PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
GAZA DAN UJIAN KEADILAN POLITIK
Konflik Gaza menunjukkan bahwa isu kemanusiaan dapat membawa dampak jauh melampaui wilayah konflik. Ketika penderitaan manusia menjadi bagian dari perdebatan politik, tantangannya adalah memastikan bahwa prinsip kemanusiaan tidak dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan.
Islam memerintahkan keadilan bahkan ketika seseorang berhadapan dengan pihak yang tidak disukai:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)
Ayat ini relevan untuk seluruh pihak. Antisemitisme harus ditolak karena merupakan bentuk kebencian terhadap manusia berdasarkan identitasnya. Pada saat yang sama, kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel tidak semestinya otomatis dilabeli sebagai antisemitisme.
MEMBEDAKAN ANTISEMITISME DAN KRITIK KEBIJAKAN
Perdebatan yang sehat membutuhkan batas yang jelas. Kebencian terhadap orang Yahudi karena identitas mereka merupakan persoalan berbeda dari kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel atau tindakan militer tertentu.
Demikian pula, solidaritas terhadap Palestina tidak boleh menjadi pembenaran terhadap kekerasan terhadap masyarakat sipil, termasuk warga Israel maupun masyarakat Yahudi.
Keadilan menuntut satu standar: keselamatan manusia dan penghormatan terhadap martabat manusia harus berlaku tanpa memandang identitas, agama, atau kebangsaan.
GEREJA POLITIK TIDAK BOLEH MENGHILANGKAN KEMANUSIAAN
Berlin kini menghadapi ujian politik yang lebih besar daripada sekadar siapa yang akan memimpin pemerintahan.
Ujian sebenarnya adalah apakah perbedaan pandangan mengenai Israel dan Palestina dapat dibicarakan tanpa menghilangkan kemanusiaan, apakah antisemitisme dapat dilawan tanpa membungkam kritik yang sah, dan apakah solidaritas terhadap Palestina dapat disuarakan tanpa membenarkan kekerasan.
Tiga tahun setelah 7 Oktober, Gaza bukan hanya menjadi persoalan Timur Tengah. Gaza telah menjadi cermin bagi politik dunia dalam memperlihatkan bagaimana sebuah masyarakat memperlakukan isu keadilan, kemanusiaan, identitas, dan kekuasaan.
UBN NEWSROOM
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment