JAKARTA | UBN Newsroom — Nuansa merah putih mulai menghiasi AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sore itu, Jumat (7/8/2026), aktivitas di lingkungan AQL Islamic Center belum berhenti meski salat Ashar berjemaah baru saja selesai. Sejumlah orang justru mulai sibuk mempersiapkan berbagai hiasan merah putih untuk menyambut momentum kemerdekaan.
Dari halaman hingga bagian depan bangunan, kain merah putih mulai dipasang pada sejumlah bagian gedung. Warna merah dan putih berpadu dengan ornamen bangunan sehingga menghadirkan suasana yang lebih semarak dibandingkan hari-hari biasanya.
Kesibukan juga terlihat di sisi jalan. Sejumlah orang bahu-membahu memasang kain bernuansa merah putih pada sebuah pohon besar. Dengan menggunakan tangga lipat, mereka menjangkau bagian batang yang lebih tinggi, sementara beberapa lainnya membantu dari bawah.

Balutan kain merah putih tersebut membuat pepohonan yang biasanya tampil natural ikut menjadi bagian dari dekorasi kemerdekaan. Bendera dan ornamen merah putih juga mulai menghiasi sejumlah sudut lingkungan AQL Islamic Center.
Di tengah aktivitas tersebut, Pimpinan AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir, turut terlibat dalam persiapan. Ia terlihat memandu kaum ibu yang sedang menyiapkan berbagai perlengkapan dekorasi.
Sesekali, gelak tawa terdengar di sela-sela aktivitas. Suasana berlangsung hangat dan akrab. Ada yang menata kain, menyiapkan perlengkapan, hingga memastikan dekorasi dapat terpasang dengan baik.
Pembagian tugas berjalan secara alami. Tidak terlihat suasana yang kaku. Semua bergerak bersama dalam semangat gotong royong untuk memperindah lingkungan menyambut hari kemerdekaan.
Menariknya, seluruh persiapan tersebut dilakukan setelah pelaksanaan salat Ashar berjemaah. Aktivitas ibadah kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersama menghias lingkungan.
Pertemuan antara suasana keagamaan dan semangat kebangsaan itu menjadi pemandangan tersendiri di AQL Islamic Center. Merah putih tidak hanya hadir melalui bendera, tetapi juga menghiasi gedung, pepohonan, dan sisi jalan di sekitar lingkungan pusat kegiatan umat tersebut.
Menjelang HUT ke-81 RI, AQL Islamic Center perlahan bersolek. Kesederhanaan dekorasi justru menghadirkan pesan tentang bagaimana kemerdekaan dapat dirayakan melalui kebersamaan.
Dari tangga lipat, tangan-tangan yang memasang kain, hingga gelak tawa kaum ibu yang menyiapkan perlengkapan, semuanya menjadi bagian dari suasana menyambut 81 tahun Indonesia.
Perspektif UBN Newsroom
Peringatan kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar dan seremoni. Semangat kebangsaan juga dapat tumbuh dari lingkungan terkecil melalui gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Apa yang berlangsung di AQL Islamic Center menunjukkan bahwa aktivitas keagamaan dan kecintaan terhadap bangsa dapat berjalan berdampingan. Setelah melaksanakan ibadah berjemaah, masyarakat bersama-sama mengambil bagian dalam mempersiapkan lingkungan menyambut hari kemerdekaan.
Merah putih akhirnya bukan sekadar dekorasi, tetapi menjadi simbol kebersamaan yang dirawat melalui kerja bersama.
Perspektif Compliance Islam
Islam mengajarkan pentingnya kerja sama dalam kebaikan dan kemaslahatan. Gotong royong dalam menjaga kebersihan, memperindah lingkungan, serta membangun kebersamaan masyarakat merupakan bentuk aktivitas sosial yang dapat bernilai kebaikan apabila dilakukan dengan niat yang benar dan tidak bertentangan dengan syariat.
Allah SWT berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Semangat kebersamaan juga sejalan dengan nilai ukhuwah dan kepedulian sosial. Lingkungan masjid dan pusat kegiatan umat dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan bangsa.
Dengan demikian, menyambut momentum kemerdekaan melalui kegiatan yang sederhana, tertib, dan penuh kebersamaan dapat menjadi sarana memperkuat persatuan selama tetap menjaga nilai-nilai Islam.*

Comment