MANGGARAI TIMUR | UBN Newsroom — Jumat, 8 Rabiul Awal 1448 H / 21 Agustus 2026 M.
Founder Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali (41 tahun), atau yang akrab disapa Bang Jek, meninggal dunia setelah mengantarkan bantuan bagi penyintas gempa di Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).
Bang Jek wafat sekitar pukul 16.10 Wita ketika tengah menjalankan misi kemanusiaan bersama tim relawan di wilayah terdampak gempa.
Tumbang Setelah Mengantarkan Bantuan
Informasi mengenai wafatnya Bang Jek disampaikan Ibnu Syafaat, relawan AQL Humanity yang berada satu mobil bersama almarhum.
Syafaat menuturkan, Bang Jek baru saja selesai menyalurkan bantuan kepada para penyintas gempa di Satar Padut. Setelah itu, ia kembali duduk di belakang kemudi untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah Waso.
Namun, perjalanan baru berlangsung beberapa meter ketika Bang Jek tiba-tiba menghentikan kendaraan.
Ia sempat mengucapkan, “Astaghfirullah,” sebelum kemudian tumbang di dalam kendaraan.
“Tiba-tiba mobil berhenti. Bang Jek tumbang setelah sempat berkata astagfirullah,” kata Syafaat.
Syafaat bersama dua orang lainnya yang berada di dalam kendaraan langsung memberikan pertolongan pertama. Mereka juga berupaya meminta bantuan warga yang melintas di sekitar lokasi.
Upaya Pertolongan Medis
Bang Jek kemudian dibawa menuju posko kesehatan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tim medis segera memberikan pertolongan, termasuk melakukan tindakan resusitasi jantung dan memberikan oksigen.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa Bang Jek. Dokter di posko kesehatan kemudian menyatakan Ahmad Zaki Ali telah meninggal dunia.
Hingga saat ini, penyebab medis wafatnya Bang Jek belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Karena itu, dugaan mengenai penyebab kematian tidak dapat disimpulkan hanya dari kronologi kejadian di lapangan.
Wafat di Tengah Misi Kemanusiaan
Sebelum wafat, Bang Jek diketahui tengah berada di Manggarai Timur untuk menjalankan misi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Aktivitasnya membantu penyintas di wilayah Satar Padut juga terdokumentasi melalui unggahan pada pertengahan Agustus 2026.
Kepergiannya meninggalkan duka bagi sesama relawan dan masyarakat yang berada di lokasi bencana. Bang Jek wafat ketika sedang menjalankan ikhtiar membantu warga yang membutuhkan bantuan setelah bencana.
Perspektif UBN Newsroom
Ketika Kemanusiaan Menjadi Jalan Pengabdian
Kepergian Ahmad Zaki Ali di tengah misi kemanusiaan menjadi pengingat bahwa membantu sesama merupakan amal yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Namun, kehidupan dan kematian tetap berada dalam ketetapan Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Islam juga mengajarkan pentingnya membantu orang yang berada dalam kesulitan. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang Muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari Kiamat.” (HR. Muslim)
Bang Jek meninggalkan catatan pengabdian di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Bagi keluarga dan rekan-rekan yang ditinggalkan, semoga kepergiannya menjadi pengingat bahwa kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak pernah sia-sia di sisi Allah.
Semoga Allah SWT mengampuni almarhum Ahmad Zaki Ali, menerima amal kebaikannya, melapangkan tempat peristirahatannya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga dan seluruh sahabat yang ditinggalkan.
Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment