JAKARTA, UBN NEWSROOM — Ahad, 29 Rabiul Akhir 1448 H / 11 Oktober 2026 M.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada akhir Oktober dan awal November 2026. Desakan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, yang meminta pemerintah konsisten dalam menyikapi figur yang menurut MUI memiliki rekam jejak dukungan terhadap Israel.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resmi MUI pada Sabtu (10/10/2026), Sudarnoto meminta pemerintah tidak memberikan izin terhadap rencana konser tersebut. Ia mengaitkan sikap MUI dengan posisi Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina.
DESAKAN MUI DAN ALASAN PENOLAKAN
MUI menyampaikan desakan tersebut setelah pemerintah membatalkan rencana konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia.
Sudarnoto menilai pemerintah perlu menerapkan sikap yang konsisten dalam mengambil keputusan terkait kegiatan yang melibatkan figur yang dipandang mendukung Zionisme.
“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” ujar Sudarnoto sebagaimana dikutip dalam pemberitaan resmi MUI pada Sabtu (10/10/2026).
Menurut MUI, desakan pembatalan tersebut berkaitan dengan rekam jejak Andrea Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010. MUI juga menyoroti konser Bocelli yang pernah digelar di Tel Aviv pada 2022.
MUI menilai keterlibatan dalam kegiatan yang berkaitan dengan dukungan terhadap militer Israel perlu menjadi pertimbangan pemerintah, terutama di tengah situasi kemanusiaan di Palestina.
Namun, alasan dan penilaian tersebut merupakan posisi yang disampaikan MUI. Klaim mengenai keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk IDF perlu dibedakan dari informasi terverifikasi mengenai jadwal konsernya di Indonesia.
DUA KONSER DI INDONESIA
Berdasarkan informasi pada situs resmi Andrea Bocelli dan penyelenggara Shoemaker Live, konser bertajuk Romanza – 30th Anniversary World Tour dijadwalkan berlangsung di dua lokasi di Indonesia.
Pertunjukan pertama direncanakan digelar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026. Selanjutnya, Bocelli dijadwalkan tampil di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Informasi mengenai rencana penyelenggaraan tersebut juga diberitakan Kantor Berita ANTARA pada 19 Agustus 2026. Dalam laporan itu, konser disebut sebagai bagian dari tur dunia untuk memperingati 30 tahun album Romanza, yang dirilis pada 1997.
Situs resmi Andrea Bocelli masih mencantumkan kedua jadwal pertunjukan tersebut. Sementara itu, situs promotor Shoemaker Live juga menampilkan informasi konser di Borobudur dan Jakarta.
Dengan demikian, berdasarkan informasi resmi yang tersedia, kedua konser tersebut masih tercantum dalam jadwal penyelenggaraan. Desakan MUI agar konser dibatalkan perlu dibedakan dari keputusan resmi pemerintah mengenai kelanjutan acara.
PERSOALAN DUKUNGAN TERHADAP PALESTINA
MUI menempatkan desakan pembatalan konser dalam konteks sikap Indonesia terhadap konflik Palestina-Israel. Bagi lembaga tersebut, kebijakan pemerintah dalam menghadapi kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung Israel perlu selaras dengan komitmen Indonesia menentang penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Sudarnoto juga menyoroti dugaan dukungan kementerian terkait terhadap rencana penyelenggaraan konser. MUI meminta pemerintah mempertimbangkan kembali dukungan tersebut dengan memperhatikan kondisi kemanusiaan di Gaza.
Pernyataan itu kembali memunculkan perdebatan mengenai hubungan antara kegiatan seni dan hiburan internasional, rekam jejak politik seorang figur, serta sikap pemerintah dalam menjalankan kebijakan luar negeri.
Di sisi lain, jadwal konser dan dukungan yang tercantum dalam materi promosi penyelenggara merupakan informasi mengenai rencana acara. Informasi tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan ataupun membantah tuduhan mengenai posisi politik pribadi seorang seniman.
Karena itu, penilaian terhadap klaim mengenai dukungan terhadap Israel perlu didasarkan pada bukti dan sumber yang dapat diperiksa, sementara desakan MUI tetap dipahami sebagai sikap resmi lembaga tersebut

Comment