
JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 23 Jumadilawal 1448 H / 3 November 2026 M.
Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), selaku Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), mengecam pihak-pihak yang memfasilitasi dan memberikan izin penyelenggaraan konser musisi Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Ia menilai agenda tersebut mencederai martabat bangsa dan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya komitmen Indonesia untuk menghapus penjajahan dan menegakkan perikemanusiaan serta perikeadilan.
Pernyataan itu disampaikan UBN saat berorasi dalam aksi Konvoi Kemerdekaan untuk Palestina di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Dalam kapasitasnya sebagai Pembina GPCI, ia menyuarakan penolakan terhadap konser sekaligus mengajak masyarakat menjaga solidaritas bagi rakyat Palestina.
Soroti Dugaan Penggalangan Dana untuk Militer Israel

Dalam orasinya di atas mobil komando, UBN mempertanyakan pihak-pihak yang menggunakan nama negara untuk memfasilitasi kehadiran musisi tersebut. Ia menyoroti dugaan keterkaitan Bocelli dengan pengumpulan dana sebesar 11 juta dolar Amerika Serikat yang menurutnya diperuntukkan bagi tentara Israel.
“Saya nyatakan siapapun di balik ini semua yang menggunakan nama negara, Anda telah mencederai Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia! Entah atas nama apa Anda mengadakan dan mengundang tamu yang jelas-jelas mengumpulkan dana 11 juta dolar untuk tentara Israel yang membantai anak-anak Gaza,” seru UBN.
Klaim mengenai pengumpulan dana tersebut merupakan tuduhan yang disampaikan UBN dalam orasi dan masih memerlukan penelusuran melalui bukti serta sumber independen.
Pertanyakan Klaim Dukungan Bocelli terhadap Palestina
UBN juga membantah klaim penyelenggara yang menyebut Andrea Bocelli mendukung perjuangan Palestina. Menurutnya, ia belum menemukan pernyataan langsung dari musisi tersebut yang dapat membuktikan keberpihakan terhadap Palestina dan Gaza.
“Sampai hari ini, demi Allah saya belum mendengarkannya. Saya tidak mendapatkan fakta bahwa ada pernyataan dari Bocelli berpihak pada Palestina dan berpihak pada Gaza. Dan ini artinya kita semua dibohongin, kita semua dibodoh-bodohin!” kecamnya yang disambut takbir massa aksi.
Ia menegaskan bahwa klaim dukungan terhadap Palestina seharusnya didasarkan pada pernyataan dan tindakan yang dapat diverifikasi, bukan semata-mata narasi promosi penyelenggara.
Kritik Bantuan Sepatu di Tengah Penderitaan Gaza
UBN turut menyoroti isu bantuan 100 ribu pasang sepatu yang disebut-sebut akan diberikan kepada masyarakat Palestina. Menurutnya, bantuan tersebut tidak sebanding dengan penderitaan warga Gaza dan banyaknya korban akibat serangan Israel.
“Sejuta pasang sepatu pun tidak akan sanggup membayar tetesan darah anak-anak Palestina! Dan apa gunanya cuma 100 ribu pasang untuk kaki-kaki anak Palestina yang sudah hilang kakinya akibat genosida itu!” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kritik UBN terhadap upaya menjadikan bantuan materiil sebagai narasi pembenaran di tengah persoalan yang lebih besar, yakni penderitaan dan hak-hak rakyat Palestina.
Serukan Penolakan Melalui Berbagai Saluran

Dalam orasinya, UBN mengutip Surah Hud ayat 113 yang berisi larangan bagi orang beriman untuk cenderung kepada pihak-pihak yang zalim. Ia mengimbau umat Islam agar tidak terlibat dalam agenda konser tersebut, baik dengan membeli tiket, menjadi sponsor, maupun memberikan dukungan dalam bentuk lainnya.
Meski konser tetap memperoleh izin dari otoritas terkait, UBN menyebut masyarakat masih dapat menyampaikan penolakan melalui suara, lisan, tulisan, dan media sosial. Baginya, penyampaian aspirasi secara damai merupakan bagian dari upaya membela kehormatan bangsa sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM | Solidaritas Palestina Harus Berlandaskan Prinsip dan Keadilan
Penolakan terhadap suatu agenda publik yang dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Namun, sikap kritis harus disertai tanggung jawab untuk memastikan setiap tuduhan memiliki dasar fakta yang dapat diuji. Solidaritas terhadap Palestina tidak cukup dibangun melalui kemarahan, tetapi harus ditopang oleh kebenaran, konsistensi, dan keberpihakan terhadap keadilan.
Dalam konteks Indonesia, Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Prinsip ini menjadi landasan moral bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk penindasan, termasuk penderitaan rakyat Palestina.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud: 113).
Ayat ini mengingatkan umat Islam agar tidak memberikan dukungan atau keberpihakan kepada kezaliman. Dalam kehidupan saat ini, prinsip tersebut dapat diwujudkan melalui sikap kritis terhadap kebijakan, kegiatan, maupun dukungan yang terbukti berkontribusi pada penindasan. Namun, penerapannya harus tetap berlandaskan tabayun, kejujuran, dan keadilan agar penolakan tidak berubah menjadi fitnah atau tuduhan tanpa bukti.
Pembelaan terhadap Palestina juga tidak boleh berhenti pada persoalan konser atau figur publik. Perjuangan kemanusiaan membutuhkan konsistensi dalam menyuarakan hak hidup, kebebasan, perlindungan warga sipil, dan kemerdekaan bangsa Palestina. Masyarakat dapat mengambil peran melalui aksi damai, advokasi, edukasi, bantuan kemanusiaan, serta pilihan konsumsi yang bertanggung jawab.
Pada akhirnya, solidaritas yang kuat bukan hanya lantang dalam menyampaikan penolakan, melainkan juga teguh menjaga kebenaran, tidak mengabaikan keadilan, dan terus berpihak kepada mereka yang tertindas.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:
BSI 6070111520
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment