan bahwa sebagian orang terbiasa mengonsumsi lima hingga 10 gelas kopi sehari tanpa menyadari potensi dampaknya terhadap kesehatan.

Selain memperhatikan jumlah konsumsi, peminum kopi berat juga disarankan tidak menghentikan asupan kafein secara tiba-tiba. Penghentian mendadak dapat memicu gejala putus kafein, seperti sakit kepala, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan suasana hati.

Karena itu, pengurangan konsumsi kopi sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan diri.

“Kafein bukan molekul yang bisa dianggap sepele jika dikonsumsi berlebihan. Itu bisa menimbulkan sakit kepala dan bersifat adiktif,” ujar Kevin, yang berfokus menangani kasus migrain dan nyeri kepala.

Arab Saudi Tolak Tawaran Israel untuk Melawan Houthi.

WASPADAI PENGGUNAAN OBAT PEREDA NYERI

Selain menyoroti konsumsi kopi, Kevin mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu mengandalkan obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala.

Penggunaan obat pereda nyeri secara berulang dan berlebihan dapat memicu medication-overuse headache, yaitu sakit kepala yang berkaitan dengan penggunaan obat akut secara terlalu sering. Kondisi ini dapat membuat penanganan sakit kepala semakin rumit apabila penggunaan obat tidak dievaluasi dengan tepat.

Kevin menjelaskan bahwa frekuensi penggunaan obat dapat meningkat secara bertahap, dari yang semula sekali sehari menjadi dua hingga tiga kali sehari, bahkan lebih. Peningkatan tersebut terkadang tidak disadari oleh pasien.

“Dari awalnya satu kali sehari, bisa meningkat menjadi dua sampai tiga kali sehari, bahkan lebih. Ini sering tidak disadari pasien,” kata Kevin, yang pernah mengikuti program penanganan kegawatdaruratan neurologis dari Neurocritical Care Society.

MUI Terbitkan Tausiyah Karhutla, Desak Penegakan Hukum dan Penguatan Gotong Royong

Penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping. Risikonya bergantung pada jenis obat, dosis, frekuensi penggunaan, serta kondisi kesehatan masing-masing orang. Obat tertentu dapat menimbulkan gangguan lambung, sementara parasetamol dalam dosis berlebihan berisiko menyebabkan kerusakan hati.

Kevin mengingatkan bahwa batas dosis maksimal parasetamol bagi orang dewasa umumnya dapat mencapai empat gram dalam 24 jam. Namun, angka tersebut bukan target konsumsi dan belum tentu sesuai untuk setiap orang. Dosis yang lebih rendah mungkin diperlukan berdasarkan kondisi kesehatan, faktor risiko, atau anjuran tenaga medis.

Masyarakat juga perlu memeriksa kandungan obat lain yang digunakan agar tidak mengonsumsi parasetamol dari beberapa produk sekaligus tanpa menyadarinya.

“Sakit kepala sering kali bisa membaik dengan istirahat. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasi ke dokter agar penyebabnya jelas dan penggunaan obat tidak keliru,” ujar Kevin.

Dengan memperhatikan konsumsi kafein dan menggunakan obat sesuai petunjuk, masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi kopi berlebihan maupun penggunaan obat pereda nyeri yang tidak tepat

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement