JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 14 Jumadil Awal 1448 H / 26 Oktober 2026 M.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga keamanan perjalanan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui optimalisasi penggunaan maskapai nasional.
Dahnil menyampaikan bahwa hingga Senin (26/10/2026), situasi Arab Saudi dalam konteks penyelenggaraan ibadah umrah masih berjalan dengan baik. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” ujar Dahnil dalam siaran pers Kemenhaj.
UTAMAKAN PENERBANGAN LANGSUNG
Di tengah perkembangan situasi Timur Tengah, Kemenhaj mengimbau jemaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mengutamakan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah dibandingkan penerbangan transit melalui negara lain.
“Terkait kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga sama, baik-baik saja. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” kata Dahnil.
Untuk menindaklanjuti imbauan tersebut, Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi PPIU agar pelaku usaha perjalanan turut mempertimbangkan aspek keamanan dan dampak ekonomi dari pemilihan rute penerbangan.
“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujarnya.
Menurut Dahnil, jumlah jemaah umrah Indonesia yang menggunakan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura diperkirakan mencapai sekitar 70 ribu orang. Jumlah tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat industri penerbangan nasional apabila sebagian perjalanan dapat dialihkan ke maskapai Indonesia.
“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” kata Dahnil.
MASKAPAI NASIONAL DIMINTA TINGKATKAN LAYANAN
Dahnil menegaskan bahwa upaya memperkuat maskapai nasional harus disertai peningkatan kualitas pelayanan dan penawaran harga yang kompetitif. Garuda Indonesia dan Lion Air diharapkan mampu memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.
“Garuda dan Lion harus melakukan perbaikan layanan mereka. Mendorong mereka agar menguasai pasar dalam negeri, harus kompetitif bersaing di luar negeri,” ujarnya.
Untuk mendorong perbaikan tersebut, Kemenhaj telah menghadirkan jajaran pimpinan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura guna membahas pelayanan penerbangan umrah, termasuk peningkatan layanan di terminal haji dan umrah.
“Garuda dan Lion harus meningkatkan layanan dan harga harus kompetitif. Makanya kami hadirkan dirut Garuda, Lion, dan Angkasa Pura,” kata Dahnil.
Kemenhaj juga mendorong peningkatan pelayanan di Terminal 2 yang digunakan untuk penerbangan haji dan umrah. Perbaikan layanan di bandara menjadi bagian dari upaya memastikan perjalanan jemaah berlangsung lebih nyaman dan tertib.
ASISTENSI PENYELESAIAN REFUND PPIU
Selain persoalan penerbangan, Dahnil menyoroti hak-hak penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang masih terhambat, khususnya terkait pengembalian dana atau refund.
Kemenhaj menyatakan akan memberikan asistensi untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar hak penyelenggara perjalanan dapat ditangani.
“Banyak juga hak-hak PPIU yang terhambat terkait refund. Kami akan asistensi,” ujarnya.
Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kerja sama dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Pemerintah Indonesia, kata dia, ingin memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kita ingin pastikan jemaah yang berangkat pulang aman,” katanya.
KEDAULATAN EKONOMI DALAM PENYELENGGARAAN UMRAH
Dahnil menegaskan bahwa penguatan kedaulatan ekonomi, sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, juga perlu diterapkan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
Menurutnya, penggunaan penerbangan langsung dengan maskapai nasional merupakan salah satu langkah untuk menjaga keamanan perjalanan sekaligus memperkuat industri dalam negeri.
“Presiden Prabowo ingin kedaulatan ekonomi, terkait umrah dan haji juga harus begitu. Direct aman dari sisi penerbangan dan menguatkan kedaulatan ekonomi,” pungkas Dahnil.
Kemenhaj menyatakan akan terus mendorong koordinasi dengan asosiasi PPIU, maskapai penerbangan, dan pengelola bandara untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan penyelenggaraan umrah berjalan aman dan memberikan manfaat bagi jemaah maupun perekonomian nasional.

Comment