SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Health & Fitness Nasional
Home » Erupsi Anak Krakatau Picu PJJ di Sejumlah Daerah, Damkar-BPBD DKI Perkuat Penanganan Abu Vulkanik

Erupsi Anak Krakatau Picu PJJ di Sejumlah Daerah, Damkar-BPBD DKI Perkuat Penanganan Abu Vulkanik

JAKARTA | UBN Newsroom — Ahad, 24 Rabiul Awal 1448 H / 6 September 2026 M.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Kondisi tersebut mendorong sejumlah pemerintah daerah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dari paparan abu.

PJJ mulai diberlakukan pada Senin (7/9/2026), dengan kebijakan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan tingkat paparan abu vulkanik di masing-masing wilayah.

PJJ DIBERLAKUKAN DI SEJUMLAH DAERAH

DKI Jakarta

MUI Dorong Kesiapan Pelaksanaan Wajib Halal Oktober 2026

Seluruh sekolah di DKI Jakarta menerapkan PJJ mulai Senin (7/9/2026). Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 91/SE/2026 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap abu vulkanik.

Banten

PJJ diberlakukan di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang. Sementara untuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) negeri maupun swasta, PJJ berlangsung selama 7–9 September 2026.

Jawa Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring berdasarkan kondisi lingkungan. Wilayah dengan paparan abu tinggi, seperti Bogor dan Sukabumi, menjadi prioritas.

Prof Sudarnoto Dorong OKI Tindak Lanjuti Resolusi PBB untuk Palestina

Lampung

Sejumlah wilayah Lampung, terutama Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan, juga terdampak sebaran abu vulkanik dan masuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menginstruksikan sekolah di wilayah terdampak berat untuk melaksanakan pembelajaran daring atau memindahkan kegiatan belajar ke lokasi yang aman. Sementara daerah yang masih memungkinkan menggelar pembelajaran tatap muka diminta menerapkan protokol kesehatan dan keamanan secara ketat.

DAMKAR-BPBD DKI PERKUAT PENANGANAN ABU

Sebaran abu vulkanik hingga Jakarta membuat pemerintah daerah memperkuat pemantauan kualitas udara dan edukasi kepada masyarakat.

Pemerintah Membatasi Penggunaan Gawai di Lingkungan Sekolah Binaan Kemenag

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meningkatkan pemantauan kualitas udara serta berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, BPBD, dan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan sebaran abu.

BPBD DKI mengingatkan masyarakat agar membasahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya. Abu tidak dianjurkan disapu atau ditiup dalam kondisi kering karena dapat kembali beterbangan dan terhirup.

Untuk membantu membersihkan endapan abu vulkanik di ruang publik, Damkar DKI mengerahkan mobil pemadam yang berkeliling menyemprotkan air ke jalan-jalan utama Kota Jakarta. Penyemprotan dilakukan untuk membasahi dan membantu membersihkan abu yang mengendap di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata ketika membersihkan endapan abu. Petugas kebersihan yang bekerja di lapangan perlu dilengkapi alat pelindung diri yang memadai.

Tim Damkar DKI bersama BPBD turut memberikan edukasi kepada petugas kebersihan dan masyarakat mengenai cara aman menangani abu vulkanik.

ABU VULKANIK BERISIKO BAGI KESEHATAN

Abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa. Partikelnya dapat mengandung silika dan material kaca vulkanik yang bersifat abrasif.

Paparan abu dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, batuk hingga sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru kronis.

Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan abu tinggi, menggunakan masker dan pelindung mata, serta mengikuti informasi resmi pemerintah.

SEBARAN ABU MENCAPAI SEJUMLAH WILAYAH

BMKG mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, perairan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.

Kondisi tersebut membuat pemerintah terus melakukan pemantauan dan menyesuaikan kebijakan berdasarkan perkembangan erupsi serta tingkat paparan di masing-masing wilayah.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

MENJAGA KESEHATAN DI TENGAH SEBARAN ABU VULKANIK

Sebaran abu vulkanik bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Partikel abu dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, terutama bagi kelompok yang memiliki gangguan pernapasan.

Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan dengan menggunakan masker dan pelindung mata, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi abu tinggi, serta mengikuti arahan dari instansi resmi. Abu yang mengendap juga perlu dibersihkan dengan cara yang tepat, termasuk membasahinya terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan dan terhirup.

AMANAH DALAM MENJAGA KESEHATAN

Menjaga kesehatan dalam kondisi bencana merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah kehidupan. Islam mengajarkan manusia untuk tidak membahayakan diri dan senantiasa mengambil langkah yang mendatangkan kemaslahatan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

QS. Al-Baqarah [2]: 195

Dalam menghadapi paparan abu vulkanik, menjaga kesehatan dapat diwujudkan dengan tidak mengabaikan risiko, menggunakan perlindungan yang dianjurkan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.

Kewaspadaan bukan berarti panik. Dengan pengetahuan yang benar dan langkah yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko kesehatan sekaligus membantu menjaga keselamatan bersama.

CATATAN REDAKSI

Informasi dalam naskah ini mengacu pada materi dan keterangan instansi yang tercantum dalam bahan yang diberikan kepada redaksi. Kebijakan PJJ dan kondisi sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti perkembangan erupsi serta evaluasi pemerintah daerah.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah, BMKG, PVMBG, BPBD, dan instansi terkait serta tidak panik dalam menghadapi dampak erupsi.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban mengenai umat, bangsa, kebijakan publik, kemanusiaan, lingkungan, dan dinamika global.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091

a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, lingkungan, kebijakan publik, kemanusiaan, dan peradaban.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.

Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement