RIYADH, UBN NEWSROOM — Sabtu, 28 Rabiul Akhir 1448 H / 10 Oktober 2026 M
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengklaim telah menghancurkan 136 target militer yang berkaitan dengan kelompok Houthi di wilayah Yaman yang dikuasai kelompok tersebut. Operasi ini berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang juga berdampak pada wilayah Arab Saudi.
OPERASI MILITER MELUAS
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyatakan bahwa operasi berskala besar tersebut menyasar personel dan kemampuan militer Houthi. Koalisi juga berupaya melumpuhkan jaringan rudal balistik kelompok itu serta memberikan dukungan udara kepada pasukan pemerintah Yaman sepanjang waktu.
Sebelumnya, pada 7 Oktober, koalisi mengumumkan penghancuran 82 target militer Houthi di sejumlah wilayah, termasuk Saada, Hodeidah, Al-Jawf, dan Marib. Target yang disebutkan mencakup lokasi penyimpanan rudal, pusat komando dan kendali, sistem komunikasi, serta gudang senjata. Angka 82 tersebut merujuk pada operasi sebelumnya, bukan bagian dari perincian angka 136 target yang diumumkan kemudian.
SERANGAN DI RIYADH DAN DAMPAKNYA
Eskalasi ini terjadi setelah serangan rudal Houthi menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Kamis (8/10). Otoritas Saudi melaporkan tiga orang tewas dan sejumlah lainnya terluka. Sebuah pesawat Saudia Airlines juga mengalami kerusakan, sementara sejumlah penerbangan dibatalkan dan beberapa maskapai menghentikan sementara layanan ke Riyadh.
Serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil meningkatkan kekhawatiran mengenai keselamatan masyarakat dan stabilitas kawasan. Di sisi lain, serangan balasan koalisi Saudi ke wilayah yang dikuasai Houthi turut memperbesar risiko bagi penduduk Yaman. Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya menyangkut pertempuran antarkelompok bersenjata, tetapi juga keselamatan warga sipil yang berada di tengahnya

Comment