Advertisement
Uncategorized
Home » Selamat Ginting Desak Lingkaran Listyo Sigit Menyerahkan Diri

Selamat Ginting Desak Lingkaran Listyo Sigit Menyerahkan Diri

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Jumat, 26 Jumadilawal 1448 H / 6 November 2026 M.

Pengamat politik dan pertahanan Selamat Ginting menyerukan pihak-pihak yang disebut berada dalam lingkaran mantan Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo agar menyerahkan diri. Ia juga meminta pengawasan bandara dan keimigrasian diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan pihak-pihak yang dituding terlibat dalam dugaan makar meninggalkan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Selamat dalam diskusi SAJID Friday Morning Talk bertajuk “Penyadapan LSP, Makar, dan Masa Depan Gibran” di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026). Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID), KH Bachtiar Nasir, sebagai moderator.

Desakan Penyerahan Diri dan Dugaan Penyadapan

Dalam forum tersebut, Selamat meminta pihak-pihak yang disebutnya berada dalam lingkaran Listyo Sigit untuk tidak melarikan diri dan segera menyerahkan diri.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Deklarasikan Lima Tuntutan Kebangsaan

“Orang yang menjadi lingkaran dari Listyo Sigit Prabowo, menyerahlah. Mundur saja. Anda tidak bisa lagi melarikan diri. Semua sudah terdeteksi Anda sedang di mana atau mau ke mana,” kata Selamat.

Ia juga meminta aparat memperketat pengawasan di bandara dan pintu keimigrasian. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan pihak-pihak yang dituding terlibat dalam persoalan tersebut meninggalkan Indonesia.

Selamat mengaitkan dugaan penyadapan dengan persoalan yang lebih luas, termasuk dugaan penyalahgunaan kewenangan dan sabotase terhadap kepentingan negara. Ia menuding adanya keterlibatan sejumlah jenderal polisi, oligarki, dan petualang politik.

“Pengkhianatan terhadap bangsa dan negara yang dilakukan oleh para jenderal polisi bekerja sama dengan oligarki bersama dengan petualang-petualang politik,” ujarnya.

Namun, tudingan mengenai keterlibatan sejumlah jenderal polisi, oligarki, maupun dugaan aliran dana tersebut masih merupakan pernyataan Selamat dalam forum diskusi dan memerlukan pembuktian serta verifikasi lebih lanjut.

Aksi Rakyat Bela Indonesia Dihadiri Ribuan Massa, UBN Soroti Penyadapan dan Oligarki

Ia juga menyebut dugaan penyadapan tidak hanya menyasar kepala negara, tetapi juga sejumlah pejabat tinggi negara, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, media massa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pengamat.

Menurut Selamat, penggunaan perangkat negara untuk kepentingan di luar kewenangan dapat mengarah pada tindakan sabotase.

“Ketika dilakukan untuk tujuan-tujuan tidak baik, ini kan artinya sabotase,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bachtiar Nasir mempertanyakan kemungkinan adanya penguasaan data negara dan upaya menghambat program pemerintah melalui dugaan penyalahgunaan perangkat penyadapan.

Selamat menilai kemungkinan sabotase terhadap program negara perlu mendapat perhatian. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap diperlukan selama disampaikan melalui jalur konstitusional.

Hujan Deras Picu Banjir di Kamp Pengungsian Gaza, PBB Serukan Bantuan

“Kalau kita tidak setuju dengan beberapa program pemerintah, artinya harus kita kritisi. Tapi kalau ada tujuan lain, ya enggak bisa,” ujarnya.

Selamat Ginting Minta Gibran Mundur

Selain membahas dugaan penyadapan dan makar, Selamat juga meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya.

Ia bahkan menyerukan agar mantan Presiden Joko Widodo membantu putranya menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau perlu di Jumat, hari Jumat ini, Jokowi membantu Gibran menghadap presiden buat surat pengunduran diri. Lebih baik,” kata Selamat.

Selamat juga memperingatkan kemungkinan munculnya demonstrasi massa yang menyasar sejumlah lokasi, termasuk kantor partai politik, Solo, dan Istana Wakil Presiden apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Ia turut menyinggung polemik politik dinasti keluarga Jokowi serta menyampaikan tudingan mengenai dugaan keterkaitan mantan presiden tersebut dengan aktivitas penyadapan. Pernyataan tersebut merupakan pandangan Selamat yang belum dibuktikan.

Sementara itu, Bachtiar Nasir mengingatkan pentingnya kewaspadaan para pemangku amanah di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ia menilai dugaan keberadaan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut perlu diperhatikan agar tidak mengganggu rantai komando institusi negara.

Menutup pernyataannya, Selamat mengajak masyarakat tetap bersatu dan mendukung langkah negara dalam menangani persoalan tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konflik internal maupun perbedaan politik.

“Kita menyatu saja. Tunduk dan patuh apa kata komando negara karena kita sedang berhadapan dengan pengkhianat negara,” ujarnya.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement