BANTUL, UBN NEWSROOM — Ahad, 14 Jumadilawal 1448 H / 25 Oktober 2026 M.
Ulama dan pendakwah Islam, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga dan persatuan bangsa di tengah disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta perubahan tatanan global. Pesan tersebut disampaikan dalam kajian Tadabbur & Hidayah bertajuk Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari di Masjid Baiturrahman, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (24/10) malam.

Ketergantungan Anak pada AI Menjadi Tantangan Keluarga
Dalam tausiyahnya, UBN menyoroti kecenderungan anak-anak dan generasi muda yang semakin mengandalkan teknologi kecerdasan buatan untuk mencari jawaban atas persoalan emosional dan kehidupan. Menurutnya, fenomena ini menjadi tantangan bagi orang tua dalam mendidik dan membina anak di tengah perkembangan teknologi.
“Mesin itu tidak memiliki hati, bagaimana mungkin ia disuruh menjawab persoalan hati? Ini pertarungan nyata hari ini antara orang tua dan teknologi dalam mendidik anak,” ujar UBN di hadapan jamaah.
Pendiri AQL Islamic Center tersebut menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini di lingkungan keluarga. Pembinaan generasi muda, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga membutuhkan pendampingan orang tua, keteladanan, dan penguatan nilai spiritual.

Al-Qur’an dan Tauhid sebagai Fondasi Pendidikan Anak
UBN merujuk pada Surah Ar-Rahman dan Surah Al-Anbiya ayat 107 untuk mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin, yakni rahmat bagi seluruh alam. Keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, perlu menjadi landasan dalam membangun pendidikan yang memperhatikan akal, hati, dan spiritualitas anak.
“Kembalikan anak-anak kita kepada Alquran agar mereka mendapatkan asupan nurani, bukan sekadar algoritma mesin. Didik mereka dengan dua hal: eksplorasi untuk mengenal kebenaran dan komitmen tauhid yang kuat agar tidak mudah goyah di tengah jalan,” tegasnya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menyeimbangkan kemampuan anak dalam mengeksplorasi pengetahuan dengan fondasi tauhid yang kokoh. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, tetapi pembentukan akhlak, pertimbangan moral, dan pendampingan emosional tetap memerlukan keterlibatan manusia, terutama orang tua dan lingkungan keluarga.

Perubahan Geopolitik dan Ancaman terhadap Ketahanan Bangsa
Selain menyoroti tantangan pendidikan keluarga di era digital, UBN mengajak umat Islam mencermati perubahan geopolitik dunia. Ia menilai pergeseran tatanan global dari unipolar menuju multipolar membawa tantangan tersendiri bagi ketahanan bangsa, termasuk dalam sektor energi dan pangan.
Dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, UBN mendorong masyarakat Indonesia memperkuat kemandirian domestik melalui peningkatan produktivitas, penerapan pola hidup hemat, dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Menurutnya, kesiapan menghadapi perubahan global perlu dimulai dari tindakan nyata di tingkat masyarakat.
“Bersiap-siap, kencangkan ikat pinggang, jauhi pemborosan, dan aktifkan lahan-lahan yang belum produktif. Yang terpenting, jaga terus persatuan dan kesatuan bangsa serta jangan mudah termakan provokasi informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.

Muhammadiyah dan Penguatan Kemandirian Umat
UBN juga mengapresiasi kontribusi gerakan Islam di Indonesia, termasuk Muhammadiyah, dalam membangun kemandirian umat. Ia menilai optimalisasi wakaf produktif, penguatan lembaga pendidikan, serta pengembangan layanan sosial dan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat.
Menurutnya, kemandirian ekonomi yang berpijak pada pemberdayaan masyarakat dan nilai-nilai syariat menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global. Upaya tersebut juga dapat memperbesar kontribusi Indonesia di tingkat internasional melalui masyarakat yang lebih tangguh, produktif, dan berdaya.
Muhasabah dan Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan
Kajian Tadabbur & Hidayah tersebut ditutup dengan ajakan muhasabah agar umat Islam menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini mencakup upaya menjaga integritas, memperkuat kepedulian sosial, serta melindungi keluarga di tengah perubahan zaman.
Melalui kajian tersebut, UBN mengingatkan bahwa tantangan teknologi dan ketidakpastian global perlu dihadapi dengan keseimbangan antara penguasaan pengetahuan, penguatan spiritualitas, kemandirian masyarakat, dan persatuan bangsa.


Comment