
JAKARTA, UBN NEWSROOM — Ahad, 21 Jumadilawal 1448 H / 1 November 2026 M.
Ketua Perkumpulan Alumni Jami’ah Islamiyah Madinah (PAJIM), KH Bachtiar Nasir atau Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), mengingatkan para alumni Universitas Islam Madinah agar tidak berdiam diri terhadap persoalan kemanusiaan, khususnya penderitaan rakyat Palestina. Ia kembali menyinggung kontroversi konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang tetap berlangsung meskipun mendapat penolakan dari sejumlah organisasi Islam.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Silaturahmi Nasional PAJIM bertema “Muakhat Madinah” di Jakarta, Ahad (1/11/2026). Di hadapan para ulama, pimpinan pesantren, dan tokoh alumni Madinah, UBN mempertanyakan keputusan penyelenggara yang tetap menggelar konser di tengah kontroversi mengenai rekam jejak dukungan Bocelli terhadap Israel.
“Konsernya jalan. Kita mau ngamuk, salah. Tetapi ini sudah jelas-jelas penistaan terhadap kemanusiaan,” ujar UBN.
Ia menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pertunjukan seni, tetapi juga menyangkut dimensi moral dan kemanusiaan.
“Bukan seni yang mereka bawa,” katanya.
UBN kemudian mengingatkan para alumni Madinah agar berani menyampaikan kebenaran dengan cara yang sesuai syariat Islam.
“Jadi alumni Madinah itu ya sampaikan yang hak. Tentu dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat tanpa harus takut,” tegasnya.
Singgung Genosida dan Baitul Maqdis
UBN mengaitkan kontroversi konser dengan tanggung jawab moral umat Islam terhadap Palestina dan Baitul Maqdis. Menurutnya, solidaritas kemanusiaan tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan dukungan, tetapi harus disertai keberanian menyuarakan keadilan.
“Jadi paling tidak kita sudah suarakan. Dan di forum ini saya kira saya mewakili perasaan teman-teman […] bahwa kita tidak boleh diam terhadap kemanusiaan, terhadap genosida yang mereka dukung dengan berbagai macam cara,” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan kritik UBN terhadap pihak-pihak yang menurut penilaiannya memberikan dukungan terhadap tindakan Israel.
Konser Tetap Berlangsung Meski Ditolak MUI
Konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di kawasan Candi Borobudur, Magelang, tetap berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) malam dan dihadiri ribuan penonton.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah membatalkan konser tersebut dan pertunjukan lanjutan di Jakarta pada 3 November 2026.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mempersoalkan keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Sementara itu, promotor Shoemaker Live mempertahankan penyelenggaraan konser setelah melakukan dialog dengan pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan. Pendiri Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyatakan Bocelli ingin membawa pesan kemanusiaan dan perdamaian melalui pertunjukannya.
Promotor juga mengumumkan rencana donasi 100 ribu pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan wilayah terdampak perang lainnya.
UBN Dorong Alumni Madinah Bersuara

Dalam forum PAJIM, UBN menempatkan kepedulian terhadap Palestina sebagai bagian dari implementasi muakhah atau persaudaraan Islam.
Seruan tersebut melanjutkan gagasan yang disampaikannya dalam pertemuan bersama aktivis dan lembaga kemanusiaan di Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Saat itu, UBN menggagas konvoi damai untuk menyuarakan solidaritas Palestina bertepatan dengan rencana konser Bocelli di Jakarta pada 3 November.
Namun, rute, perizinan, dan teknis penyelenggaraan konvoi belum diumumkan secara resmi.
UBN menegaskan bahwa penyampaian sikap terhadap persoalan kemanusiaan harus dilakukan secara damai dan sesuai syariat. Ia berharap alumni Madinah turut mengambil peran dalam menyuarakan keadilan bagi Palestina.

Comment