Advertisement
Nasional
Home » Hari Santri Bukan Hanya Milik Santri, Tapi Milik Seluruh Warga Indonesia

Hari Santri Bukan Hanya Milik Santri, Tapi Milik Seluruh Warga Indonesia

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Jumat, 17 Rabiul Akhir 1448 H / 9 Oktober 2026 M.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Santri 2026. Peringatan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum bagi kalangan santri, tetapi juga melibatkan masyarakat luas sebagai bagian dari upaya mengenang kontribusi ulama, pesantren, dan santri dalam perjalanan bangsa.

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk turut memeriahkan peringatan Hari Santri. Ia menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren, melainkan momentum bersama bagi seluruh warga Indonesia.

“Kementerian Agama RI menegaskan, Hari Santri merupakan momentum bersama yang dapat dirayakan dengan suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan melalui kanal resmi Nahdliyin.com. Basnang berharap masyarakat ikut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan pada Oktober.

HARI SANTRI MILIK SELURUH WARGA INDONESIA

Sudarnoto Abdul Hakim: “Menghentikan Israel Itu Harus dengan Militer”

Basnang Said menekankan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang kontribusi ulama, pesantren, dan santri dalam perjalanan bangsa sekaligus merawat semangat kebersamaan.

Menurutnya, peringatan Hari Santri perlu menjadi ruang yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Nilai-nilai yang tumbuh dari lingkungan pesantren, seperti keilmuan, pengabdian, kepedulian sosial, dan persaudaraan, dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan bangsa yang damai, harmonis, dan toleran.

Ajakan tersebut juga sejalan dengan rangkaian Hari Santri 2026 yang disiapkan Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menghadirkan beragam kegiatan untuk mengenalkan potensi pesantren sekaligus membuka ruang bagi santri menyampaikan gagasan tentang masa depan Indonesia.

Kemenag mengusung tema Hari Santri 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Sementara itu, PBNU mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.”

Kedua tema tersebut menempatkan tradisi keilmuan pesantren, kontribusi santri, dan persatuan bangsa sebagai bagian penting dalam peringatan tahun ini.

Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh, Koalisi Saudi Cegat Tiga Rudal

AGENDA KEMENAG DAN PBNU

Kementerian Agama telah menyiapkan sejumlah kegiatan dalam rangkaian Hari Santri 2026. Di antaranya adalah program Surat Santri untuk Presiden, Pesantren Award, Santri Vision, Mu’tamad Santri, Festival Sarung dan Peci Santri, serta Expo Kemandirian Pesantren.

Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi santri dalam menyampaikan aspirasi, memperlihatkan potensi pesantren, memperkuat mutu pendidikan, serta mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Kemenag juga menjadwalkan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026 dan Malam Bakti Santri untuk Negeri pada 24 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta. Kementerian berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menghadiri rangkaian puncak peringatan tersebut.

Sementara itu, PBNU telah menerbitkan pedoman pelaksanaan Hari Santri 2026 melalui surat edaran yang ditujukan kepada jajaran kepengurusan NU. Salah satu agenda utamanya adalah apel Hari Santri secara serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Biaya Haji Tahun 2027 Turun Sedikit Menjadi Rata-Rata Rp 54,6 Juta

PBNU juga mendorong pelaksanaan ziarah ke makam ulama, kegiatan layanan sosial, konsultasi keagamaan, kepedulian lingkungan, dan halaqah. Selain itu, PBNU menginstruksikan pelaksanaan Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina sebagai bagian dari rangkaian peringatan.

KESELARASAN UNTUK MEMPERKUAT PERINGATAN

Keselarasan agenda Kemenag dan PBNU diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam peringatan Hari Santri 2026. Keduanya memiliki rangkaian kegiatan masing-masing, dengan perhatian yang sama terhadap kontribusi pesantren, penguatan tradisi keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Harapan agar peringatan Hari Santri melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan elemen masyarakat lainnya, juga mencerminkan pentingnya kebersamaan dalam merawat kehidupan berbangsa.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, Hari Santri diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Peringatan ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan kontribusi pesantren kepada masyarakat luas sekaligus menghidupkan nilai-nilai pendidikan, pengabdian, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement