MANGGARAI | UBN Newsroom — Senin, 4 Rabiul Awal 1448 H / 17 Agustus 2026 M.Tim relawan AQL Humanity turun langsung membantu penyintas gempa bumi di Desa Bulan, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad (16/8/2026).
Kedatangan tim AQL Humanity disambut antusias oleh warga yang sejak gempa mengguncang wilayah Flores masih bertahan di tenda-tenda darurat. Para penyintas mendatangi lokasi penyaluran untuk menerima bantuan yang dibawa para relawan.
Seorang warga mengungkapkan, hingga memasuki hari kedua pascagempa, bantuan belum diterima warga di lokasi tersebut.“Belum ada bantuan masuk,” ujar warga kepada tim relawan.

AQL Humanity Salurkan Makanan Siap Santap
AQL Humanity kemudian menyalurkan bantuan makanan siap santap berupa roti dan sosis kepada para penyintas. Bantuan tersebut diberikan karena warga belum memungkinkan membuka dapur umum maupun memasak secara mandiri.Kondisi di lokasi pengungsian masih memprihatinkan. Aliran listrik dilaporkan padam sejak gempa pertama terjadi. Warga terpaksa bertahan di area terbuka dengan penerangan terbatas yang sebagian berasal dari lampu kendaraan.Dalam kondisi tersebut, makanan siap santap menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi warga yang masih bersiaga di tenda darurat untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Kehadiran relawan AQL Humanity diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas sekaligus menjadi dukungan bagi warga yang masih menghadapi situasi tanggap darurat.

Perspektif UBN Newsroom
Solidaritas yang Hadir di Tengah Bencana*Kondisi penyintas di Desa Bulan menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi.
Setelah warga meninggalkan rumah, kebutuhan dasar seperti makanan, penerangan, tempat berlindung, dan rasa aman menjadi bagian penting dalam masa tanggap darurat.
Kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi bentuk solidaritas yang nyata. Bantuan makanan siap santap mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang belum dapat memasak secara mandiri, bantuan tersebut menjadi kebutuhan yang sangat berarti.
Bencana juga mengingatkan bahwa kelompok masyarakat yang berada jauh dari pusat penanganan membutuhkan perhatian agar tidak tertinggal dalam distribusi bantuan.Karena itu, respons kemanusiaan perlu dilakukan secara cepat, tepat sasaran, terkoordinasi, dan tetap memperhatikan kondisi kelompok rentan.
Menolong Sesama adalah Amanah
Islam mengajarkan umatnya untuk saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.”(QS. Al-Ma’idah [5]: 2)
Ayat tersebut menjadi landasan bahwa membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan bagian dari ta’awun dalam kebaikan.
Dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, bantuan kepada penyintas juga berkaitan dengan ḥifẓ al-nafs atau penjagaan jiwa. Menyediakan makanan, tempat berlindung, penerangan, dan kebutuhan dasar merupakan ikhtiar untuk menjaga keselamatan manusia dalam kondisi darurat.Bencana mungkin tidak dapat sepenuhnya dihindari, tetapi kepedulian dan solidaritas dapat membantu meringankan penderitaan para penyintas.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui:
BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
Penulis: Tim UBN Newsroom

Comment