UBN NEWSROOM – Pertemuan puncak (summit) yang berlangsung selama tiga hari antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, resmi berakhir hari ini, 15 Mei 2026. Pertemuan yang disebut-sebut sebagai salah satu titik krusial dalam geopolitik abad ini menghasilkan sejumlah transaksi ekonomi besar, namun gagal meredakan kecurigaan mendalam terkait kedaulatan wilayah Taiwan.
Kemegahan di Tengah Ketegangan
Rangkaian acara mencapai puncaknya pada 14 Mei 2026 pukul 10.00 pagi waktu setempat. China menggelar karpet merah dan upacara penyambutan megah di Great Hall of the People. Diiringi lagu kebangsaan kedua negara dan inspeksi pasukan kehormatan People’s Liberation Army (PLA), kedua pemimpin tampak bersalaman dengan latar belakang 300 anak sekolah yang melambaikan bendera.Dalam pidato pembukaannya, Presiden Xi menekankan pentingnya harmoni. “Keluarga besar kita harus menjadi mitra (partners), bukan rival,” ujarnya. Namun, atmosfir di ruang pertemuan tertutup berbicara lain. Pertemuan berlangsung selama dua jam lebih lama dari jadwal asli, menandakan adanya perdebatan alot terkait agenda keamanan internasional.

Comment