JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sabtu, 28 Rabiul Akhir 1448 H / 10 Oktober 2026 M.
Indonesia Peace Convoy (IPC) kembali menggelar konvoi solidaritas Palestina di Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pengemudi ojek online, mengikuti kegiatan yang dimulai dari AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, menuju kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Konvoi dipimpin Pembina IPC, Ustaz Bachtiar Nasir atau yang akrab disapa UBN. Para peserta menggunakan beragam kendaraan, mulai dari sepeda, sepeda motor, hingga mobil. Rombongan melintasi sejumlah jalan protokol, termasuk kawasan Sudirman-Thamrin, dan menarik perhatian para pengguna jalan.

SOLIDARITAS UNTUK RAKYAT PALESTINA
UBN mengatakan, konvoi tersebut kembali digelar untuk menjaga solidaritas masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina sekaligus mengingatkan publik agar tidak melupakan penderitaan yang mereka alami.
“Sudah lama kita tidak melakukan konvoi. Ini adalah bentuk solidaritas kita agar tidak lupa dengan penderitaan rakyat Palestina,” kata UBN.
Ia menjelaskan, konvoi kali ini juga menjadi sarana kampanye kemanusiaan melalui dokumentasi foto dan video yang disebarluaskan di media sosial. Karena itu, peserta melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan Kota Tua untuk mengambil gambar di sejumlah titik strategis.

“Kita melanjutkan jalan kaki ke Kota Tua. Di sana kita akan mengambil gambar di beberapa titik-titik strategis. Kita promosikan karena kali ini kita campaign, campaign kita bukan untuk bikin macet, tetapi mengambil gambar yang indah dan kita sebarkan seluas-luasnya,” ujar UBN.
UBN menegaskan, kegiatan tersebut bukan konvoi kendaraan yang mengedepankan kecepatan ataupun demonstrasi yang mengakibatkan kemacetan. Menurut dia, kegiatan itu membawa pesan kemanusiaan untuk Gaza.
“Kita sedang tidak jadi geng motor yang kebut-kebutan, balap-balapan, tidak! Kita juga tidak sedang demo yang membuat jalanan macet, tidak! Kita sedang konvoi kemanusiaan! Untuk Gaza!” katanya.

KAMPANYE KEMANUSIAAN MELALUI MEDIA SOSIAL
UBN juga mengajak para peserta memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan kampanye solidaritas Palestina. Ia meminta mereka mengabadikan kegiatan dengan gambar terbaik dan membagikannya melalui akun masing-masing.
“Insyaallah jempol hari ini mahal harganya. Jempol hari ini mudah-mudahan dibalas dengan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Sepanjang kegiatan, peserta berulang kali meneriakkan seruan “Free, free Palestine!” dan “Free Gaza!” sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina
UBN turut menyinggung situasi gencatan senjata yang menurutnya belum menghentikan jatuhnya korban jiwa di Palestina.
“Gencatan senjata sudah satu tahun, tetapi kematian belum dihentikan!” serunya di hadapan peserta konvoi.

PESAN SOLIDARITAS DARI TOKOH PALESTINA
Tokoh Palestina, Syaikh Dr. Ahed Ahmad Abu Al Atha, turut mengikuti konvoi dengan mengendarai sepeda. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan solidaritas kepada masyarakat Gaza dan keluarga-keluarga yang terdampak konflik.
“Yang pertama, saya sampaikan kepada seluruh penduduk Gaza bahwa kita tetap bersama mereka. Risalah ini saya tujukan kepada seluruh keluarga syuhada, kepada keluarga para korban, kepada keluarga-keluarga yang sedang dipenjara dan sedang disandera, dan kepada keluarga-keluarga yang semuanya menjadi korban. Kita semua akan tetap tegar dan membersamai kalian,” ujar Syaikh Ahed.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai tindakan Israel tidak akan menyurutkan semangat solidaritas terhadap Palestina.
“Pembantaian kemanusiaan yang kalian lakukan, genosida yang sedang kalian teruskan itu, tidak akan pernah bisa melemahkan kami!” katanya.
Selain itu, Syaikh Ahed menyinggung situasi Masjid Al-Aqsha dan perjuangan rakyat Palestina. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Palestina akan tetap menjadi milik rakyatnya.
“Gaza akan tetap menjadi milik kita dan Palestina akan tetap menjadi milik kita!” ujarnya.
Syaikh Ahed mengatakan dukungan terhadap perjuangan Palestina terus mengalir dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk tetap teguh membersamai perjuangan rakyat Palestina.

KONVOI SEBAGAI RUANG KAMPANYE SOLIDARITAS
Konvoi IPC tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian pesan solidaritas Palestina di ruang publik. Melalui kegiatan ini, para peserta berupaya menjaga perhatian masyarakat terhadap situasi di Gaza sekaligus memperluas kampanye kemanusiaan melalui dokumentasi yang dibagikan di media sosial.
UBN menekankan bahwa tujuan kegiatan bukan menciptakan kemacetan atau sekadar mengumpulkan kendaraan, melainkan menghadirkan pesan solidaritas yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Dokumentasi perjalanan menuju Kota Tua diharapkan menjadi sarana untuk menyampaikan pesan tersebut kepada publik.

Comment