Jakarta | UBN Newsroom — Ahad, 26 Safar 1448 H / 9 Agustus 2026 M. Objek wisata Gunung Bromo di Jawa Timur ditutup total untuk pengunjung akibat kebakaran yang melanda kawasan tersebut dalam sepekan terakhir ini. Luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 176 hektar. Kobaran Si Jago Merah berpotensi meluas akibat angin kencang.
Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus memastikan keselamatan pengunjung.
ENAM HARI API MEMBAKAR KAWASAN BROMO
Api pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) di Blok Bantengan, kawasan TNBTS. Kebakaran kemudian meluas hingga mengarah ke kawasan Bukit B-29 dan sebagian padang savana Bromo.
Pada Jumat (7/8/2026), BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing untuk memperkuat pemadaman dari udara. Operasi tersebut kemudian dilanjutkan bersama tim darat dan penggunaan drone.
Memasuki hari Sabtu (8/8/2026), kobaran api kembali membesar akibat angin kencang. Petugas juga membuat sekat menggunakan jaring laba-laba untuk menghentikan rambatan api.

LIMA PINTU MASUK DITUTUP TOTAL
Penutupan berlaku di lima pintu masuk kawasan TNBTS, yakni Cemorolawang di Probolinggo, Wonokitri di Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Malang, serta Senduro di Lumajang.
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penutupan dilakukan demi efektivitas pemadaman serta keamanan pengunjung.
“Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan Wisata Bromo dari semua pintu masuk ditutup untuk kunjungan wisata,” kata Rudijanta.
Belum ada kepastian kapan kawasan akan kembali dibuka. Keputusan akan menyesuaikan perkembangan kebakaran dan kondisi di lapangan.
DIDUGA DIPICU PERAPIAN PENDAKI
BB TNBTS menduga kebakaran dipicu aktivitas manusia. Salah satu dugaan sementara adalah perapian yang dibuat orang yang melintas di jalur tradisional Blok Bantengan untuk menghangatkan tubuh.
“Dengan cuaca seperti ini, itu menjadi pemicu kebakaran. Seperti itu yang kami duga sampai saat ini,” ujar Rudijanta.
Ia menegaskan dugaan sementara tersebut mengarah pada faktor ketidaksengajaan, bukan pembakaran yang dilakukan secara sengaja.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman. BB TNBTS belum melakukan investigasi lebih jauh karena fokus utama masih pada pemadaman.

PEMADAMAN DILAKUKAN DARI DARAT DAN UDARA
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan koordinasi dengan BNPB dilakukan sejak awal untuk memperkuat penanganan.
“Sejak hari kedua, saya sudah berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan diperkuat melalui dukungan helikopter water bombing,” kata Khofifah.
Selain dua helikopter, pemadaman diperkuat drone yang mampu membawa sekitar 100–150 liter air setiap penerbangan. Petugas juga melakukan pemadaman manual dan membuat sekat untuk mencegah api semakin meluas.
WISATAWAN DAPAT RESCHEDULE ATAU REFUND
Bagi wisatawan yang telah membeli tiket secara daring untuk periode penutupan, BB TNBTS memberikan opsi penjadwalan ulang maupun pengembalian dana melalui mekanisme yang disediakan pada aplikasi booking online TNBTS.
PERSPEKTIF UBN NEWSROOM | AMANAH MENJAGA ALAM
Kebakaran Bromo menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi bukan hanya berkaitan dengan pariwisata, tetapi juga amanah menjaga lingkungan dan keselamatan manusia.
Penutupan kawasan merupakan langkah preventif yang penting ketika kondisi alam membahayakan pengunjung. Dugaan perapian manusia juga menjadi pengingat bahwa aktivitas kecil di kawasan konservasi dapat menimbulkan dampak ekologis yang besar.
Penanganan perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari pemadaman, perlindungan masyarakat, pemulihan ekosistem, hingga investigasi penyebab setelah kondisi memungkinkan.
Namun, dugaan penyebab kebakaran tetap harus dipandang sebagai informasi sementara hingga terdapat hasil investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
PERSPEKTIF SYARIAH COMPLIANCE | MENJAGA ALAM ADALAH AMANAH
Islam mengajarkan manusia untuk menjaga bumi dan tidak melakukan kerusakan.
Allah SWT berfirman:
«”Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
(QS. Al-A’raf: 56)»
Menjaga hutan dan kawasan konservasi merupakan bagian dari amanah. Setiap aktivitas manusia hendaknya mempertimbangkan keselamatan diri, orang lain, dan kelestarian lingkungan.
Prinsip amanah, ihsan, tidak membahayakan, dan menjaga kemaslahatan umum menjadi landasan penting dalam aktivitas wisata alam.
DUKUNG OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
CATATAN REDAKSI: Penyebab kebakaran masih berstatus dugaan sementara. Belum ada penetapan tersangka maupun hasil investigasi menyeluruh. Luasan sekitar 176 hektare juga belum final karena proses pemadaman masih berlangsung.

Comment