SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Home » Investigasi Soroti Donasi Berfasilitas Gift Aid Inggris untuk Perawatan Personel Yahalom Israel

Investigasi Soroti Donasi Berfasilitas Gift Aid Inggris untuk Perawatan Personel Yahalom Israel

LONDON | UBN Newsroom — Selasa, 5 Rabiul Awal 1448 H / 18 Agustus 2026 M.Mekanisme donasi melalui badan amal Inggris menjadi sorotan setelah investigasi media mengungkap dugaan penyaluran dana untuk mendukung program kesehatan mental dan kesejahteraan personel yang terkait dengan Yahalom, unit operasi khusus teknik tempur militer Israel.

Sorotan tersebut berkaitan dengan Yahalom Foundation, yayasan yang didirikan oleh alumni unit Yahalom pada 2015. Yayasan itu secara terbuka menyatakan memberikan dukungan kepada personel Yahalom yang masih aktif maupun cadangan, serta menjalankan program untuk membantu anggota unit yang mengalami trauma akibat pengalaman tempur.

Donasi Inggris dan Mekanisme Gift Aid

Yahalom Foundation menyediakan jalur donasi yang dapat memperoleh manfaat keringanan pajak di Inggris. Pada halaman donasinya, yayasan menyatakan bahwa donasi dari Inggris dapat memperoleh status tax-deductible melalui saluran tertentu.

Di Inggris, mekanisme Gift Aid memungkinkan badan amal mengklaim tambahan 25 pence untuk setiap £1 donasi dari pembayar pajak Inggris yang memenuhi persyaratan. Tambahan tersebut diklaim dari HM Revenue and Customs (HMRC), sehingga nilai yang diterima badan amal menjadi lebih besar tanpa tambahan pembayaran dari donor.

Negosiator Utama Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Dibuka Sebelum Tuntutan Teheran Dipenuhi

Karena itu, istilah yang lebih tepat bukan “pemerintah Inggris membiayai terapi tentara Israel”, melainkan donasi yang disalurkan melalui mekanisme amal Inggris dapat memperoleh tambahan melalui skema Gift Aid.

UK Toremet Tercatat sebagai Badan Amal Inggris

UK Toremet Limited tercatat secara resmi sebagai badan amal di Charity Commission for England and Wales dengan nomor amal 1140972. Data regulator menunjukkan kegiatan utamanya antara lain memperoleh donasi untuk kebutuhan amal tertentu dan memberikan hibah kepada organisasi maupun penerima manfaat. Wilayah operasinya mencakup Inggris dan Wales serta sejumlah negara, termasuk Israel.

Catatan resmi Charity Commission juga menunjukkan UK Toremet masih berstatus aktif dan pelaporan tahunannya tercatat tepat waktu. Untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2025, UK Toremet melaporkan pendapatan sekitar £2,69 juta dan pengeluaran sekitar £2,52 juta.

Yahalom dan Dukungan bagi Personel Tempur

Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS, Kemenhan Tegaskan Kemitraan Tanpa Pangkalan Militer

Yahalom merupakan unit operasi khusus di bawah Combat Engineering Corps militer Israel. Menurut keterangan resmi Yahalom Foundation, unit tersebut memiliki kemampuan khusus dalam penanganan bahan peledak, penghancuran, penanganan terowongan, ranjau, pengintaian teknik, serta operasi pembukaan akses dalam situasi penyanderaan. Unit tersebut dibentuk pada 1995 melalui penggabungan Bomb Disposal Unit dan Yael Reconnaissance Unit.

Yahalom Foundation sendiri menyatakan bahwa seluruh pendapatannya dialokasikan untuk kegiatan sosial yang memberikan manfaat kepada personel IDF, termasuk personel aktif dan cadangan. Program yayasan mencakup dukungan bagi tentara yang menghadapi PTSD dan reaksi stres akibat pertempuran.

Dokumen program yayasan juga menunjukkan adanya program pemulihan pengalaman tempur yang ditujukan kepada lulusan unit Yahalom yang membutuhkan bantuan emosional dan terapi setelah bertugas dalam perang sejak Oktober 2023. Program tersebut mencakup terapi individual dan kelompok serta subsidi layanan terapeutik.

Persoalan Hukum Amal Inggris

Persoalan menjadi sensitif karena Charity Commission Inggris memiliki ketentuan mengenai pemberian bantuan kepada militer asing.

Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Pada Januari 2025, Charity Commission memberikan Official Warning kepada sebuah badan amal Inggris setelah organisasi tersebut menggalang dana untuk seorang tentara Israel. Regulator menyatakan bahwa pemberian bantuan atau perlengkapan militer kepada angkatan bersenjata asing bukanlah tujuan amal yang sah.

Namun, Charity Commission juga menjelaskan bahwa organisasi amal dapat secara hukum membantu orang yang pernah atau sedang menjadi anggota militer asing apabila bantuan tersebut diberikan untuk tujuan amal yang sah, seperti penanganan kemiskinan, penyakit, cedera, atau pendidikan.

Perbedaan ini penting dalam kasus Yahalom. Dukungan kesehatan mental kepada seseorang tidak otomatis menjadi kegiatan ilegal hanya karena penerimanya merupakan personel militer. Persoalan hukumnya bergantung pada tujuan penggunaan dana dan apakah dana tersebut secara langsung mendukung fungsi militer.

Charity Commission Juga Membuka Penyelidikan Lain

Pada Agustus 2026, Charity Commission membuka penyelidikan terhadap delapan badan amal Inggris terkait dugaan penggunaan dana amal untuk aktivitas yang berkaitan dengan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Penyelidikan tersebut bersifat fact-finding untuk mengetahui penggunaan dana, kesesuaiannya dengan tujuan amal, serta apakah diperlukan tindakan regulator.

Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan UK Toremet termasuk dalam delapan badan amal yang sedang diselidiki tersebut. Karena itu, klaim tersebut tidak dimasukkan sebagai fakta dalam berita ini.

Perspektif UBN Newsroom

Amanah Dana dan Batas Kemanusiaan

Kasus ini memperlihatkan pentingnya transparansi ketika dana amal lintas negara digunakan untuk membantu orang yang memiliki hubungan dengan institusi militer.

Bantuan kesehatan mental pada dasarnya merupakan bentuk kepedulian terhadap manusia. Namun, ketika penerima manfaat merupakan personel militer aktif, publik berhak mengetahui secara jelas siapa penerima bantuan, untuk apa dana digunakan, melalui lembaga apa dana disalurkan, dan apakah bantuan tersebut berhenti pada aspek kesehatan dan kesejahteraan atau justru mendukung fungsi militer.

Terlebih, mekanisme Gift Aid melibatkan sistem perpajakan Inggris. Karena itu, setiap badan amal memiliki tanggung jawab untuk memastikan dana yang dihimpun dan digunakan tetap berada dalam tujuan amal yang diakui hukum. Pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan harus dilakukan berdasarkan bukti dan mekanisme hukum, bukan sekadar asumsi politik.

Dalam perspektif Islam, pengelolaan harta merupakan amanah yang harus dilakukan secara jujur, adil, dan tidak merugikan pihak lain.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ

“Dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-haknya.”

(QS. Hud: 85)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa dana yang dipercayakan kepada lembaga, termasuk dana amal dan fasilitas yang bersumber dari sistem perpajakan, harus dikelola secara amanah dan transparan.

Karena itu, persoalan dalam kasus ini bukan sekadar siapa yang menerima bantuan, tetapi juga bagaimana dana dihimpun, kepada siapa disalurkan, untuk tujuan apa digunakan, serta apakah seluruh prosesnya sesuai dengan hukum dan prinsip keadilan.

Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:


BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal
YouTube UBN Newsroom.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement