
JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sabtu, 20 Jumadilawal 1448 H / 31 Oktober 2026 M. Front Persaudaraan Islam (FPI) menurunkan baliho promosi konser Andrea Bocelli yang terpasang di depan JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (31/10/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari penolakan terhadap konser penyanyi tenor asal Italia itu, yang dipersoalkan karena dugaan keterlibatannya dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel. Di tengah gelombang penolakan tersebut, promotor Shoemaker Live memastikan konser tetap berlangsung sesuai jadwal.
FPI Tolak Konser atas Dasar Solidaritas Palestina
FPI menyatakan penolakan tersebut bukan semata-mata persoalan penyelenggaraan konser musik, melainkan bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina. Pihak FPI menilai Andrea Bocelli memiliki rekam jejak yang berkaitan dengan dukungan kepada Israel Defense Forces (IDF).
Sikap penolakan ini sejalan dengan pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Surat Pernyataan Sikap Nomor Kep-111/DP-MUI/X/2026. MUI menegaskan bahwa keberatan terhadap konser tersebut tidak didasarkan pada sentimen agama, genre musik, ataupun lirik lagu, melainkan pada pertimbangan kemanusiaan dan solidaritas terhadap Palestina.
Dalam pertimbangannya, MUI mempersoalkan partisipasi Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk IDF di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya dalam sebuah konser di Tel Aviv pada 2022. MUI meminta penyelenggara membatalkan pertunjukan tersebut karena menilai rekam jejak itu tidak sejalan dengan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Aksi Penolakan Meluas ke Sejumlah Daerah
Sebelumnya, FPI bersama sejumlah elemen masyarakat telah menyampaikan penolakan melalui aksi damai di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (30/10/2026). Di Jawa Tengah, sejumlah kelompok juga menyuarakan rencana aksi penolakan di sekitar kawasan Borobudur.
Penolakan terhadap agenda tersebut turut disuarakan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk Muhammadiyah dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Dukungan terhadap sikap MUI juga disampaikan Kementerian Agama (Kemenag).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Prof. Abu Rokhmad, menegaskan dukungannya terhadap sikap MUI dalam persoalan yang bersinggungan dengan norma keagamaan.
“Tentu yang terkait dengan isu keagamaan kami konsisten untuk mendukung pandangan dan saya kira apa namanya sikap yang ditunjukkan oleh Majelis Ulama Indonesia,” ujar Abu Rokhmad.
Dalam unggahan video yang beredar di media sosial, terlihat barisan polisi berada di depan massa di sekitar lokasi pemasangan baliho di JIExpo Kemayoran. Namun, informasi mengenai keseluruhan situasi pengamanan dan tindakan aparat masih memerlukan konfirmasi resmi dari kepolisian.
Promotor Pastikan Konser Tetap Berlangsung
Di tengah penolakan tersebut, Shoemaker Live selaku promotor konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour memastikan pertunjukan Andrea Bocelli di Indonesia tetap diselenggarakan. Konser dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3 November 2026.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas izin, dukungan, dan arahan yang diberikan selama proses penyelenggaraan konser.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses ini, sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman,” kata Prajna dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (28/10/2026).
Ia juga mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat atas terciptanya ruang dialog yang sehat dan situasi kondusif. Menurutnya, keputusan melanjutkan konser telah mempertimbangkan berbagai aspek strategis nasional, khususnya ekosistem pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Prajna mengakui bahwa bagi sebagian masyarakat, konser tersebut memiliki makna lebih dalam daripada sekadar pertunjukan musik. Ia menyatakan pihaknya memahami kepedulian masyarakat terhadap mereka yang menghadapi konflik dan kehilangan serta mendengarkan berbagai pandangan dengan terbuka.
Promotor Klaim Bocelli Membawa Pesan Perdamaian
Pihak promotor menyampaikan bahwa Andrea Bocelli diundang ke Indonesia untuk membawa pesan perdamaian dunia, persatuan, dan persaudaraan. Prajna menyebut Bocelli berdiri di pihak kemanusiaan dan ingin berbagi harapan bagi masyarakat yang hidup di tengah konflik.
“Maestro Bocelli berdiri di pihak kemanusiaan dan ingin berbagi harapan akan perdamaian, khususnya kepada mereka yang saat ini belum dapat merasakannya,” ujar Prajna.
Ia menambahkan, Bocelli diharapkan mendedikasikan satu lagu dalam setiap penampilannya untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia, khususnya bagi anak-anak serta komunitas yang hidup di tengah konflik.
Menurut promotor, pesan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadirkan Bocelli ke Indonesia. Shoemaker Live juga menyatakan keputusan penyelenggaraan konser telah melalui konsultasi dengan pejabat pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.
Andrea Bocelli Foundation dan Komitmen 100 Ribu Sepatu
Sebagai bagian dari penjelasan mengenai kegiatan kemanusiaan Bocelli, Prajna turut menyampaikan peran Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang didirikan pada 2011. Yayasan tersebut disebut mendukung program pendidikan, pengembangan masyarakat, pertukaran budaya, serta bantuan bagi kelompok masyarakat rentan di berbagai belahan dunia.
Program-programnya juga mencakup perluasan akses pendidikan, pengembangan kapasitas, serta pemanfaatan musik dan seni sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
Atas dasar tersebut, Shoemaker Live menyatakan mengundang Bocelli ke Indonesia untuk menyampaikan pesan perdamaian sekaligus menunjukkan solidaritas kepada anak-anak dan masyarakat yang terdampak perang.
Promotor juga mengumumkan kampanye penggalangan dana yang mencakup komitmen menyumbangkan 100.000 pasang sepatu kepada anak-anak di Palestina serta wilayah lain yang terdampak perang. Kampanye tersebut diharapkan menjadi momentum berbagi kepedulian dan membangun kedekatan antarmanusia tanpa memandang latar belakang maupun keyakinan.
Meski demikian, rincian mekanisme penggalangan dana, pihak penerima manfaat, mitra penyaluran, dan realisasi bantuan tersebut masih perlu disampaikan secara transparan kepada publik.
Kontroversi Belum Berakhir
Kepastian konser tetap berlangsung belum mengakhiri perdebatan di tengah masyarakat. Di satu sisi, promotor menekankan manfaat bagi pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, serta pesan perdamaian yang ingin disampaikan melalui pertunjukan. Di sisi lain, MUI, Kemenag, Muhammadiyah, FPI, dan sejumlah elemen masyarakat tetap menyuarakan keberatan berdasarkan pertimbangan solidaritas terhadap Palestina.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan konser tidak hanya menjadi persoalan hiburan dan industri kreatif, tetapi juga bersinggungan dengan tanggung jawab moral, kebijakan pemerintah, dan sikap publik terhadap isu kemanusiaan.

Comment