Gaya Hidup
Home » Di Tengah Persiapan Piala AFF, Pemain Muslim Timnas Thailand Tetap Tunaikan Shalat

Di Tengah Persiapan Piala AFF, Pemain Muslim Timnas Thailand Tetap Tunaikan Shalat

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sebuah momen sederhana namun sarat makna dari pemusatan latihan Tim Nasional Thailand menjelang ASEAN Hyundai Cup 2026 (Piala AFF) menarik perhatian publik. Salah seorang pemain muslim Thailand, Che Hanafi Mama, terlihat tetap menunaikan salat dengan menggunakan sebuah handuk sebagai alas di area sekitar lapangan latihan.

Dokumentasi momen tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan menuai apresiasi dari banyak warganet. Di tengah padatnya jadwal latihan serta persiapan menghadapi turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara, Hanafi tetap melaksanakan kewajiban salat sebagai seorang muslim.

Che Hanafi Mama merupakan salah satu pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Thailand pada ASEAN Hyundai Cup 2026. Tim Gajah Perang datang ke turnamen ini dengan target meraih prestasi terbaik melalui perpaduan pemain muda dan senior dalam skuadnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan apakah salat tersebut dilakukan tepat di sela-sela latihan, sebelum latihan, maupun setelah latihan. Demikian pula, tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan penggunaan handuk sebagai alas salat. Oleh karena itu, UBN Newsroom hanya menyampaikan fakta yang dapat diverifikasi dari dokumentasi yang beredar dan informasi resmi mengenai skuad Timnas Thailand.

Dalam Islam, penggunaan sajadah bukanlah syarat sah salat. Seorang muslim diperbolehkan menggunakan kain, handuk, pakaian, atau alas lain yang bersih dan suci sebagai tempat bersujud. Yang menjadi syarat adalah terpenuhinya ketentuan syariat, seperti menjaga kesucian, menutup aurat, menghadap kiblat semampunya, serta melaksanakan rukun dan syarat salat.

Jelang HUT Ke-81 RI, AQL Islamic Center Bersolek dengan Nuansa Merah Putih

Momen ini menjadi pengingat bahwa kesibukan, tuntutan profesi, maupun keterbatasan fasilitas tidak semestinya menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT. Justru di tengah aktivitas yang padat, seorang muslim dituntut untuk tetap menjaga hubungan dengan Rabb-nya.

Perspektif UBN Newsroom

Di era ketika prestasi sering dijadikan ukuran utama keberhasilan, momen yang ditunjukkan Che Hanafi Mama menghadirkan pesan yang lebih mendalam. Profesionalisme dan ketaatan kepada Allah bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Seorang atlet dapat mengejar kemenangan di lapangan sekaligus tetap menjaga kemenangan yang lebih besar, yaitu ketaatan kepada Rabb semesta alam.

Sebuah handuk yang dibentangkan di atas tanah menjadi pengingat bahwa kemuliaan ibadah tidak ditentukan oleh kemewahan fasilitas, melainkan oleh ketulusan hati dalam memenuhi panggilan Allah. Kesempatan salat tidak selalu datang dalam kondisi yang ideal, tetapi seorang mukmin akan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunaikan kewajibannya.

Semoga Allah SWT menjaga keistiqamahan seluruh kaum muslimin dalam menegakkan salat di mana pun mereka berada, baik di tempat kerja, di medan dakwah, di ruang pendidikan, maupun di arena olahraga.

Lukman Hakim Saifuddin: Muktamar NU Harus Jaga Izzah, Hindari Politik Uang dan Voting

Perspektif Syariah Compliance

Islam merupakan agama yang memberikan kemudahan tanpa mengurangi nilai ketaatan. Allah SWT berfirman:

“Peliharalah semua salat(mu), dan peliharalah salat Wustha. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238).

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Dijadikan bagiku bumi sebagai masjid (tempat salat) dan alat bersuci.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Indonesia Kembali Gagal di Piala AFF 2026

Hadis ini menjadi dasar bahwa seluruh permukaan bumi yang suci dapat dijadikan tempat salat. Oleh sebab itu, penggunaan sajadah bukan merupakan syarat sah salat. Kain, handuk, pakaian, atau alas lain yang bersih dapat digunakan sebagai tempat bersujud apabila diperlukan.

Prinsip tersebut mencerminkan syariah compliance, yaitu kepatuhan terhadap ketentuan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Seorang muslim yang sedang bekerja, bertugas, bepergian, maupun berlatih tetap berkewajiban menjaga salat sesuai kemampuannya dengan tetap memenuhi syarat dan rukun ibadah.

Momen Che Hanafi Mama mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap syariat tidak berhenti di masjid, tetapi harus hadir dalam seluruh aktivitas kehidupan. Prestasi dunia adalah nikmat, namun menjaga hubungan dengan Allah melalui salat tetap menjadi prioritas utama bagi setiap muslim.*

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *