Advertisement
Uncategorized
Home » AS Serang Pulau Qeshm, Washington Sebut Operasi Defensif

AS Serang Pulau Qeshm, Washington Sebut Operasi Defensif

PULAU QESHM, IRAN, UBN NEWSROOM — Selasa, 23 Jumadilawal 1448 H / 3 November 2026 M.

Amerika Serikat (AS) dilaporkan melancarkan serangan militer terhadap Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Iran, pada Senin (2/11/2026). Serangan tersebut disebut sebagai tindakan defensif untuk merespons ancaman militer Iran terhadap aset Amerika Serikat dan tidak menandakan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar.

Serangan di Pulau Qeshm dan Selat Hormuz

Mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang diterbitkan pada Senin (2/11/2026), serangan Amerika Serikat terhadap Pulau Qeshm dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim.

Laporan tersebut muncul setelah kantor berita pemerintah Iran, IRNA, memberitakan adanya sejumlah ledakan di Pulau Qeshm. Ledakan juga dilaporkan terdengar di wilayah Iran selatan, termasuk kawasan pesisir Bandar Lengeh.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Deklarasikan Lima Tuntutan Kebangsaan

Menurut laporan Reuters, seorang pejabat AS menyebut serangan tersebut sebagai langkah defensif untuk menghadapi penggunaan rudal permukaan-ke-udara oleh pasukan Iran terhadap aset militer Amerika Serikat.

Sementara itu, Fox News, dengan mengutip sumber pejabat, melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas penembakan Iran terhadap pesawat AS. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi terperinci mengenai sasaran serangan, jumlah korban, maupun kerusakan yang ditimbulkan.

Washington Membantah Dimulainya Operasi Militer Besar

Sejumlah pejabat AS menegaskan bahwa serangan tersebut bersifat terbatas dan tidak menunjukkan dimulainya kembali operasi militer berskala besar terhadap Iran.

WSJ menyebut serangan di Pulau Qeshm merupakan bagian dari rangkaian operasi militer terbatas yang dilakukan Washington dalam beberapa pekan terakhir. Serangkaian serangan tersebut dilaporkan berlangsung tanpa pengumuman terbuka dari pemerintah Amerika Serikat.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Dihadiri Ribuan Massa, UBN Soroti Penyadapan dan Oligarki

Pulau Qeshm sendiri memiliki posisi strategis karena terletak di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia. Kawasan tersebut juga memiliki sejumlah fasilitas strategis, termasuk instalasi militer dan infrastruktur pendukung kebutuhan masyarakat.

Trump Berupaya Meredam Ancaman Eskalasi

Di tengah laporan serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump berupaya mengecilkan kemungkinan terjadinya kembali konfrontasi militer berskala besar dengan Iran, terutama menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada Selasa (3/11/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memenangkan perang melawan Iran.

“Kita pernah berperang dengan Iran. Kita menang,” kata Trump.

Hujan Deras Picu Banjir di Kamp Pengungsian Gaza, PBB Serukan Bantuan

Ia juga mempertanyakan apakah situasi tersebut masih dapat disebut sebagai perang karena kedua negara sudah tidak terlibat pertempuran selama beberapa bulan.

Sebelumnya, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu. Namun, ia juga menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Teheran masih memungkinkan untuk dicapai.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya dua pendekatan yang berjalan bersamaan dalam kebijakan Washington, yakni mempertahankan tekanan militer terhadap Iran sekaligus membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement