Cuan di Atas Meja: Kedelai, Minyak, dan Chip
Delegasi ekonomi kedua negara berhasil mengamankan sejumlah kesepakatan yang memberikan nafas lega bagi pasar global:
- Energi & Pangan: China sepakat meningkatkan impor kedelai dan minyak mentah dari AS secara signifikan. Di sisi lain, China menunjukkan minat kuat untuk membeli minyak Amerika sebagai alternatif keamanan energi di tengah memanasnya konflik AS-Iran.
- Investasi: Pemerintah China akan mendorong investasi AS di sektor infrastruktur energi tertentu.
- Teknologi: Meski tidak ada perubahan radikal, ekspor chip tetap menjadi komoditas utama. Tercatat, nilai ekspor pasca-pertemuan ini diprediksi naik hingga 11,3%.Menariknya, rombongan Trump kali ini didampingi oleh raksasa teknologi. CEO NVIDIA, Jensen Huang, serta tokoh-tokoh utama dari sektor otomotif dan teknologi seperti Elon Musk, turut hadir untuk memastikan jalur rantai pasok global tetap terbuka.
Ganjalan Taiwan: “Stabilitas Semu”
Isu Taiwan tetap menjadi wilayah paling sensitif. China tetap pada pendiriannya bahwa Taiwan adalah wilayah kedaulatannya. Sebaliknya, AS di bawah Trump menunjukkan paradoks diplomasi: mengajak berdamai, namun tetap mendorong penjualan senjata ke Taiwan.
Analisis dari UBN Newsroom melihat fenomena ini sebagai strategi “pura-pura menjaga stabilitas”. AS berupaya menenangkan China demi ekonomi domestik, namun di saat yang sama memperkuat pertahanan Taiwan sebagai benteng pertahanan di Pasifik. Hingga Trump meninggalkan Beijing, tidak ada kesepakatan baru maupun negosiasi lanjutan terkait status kedaulatan Taiwan.

Comment