Advertisement
Timur Tengah
Home » Serangan Hantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, 12 Orang Tewas dan 309 Terluka

Serangan Hantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, 12 Orang Tewas dan 309 Terluka

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Ahad, 29 Rabiul Akhir 1448 H / 11 Oktober 2026 M.

Serangan yang dilaporkan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026), disebut menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka. Jumlah korban tersebut, menurut naskah sumber, merujuk pada keterangan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) yang diberitakan Saudi Press Agency (SPA).

Insiden itu juga dilaporkan menimbulkan kerusakan material dan mengganggu aktivitas penerbangan. Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan, termasuk konflik yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

DUA BELAS ORANG TEWAS, RATUSAN TERLUKA

Menurut informasi yang dicantumkan dalam laporan tersebut, 12 orang meninggal dunia dalam serangan pada Sabtu sore. Korban disebut terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Palestina, Suriah, dan Sudan.

Tabligh Akbar dan Doa untuk Indonesia Digelar di Monas

Sebanyak 309 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sebagian korban disebut berada dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Pihak berwenang masih perlu memastikan secara terperinci tingkat kerusakan dan dampak serangan. Penanganan korban serta pemeriksaan fasilitas menjadi bagian penting dari upaya pemulihan setelah insiden.

Peristiwa tersebut juga dikaitkan dengan serangan terhadap fasilitas penerbangan Saudi pada Kamis (8/10/2026). Namun, rincian mengenai insiden sebelumnya dan jumlah korbannya perlu dicocokkan kembali dengan laporan resmi agar tidak terjadi pencampuran informasi antarperistiwa.

AKTIVITAS BANDARA SEMPAT DIHENTIKAN

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara. Langkah itu disebut dilakukan untuk memungkinkan pemeriksaan keselamatan dan penilaian kerusakan fasilitas.

FKDI Desak Gibran Mundur dalam 30 Hari Usai Putusan MK

Associated Press (AP), sebagaimana dirujuk dalam naskah sumber, melaporkan adanya pengalihan penerbangan setelah insiden. Penutupan bandara juga disebut diperpanjang selama pemeriksaan keamanan dan koordinasi dengan instansi terkait berlangsung.

Gangguan terhadap bandara Riyadh berpotensi memengaruhi perjalanan udara, mengingat kota tersebut merupakan salah satu pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi utama Arab Saudi. Ancaman keamanan di wilayah udara dan sekitar bandara juga dapat mendorong maskapai menyesuaikan jadwal maupun rute penerbangan.

Dalam kondisi seperti ini, keselamatan penumpang, awak pesawat, pekerja bandara, dan masyarakat di sekitar fasilitas penerbangan harus menjadi prioritas. Informasi mengenai pembukaan kembali bandara perlu merujuk pada pengumuman resmi otoritas penerbangan.

KONFLIK SAUDI–HOUTHI KIAN MEMANAS

Insiden di Riyadh dilaporkan terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman meningkat. Dalam situasi tersebut, ancaman terhadap fasilitas penerbangan sipil menjadi perhatian karena dapat memperluas dampak konflik terhadap masyarakat yang tidak terlibat dalam pertempuran.

MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Rekam Jejak Dukungan terhadap Israel

Reuters, menurut rujukan dalam naskah sumber, melaporkan adanya peringatan dari kelompok Houthi kepada maskapai, pekerja bandara, dan pelancong terkait penggunaan bandara-bandara di Arab Saudi.

Meski demikian, peringatan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa kelompok Houthi bertanggung jawab atas serangan yang dilaporkan menewaskan 12 orang. Penetapan pelaku harus didasarkan pada hasil penyelidikan dan keterangan resmi yang dapat diverifikasi.

Eskalasi konflik juga berpotensi mengganggu jalur penerbangan dan perdagangan regional. Posisi Arab Saudi dalam jaringan transportasi udara internasional serta pasar energi global membuat perkembangan keamanan di negara tersebut dapat berdampak lebih luas.

REAKSI INTERNASIONAL DAN RISIKO BAGI PENERBANGAN SIPIL

Serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan penumpang, pekerja, dan masyarakat umum. Dalam konflik bersenjata, keberadaan fasilitas yang digunakan untuk kepentingan sipil menuntut kehati-hatian dan perlindungan sesuai hukum humaniter internasional.

Naskah sumber menyebut Reuters melaporkan kecaman Sekretaris Jenderal PBB António Guterres terhadap serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga disebut menyampaikan kecaman atas tindakan yang membahayakan warga sipil.

Selain korban jiwa dan luka-luka, ancaman terhadap bandara dapat meningkatkan risiko bagi penerbangan komersial. Serangan rudal dan drone, serta upaya pencegatan di wilayah udara yang terdampak konflik, dapat memengaruhi keputusan maskapai dalam menentukan rute dan jadwal penerbangan.

Situasi ini menegaskan bahwa eskalasi konflik bukan hanya persoalan militer. Dampaknya dapat menjalar ke keselamatan perjalanan, mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan keberlangsungan layanan transportasi sipil.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement