
JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 23 Jumadilawal 1448 H / 3 November 2026 M.
Aksi penolakan terhadap konser Andrea Bocelli berlangsung di depan gedung Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta—lokasi penyelenggaraan konser tersebut. Ustaz Bachtiar Nasir bersama sejumlah elemen masyarakat mendatangi area venue untuk menyuarakan penolakan terhadap acara yang mereka nilai tidak mencerminkan keberpihakan terhadap penderitaan rakyat Gaza, Palestina.
Aksi tersebut menjadi bentuk protes terbuka terhadap penyelenggaraan konser yang dinilai membawa narasi kemanusiaan, tetapi belum menunjukkan sikap yang sejalan dengan penderitaan warga Palestina. Dalam orasinya dari atas mobil komando, UBN mempertanyakan rekam jejak pihak penyelenggara serta kemungkinan adanya kepentingan pencitraan di balik agenda tersebut.
Kritik Dugaan Dana untuk Militer Israel

Ustaz Bachtiar Nasir menuding pihak terkait pernah mengumpulkan dana sebesar 9 juta dolar Amerika Serikat untuk tentara Israel. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan narasi kemanusiaan yang dibawa dalam kegiatan konser.
“Kalian datang ke Indonesia untuk mengambil hati kami dengan semua kebohongan. Padahal track record Anda jelas, 9 juta dolar Anda kumpulkan untuk tentara Israel guna membantai anak-anak di Gaza,” tegasnya di hadapan massa.
Pernyataan mengenai pengumpulan dana tersebut merupakan tuduhan yang disampaikan dalam orasi dan masih memerlukan verifikasi melalui bukti serta sumber independen.
Pertanyakan Bantuan 100 Ribu Pasang Sepatu
UBN juga mengkritik rencana penggalangan bantuan berupa 100 ribu pasang sepatu yang digagas pihak penyelenggara. Ia menilai bantuan materiil tersebut tidak sebanding dengan penderitaan anak-anak Palestina, termasuk mereka yang menjadi korban serangan dan kehilangan anggota tubuh.
“Bahwa 100.000 pasang sepatu tidak akan seharga setetes darah anak-anak Palestina. Untuk apa gunanya 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak yang tidak ada kakinya? Inikah kemanusiaan yang seimbang?” serunya.
Ia turut mempertanyakan kemungkinan kepentingan ekonomi dan bisnis di balik penyelenggaraan acara serta mendesak pejabat publik menunjukkan komitmen yang jelas terhadap kemerdekaan Palestina.
Tegaskan Aksi Damai di Depan Venue Konser

Meski menyampaikan kritik keras, UBN menegaskan bahwa penyampaian pendapat dilakukan dalam koridor hukum dan peraturan yang berlaku. Ia menyebut masyarakat Indonesia memiliki hak untuk menyampaikan keberatan tanpa melakukan tindakan anarkis.
“Kami bukan cuma menolak konser ini, dan kami memang bukan bangsa perusak atau anarkis. Tapi kami berhak untuk menyatakan pendapat kami,” ujarnya.
Mengakhiri orasinya, UBN mengajak umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia untuk tidak menormalisasi agenda yang dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Ia juga menyerukan agar masyarakat terus konsisten menyuarakan pembelaan terhadap Palestina.

Comment