JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sabtu, 28 Rabiul Akhir 1448 H / 10 Oktober 2026 M
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan seluruh personel Polri agar tidak menjadikan pangkat, jabatan, dan kekuasaan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Dalam khotbahnya, Suyudi menegaskan bahwa setiap kedudukan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak personel untuk menjaga kerendahan hati, menghormati sesama, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
JABATAN BUKAN ALASAN UNTUK SOMBONG
Suyudi mengingatkan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Menurutnya, pejabat dan personel yang memiliki kewenangan perlu menunjukkan sikap bijaksana, kepedulian, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan bahwa jabatan, pangkat, dan kekayaan bukanlah ukuran utama kemuliaan seseorang. Akhlak, ketulusan hati, serta cara memperlakukan orang lain justru menjadi cerminan nilai diri yang perlu dijaga.
KEIMANAN HARUS TERWUJUD DALAM PENGABDIAN
Kapolri mengajak jajarannya untuk menerapkan nilai-nilai keimanan dalam tindakan nyata, baik saat menjalankan tugas kedinasan, di lingkungan keluarga, maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Kejujuran, keikhlasan, kesederhanaan, dan kepedulian menjadi prinsip penting dalam menjalankan amanah. Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pengabdian kepolisian tidak cukup diwujudkan melalui pelaksanaan tugas formal, tetapi juga melalui sikap yang menghormati dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Comment