
JAKARTA, UBN NEWSROOM — Kamis, 25 Jumadilawal 1448 H / 5 November 2026 M.
Pemerintah Iran merilis panduan keselamatan bagi masyarakat untuk menghadapi kemungkinan ledakan nuklir pada Selasa (3/11/2026). Panduan tersebut berisi langkah-langkah perlindungan diri, mulai dari mencari tempat berlindung hingga menghindari paparan debu radioaktif.
Imbauan ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, terutama karena wilayah Isfahan berdekatan dengan sejumlah fasilitas nuklir strategis Iran.
Panduan Berlindung dari Ledakan Nuklir

Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Isfahan Red Crescent Society, Ebrahim Adelzadeh, menyarankan masyarakat untuk mencari perlindungan di bangunan kokoh dan menjauhi jendela.
“Ruang bawah tanah atau ruangan di bagian tengah bangunan, jauh dari jendela, dapat menjadi tempat berlindung yang cocok jika dapat diakses dengan aman,” kata Adelzadeh kepada IRNA.
Panduan tersebut juga menginstruksikan masyarakat untuk menutup pintu dan jendela serta mematikan pendingin udara (AC) dan sistem ventilasi yang menarik udara dari luar.
Masyarakat dianjurkan tetap berada di tempat perlindungan setidaknya selama 24 jam sambil menunggu instruksi resmi. Selama periode tersebut, warga disarankan mengonsumsi makanan kemasan dan air minum dalam botol serta tidak berlindung di dalam kendaraan.
Apabila berada di luar bangunan ketika ledakan terjadi, masyarakat diminta segera merunduk atau berbaring dekat tanah, mencari perlindungan di balik penghalang, serta melindungi kepala dan wajah. Warga juga diperingatkan agar tidak melihat langsung kilatan cahaya ledakan.
Jika terpapar debu radioaktif, masyarakat dianjurkan melepas pakaian luar secara hati-hati, memasukkannya ke dalam kantong tertutup, kemudian membersihkan kulit dan rambut menggunakan sabun serta air.
Bagian dari Pekan Pertahanan Pasif Iran

Panduan tersebut diterbitkan sebagai bagian dari Pekan Pertahanan Pasif Iran, sebuah program tahunan yang berfokus pada kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi ancaman dan keadaan darurat.
Isfahan menjadi perhatian karena provinsi tersebut berada tidak jauh dari fasilitas nuklir Natanz. Selain itu, terdapat fasilitas bawah tanah di kawasan Gunung Pickaxe yang dikaitkan dengan program nuklir Iran.
Pada Oktober 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington mungkin akan menargetkan Gunung Pickaxe. Namun, Trump mengesampingkan penggunaan senjata nuklir untuk menyerang fasilitas tersebut.
Sementara itu, komentator politik Amerika Serikat Tucker Carlson mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Trump untuk menggunakan senjata nuklir terhadap fasilitas tersebut. Namun, klaim Carlson itu belum disertai bukti independen dan belum dikonfirmasi oleh pemerintah Amerika Serikat maupun Israel.
Klarifikasi Video Panduan Nuklir Iran
Di tengah perhatian publik terhadap panduan tersebut, penting untuk membedakan antara penerbitan panduan resmi dan video yang beredar di media sosial.
Penerbitan panduan keselamatan nuklir oleh IRNA merupakan bagian dari agenda pertahanan sipil Iran. Sementara itu, video viral yang diklaim sebagai siaran televisi pemerintah Iran disebut merupakan video manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dengan demikian, penerbitan panduan keselamatan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa Iran sedang menghadapi ancaman serangan nuklir dalam waktu dekat. Pemerintah Iran menyatakan panduan itu merupakan bagian dari agenda kesiapsiagaan pertahanan sipil.

Comment