JAKARTA | UBN Newsroom — Senin, 4 Rabiulawal 1448 H / 17 Agustus 2026 M.
Program 81.000 Kebaikan diwujudkan melalui kegiatan Tebus Murah Sembako dan Makan Gratis di Aula Maqdisi AQL, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Kedaulatan Pangan untuk Ketangguhan Bangsa tersebut mempertemukan masyarakat, pemerintah wilayah, relawan, donatur, dan penerima manfaat dalam satu ruang silaturahmi dan kepedulian sosial.
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah wilayah, termasuk camat dan lurah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, ulama, dan masyarakat tersebut.
Pemerintah wilayah berharap keberadaan para ulama dan kegiatan yang menghadirkan banyak orang dalam kebaikan dapat terus menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
«“Semoga dengan banyaknya ulama, urusan kewilayahan ini aman. Pada kesempatan hari ini, ini tempat kita bersilaturahmi, menguatkan jiwa dan hati kita. Jangan sampai jauh-jauh dari kumpulan orang baik ini. Kita doakan senantiasa tingkatkan langkahnya untuk terus berbuat kebaikan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan pemerintah wilayah.»
Masyarakat kemudian menerima makan siang serta mengikuti penyaluran sembako murah. Kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran program secara simbolis sebelum memasuki tahap realisasi kepada penerima manfaat.
Dalam sambutannya, KH. Bachtiar Nasir menekankan pentingnya membangun kepedulian dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kegiatan berbagi makanan yang telah dilakukan secara rutin di sekitar Tebet merupakan upaya menghadirkan ruang bagi masyarakat, khususnya para pejuang nafkah, untuk mendapatkan makanan dengan harga terjangkau.
«“Mudah-mudahan harusnya bisa setiap hari buat para pejuang-pejuang nafkah. Alhamdulillah, di tengah situasi seperti ini kita berbagi,” ujar KH. Bachtiar Nasir.»

Program tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Ketika bencana terjadi di Nagekeo, tim bantuan segera dipersiapkan dan bergerak menuju lokasi untuk mendukung masyarakat terdampak.
«“Namun takdirnya, ada bencana di NTT. Peristiwanya di Nagekeo. Ada peristiwa juga pagi malamnya kami langsung bersiap untuk memberangkatkan,” katanya.»
KH. Bachtiar Nasir mengatakan lebih dari 81 ribu paket telah dibagikan di berbagai titik. Ia menegaskan gerakan tersebut tidak boleh berhenti hanya karena momentum kemerdekaan telah berlalu.
«“Jangan sampai setelah kemerdekaan, kemudian selesai. Mudah-mudahan kita bisa lanjutkan terus,” ujarnya.»
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung program tersebut. Menurutnya, kolaborasi masyarakat perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan dan cita-cita Indonesia menuju swasembada pangan.
«“Kalau Indonesia ini pangannya kuat, ini yang disebut soft power barangkali kalau bahasa TNI Polrinya. Sehingga kalau rakyatnya kenyang, insya Allah nggak gampang diprovokasi lagi,” katanya.»
Bagi KH. Bachtiar Nasir, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya makanan, tetapi juga dengan ketahanan bangsa. Masyarakat yang kebutuhan dasarnya terpenuhi memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar menghadirkan kepedulian sosial sekaligus membangun kesadaran bahwa kedaulatan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM
Berbagi Pangan, Menguatkan Ketahanan Bangsa
UBN Newsroom memandang 81.000 Kebaikan bukan sekadar kegiatan pembagian makanan dan sembako. Gerakan ini memperlihatkan bagaimana kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dapat menjadi bagian dari ikhtiar membangun ketahanan sosial dan kedaulatan pangan.
Dalam perspektif peradaban, pangan merupakan fondasi kehidupan. Bangsa yang mampu memastikan rakyatnya memperoleh kebutuhan dasar secara layak memiliki fondasi sosial yang lebih kuat untuk tumbuh dan menghadapi berbagai tekanan.
Dakwah yang Hadir melalui Kemanfaatan
Bagi UBN Newsroom, dakwah juga dapat hadir melalui tindakan nyata. Memberi makan, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan bergerak ketika bencana terjadi merupakan bentuk kepedulian yang menghadirkan kemanfaatan secara langsung.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dan terima kasih dari kamu.”
QS. Al-Insan [76]: 8–9
Ayat tersebut mengingatkan bahwa memberi makan sesama bukan hanya persoalan sosial, tetapi dapat menjadi amal ketika dilakukan dengan keikhlasan karena Allah.
Karena itu, semangat berbagi perlu terus dijaga agar tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.
Dari Kepedulian Menjadi Kekuatan
Program 81.000 Kebaikan juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah wilayah, relawan, lembaga sosial, dan para donatur.
Ketika kepedulian terhubung dalam kerja yang terkoordinasi, bantuan tidak hanya meringankan kebutuhan hari ini, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh.
RUANG DUKUNGAN DAKWAH & JURNALISME PERADABAN
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang merekam ikhtiar umat, kemanusiaan, kebangsaan, serta gerakan yang menghadirkan kemaslahatan.
Dukungan terhadap operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kerja-kerja informasi yang berpihak pada kebenaran dan kemaslahatan.
Dukungan dapat disalurkan melalui:
BSI
7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban dapat diikuti melalui kanal YouTube UBN Newsroom.
UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment