Perspektif UBN Newsroom | Menjaga Hati, Keluarga, dan Kemandirian di Tengah Perubahan Zaman
Teknologi Membutuhkan Bimbingan Nilai
Kecerdasan buatan menawarkan kemudahan dalam mengakses informasi, tetapi kemudahan tersebut tidak serta-merta menggantikan peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Anak membutuhkan pendampingan untuk membedakan informasi yang benar dan keliru, mengelola emosi, serta memahami nilai yang menjadi pedoman hidupnya.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6, petikan ayat).
Ayat ini menegaskan tanggung jawab orang beriman untuk menjaga dan membimbing keluarganya. Dalam konteks era digital, tanggung jawab tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan agama, komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta pendampingan dalam penggunaan teknologi.
AI tidak harus ditolak sepenuhnya, tetapi perlu ditempatkan sebagai alat bantu yang digunakan secara bijak. Orang tua tetap perlu hadir sebagai pendidik yang membangun kepercayaan, memberikan arahan moral, dan menanamkan tauhid agar anak tidak menjadikan keluaran mesin sebagai satu-satunya rujukan dalam memahami kehidupan.
Kemandirian Ekonomi sebagai Bagian dari Ketahanan Umat
Ketahanan keluarga juga berkaitan dengan ketahanan ekonomi dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya. Ajakan menghindari pemborosan, meningkatkan produktivitas, mengaktifkan lahan tidak produktif, serta mengembangkan wakaf produktif dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri.
Dalam perspektif syariah, pengelolaan sumber daya perlu diarahkan pada kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan. Kemandirian bukan hanya tentang kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga tentang memperkuat daya tahan masyarakat agar tidak mudah terpuruk ketika menghadapi krisis.
Persatuan dan Akhlak sebagai Kekuatan Bangsa
Perubahan geopolitik dan derasnya arus informasi menuntut masyarakat untuk semakin cermat dalam menyikapi kabar yang beredar. Memeriksa kebenaran informasi, menghindari provokasi, dan menjaga persatuan merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang tidak dapat dipisahkan dari akhlak seorang Muslim.
Meneladani Rasulullah SAW berarti menghadirkan nilai kejujuran, amanah, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan nyata. Dengan fondasi spiritual yang kuat, keluarga yang terlibat aktif dalam pendidikan anak, serta masyarakat yang produktif dan bersatu, Indonesia memiliki modal lebih baik untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan arah nilai.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment