Ekonomi
Home » KRISIS RUPIAH DAN ALARM KEDAULATAN EKONOMI NASIONAL

KRISIS RUPIAH DAN ALARM KEDAULATAN EKONOMI NASIONAL

JAKARTA, UBN Newsroom – Sebuah alarm keras berbunyi bagi perekonomian nasional di tengah gejolak geopolitik global yang kian memanas. Berdasarkan pantauan pasar pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026 (26 Dzul Qodah 1447 H), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat resmi terperosok ke angka psikologis baru yang mengkhawatirkan, yakni Rp17.556.Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui pernyataan resminya telah memvalidasi bahwa pelemahan ini bukan lagi sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan indikasi bahwa tekanan ekonomi global telah memasuki fase yang jauh lebih serius.

Respon Otoritas: Mitigasi Fiskal di Tengah Ketidakpastian

Dalam konferensi pers darurat, otoritas legislatif mengakui bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah menuntut antisipasi segera agar tidak memicu efek domino yang merusak stabilitas nasional.

  • Aksi Strategis: DPR dijadwalkan segera membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai instrumen membendung tekanan ekonomi.
  • Target Proteksi: Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas agar penurunan nilai mata uang tidak merusak kurs harga energi, menekan biaya impor, hingga menghancurkan daya beli masyarakat.
  • Validasi Krisis: DPR menegaskan bahwa dampak pelemahan ini sudah mulai menyentuh sektor-sektor vital ekonomi nasional secara terbuka.

Pages: 1 2 3

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *