JAKARTA | UBN Newsroom — Selasa,5 Rabiul awal 1448 H/18 Agustus 2026 M.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan minat untuk memiliki saham Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Danantara Investment Management (DIM), seiring proses demutualisasi bursa yang tengah dipersiapkan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, minat tersebut telah disampaikan Danantara melalui DIM. Namun, besaran kepemilikan belum ditentukan dan masih menunggu aturan teknis mengenai demutualisasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir sebelumnya menyampaikan bahwa pembahasan demutualisasi masih berlangsung bersama OJK dan jajaran direksi BEI. Regulasi teknis tersebut ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

Demutualisasi merupakan perubahan struktur kepemilikan dan tata kelola bursa dari model yang berbasis anggota bursa menuju struktur kepemilikan yang memungkinkan pihak lain menjadi pemegang saham. Pemerintah mendorong langkah tersebut sebagai bagian dari reformasi pasar modal agar BEI semakin kredibel dan berstandar global.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa demutualisasi diharapkan membawa pasar modal Indonesia menuju standar dunia dan menjadikannya salah satu pasar modal terbesar secara global.
Danantara sendiri menyambut proses demutualisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola, transparansi, dan pendalaman pasar modal Indonesia. Lembaga tersebut menilai penguatan governance penting untuk meningkatkan kepercayaan investor dan menciptakan ekosistem pasar yang lebih sehat.
Dengan demikian, masuknya Danantara ke dalam struktur kepemilikan BEI bukan sekadar persoalan investasi. Langkah tersebut juga berkaitan dengan arah transformasi kelembagaan pasar modal Indonesia dan upaya memperkuat posisi bursa nasional di tengah persaingan pasar keuangan global.
Perspektif UBN Newsroom
Pasar Modal sebagai Instrumen Kedaulatan Ekonomi
UBN Newsroom memandang perkembangan demutualisasi BEI dan rencana keterlibatan Danantara sebagai bagian dari agenda yang lebih besar: membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Pasar modal bukan sekadar tempat transaksi saham. Ia merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mobilisasi modal, pembiayaan dunia usaha, dan pengembangan aset produktif.
Karena itu, penguatan pasar modal nasional harus diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian dan masyarakat, bukan hanya memperbesar aktivitas transaksi finansial.
Kehadiran institusi negara seperti Danantara dapat menjadi instrumen strategis apabila disertai tata kelola yang kuat, transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap kepentingan publik.
Amanah dalam Mengelola Kekayaan Publik
Dalam perspektif Islam, pengelolaan kekayaan dan kewenangan bukan sekadar persoalan efisiensi. Ia merupakan amanah yang harus dijalankan dengan keadilan dan tanggung jawab.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
QS. An-Nisa [4]: 58
Ayat ini memberikan prinsip penting bagi setiap pengelolaan amanah: amanah dan keadilan harus berjalan bersama.
Karena itu, transformasi pasar modal harus memastikan adanya tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan, keterbukaan informasi, pencegahan benturan kepentingan, serta mekanisme pengawasan yang kuat.
Dalam konteks ini, demutualisasi tidak cukup dinilai dari siapa yang menjadi pemegang saham BEI. Yang lebih penting adalah bagaimana struktur baru tersebut menjaga integritas, independensi, transparansi, dan kemaslahatan pasar.
Dari Penguasaan Aset Menuju Kemanfaatan
UBN melihat kedaulatan ekonomi bukan semata-mata tentang seberapa besar aset berada di bawah pengelolaan negara, tetapi tentang seberapa besar aset tersebut mampu menghasilkan kemanfaatan bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan bangsa.
Karena itu, penguatan BEI perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas perusahaan nasional, perluasan akses pembiayaan, perlindungan investor, dan pembangunan ekonomi produktif.
Jika dikelola dengan amanah, pasar modal dapat menjadi salah satu instrumen pembiayaan pembangunan. Namun apabila tata kelolanya lemah, konsentrasi kepemilikan dan kekuasaan finansial justru dapat melahirkan persoalan baru.
Maka, kedaulatan ekonomi harus dibangun di atas tata kelola yang berintegritas.
Dukungan Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang membaca berbagai perkembangan bangsa dari perspektif kepentingan umat, kemaslahatan publik, dan nilai-nilai Islam.
Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang menghadirkan kebenaran yang teruji dan narasi yang berakar pada wahyu.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti UBN Newsroom untuk mendapatkan informasi dan analisis strategis mengenai umat, bangsa, ekonomi, kebijakan publik, dan peradaban.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment