Advertisement
Gaya Hidup
Home » Sering Ngeblank dan Lupa Taruh Barang? Bisa Jadi Brain Fog

Sering Ngeblank dan Lupa Taruh Barang? Bisa Jadi Brain Fog

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Jumat, 20 Rabiul Akhir 1448 H / 2 Oktober 2026 M

Pernah nggak, baru aja masuk kamar, tapi tiba-tiba lupa mau ngapain? Atau panik nyari HP, dompet, dan kunci, padahal beberapa menit lalu masih dipegang?

Tenang, jangan langsung self-diagnose diri sebagai pikun, lemot, atau “otak udah error”. Kondisi seperti ini bisa saja berkaitan dengan brain fog, yaitu sekumpulan gejala yang membuat konsentrasi, daya ingat, dan proses berpikir terasa kurang optimal.

BRAIN FOG BUKAN BERARTI PIKUN

Dalam salah satu unggahannya di akun TikTok @adityaspratamaa, dr. Aditya Surya Pratama, MARS FISQua, menjelaskan bahwa kondisi ketika seseorang sering merasa “ngeblank” dapat berkaitan dengan brain fog.

Partai Hijau Inggris Sebut Zionisme sebagai Rasisme, Israel Murka dan Larang Pemimpinnya Masuk

Brain fog sendiri bukan nama penyakit atau diagnosis medis. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan gejala seperti sulit fokus, gampang lupa, kehilangan alur pikiran, sulit berkonsentrasi, hingga merasa proses berpikir lebih lambat.

OTAK JUGA BISA CAPEK

Kurang tidur dan stres menjadi beberapa hal yang dapat berkaitan dengan munculnya gejala brain fog. Pola makan yang kurang baik, perubahan hormonal, penyakit tertentu, efek obat, hingga kondisi setelah sakit juga dapat berperan.

Belum lagi kalau sehari-hari kita hidup dalam mode multitasking: buka WhatsApp, pindah Instagram, balas chat, ngerjain tugas, sambil tetap menerima notifikasi. Fokus akhirnya bisa lompat ke mana-mana.

Harvard Health menjelaskan bahwa kebiasaan terus berpindah tugas dapat mengganggu fokus, konsentrasi, dan working memory.

Gaza Memecah Politik Jerman, Tokoh Partai Kiri Dikaitkan dengan Peringatan 7 Oktober

TERUS, HARUS NGAPAIN?

Nggak harus langsung melakukan sesuatu yang ribet. Mulai dari yang basic: tidur cukup, makan bergizi, rutin bergerak, olahraga, dan kasih jeda ketika kepala mulai terasa penuh. Langkah-langkah tersebut termasuk kebiasaan yang dapat membantu ketika seseorang mengalami gejala brain fog.

Dr. Aditya juga menganjurkan mengurangi kebiasaan multitasking digital dan tetap aktif bergerak. Pola makan seimbang dengan sumber nutrisi seperti ikan, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, buah, dan sayuran dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

JANGAN LANGSUNG BILANG “GUE PIKUN”

Lupa sesekali atau tiba-tiba ngeblank bukan otomatis berarti seseorang mengalami gangguan serius. Namun, jika keluhan makin sering muncul, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membuat pekerjaan rutin menjadi sulit dilakukan, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

Greta Thunberg Turun ke Jalan Bela Palestina Pada 7 Oktober

Jadi, kalau hari ini otak terasa loading lebih lama dari biasanya, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Bisa jadi tubuh sedang kasih sinyal bahwa kamu perlu mengatur ulang ritme aktivitas dan memberi waktu untuk istirahat.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement