MADIUN | UBN Newsroom — Ahad, 15 Rabiul Akhir 1448 H / 27 September 2026 M.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat transaksi sebesar Rp5,7 miliar dalam penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah 2026 di Kota Madiun, Jawa Timur. Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga menghasilkan kesepakatan dagang internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ekspor dengan mitra dari Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, expo ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi UMKM lokal sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Expo Madiun Catat Perputaran Uang Rp5,7 Miliar
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasinya saat mengikuti rangkaian agenda Sa’i Walk and Run di Stadion Wilis, Kota Madiun, Ahad (27/9/2026).
“Alhamdulillah, hari ini saya di Madiun bersama Pak Plt Wali Kota Madiun, Dirut Bank Jatim, semuanya telah bekerja sama untuk menyelenggarakan Expo Haji dan Umrah tahun 2026,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan panitia, transaksi di dalam area pameran mencapai Rp5,7 miliar. Angka tersebut belum mencakup perputaran ekonomi di luar lokasi, termasuk peningkatan okupansi hotel, transportasi, dan sektor lainnya.
“Laporan dari panitia, transaksi perputaran uang di dalam area pameran ini saja mencapai Rp5,7 miliar. Sementara perputaran yang di luar belum kita hitung, termasuk peningkatan okupansi hotel, transportasi, dan sektor lainnya,” terang Menhaj.
MoU Ekspor ke Arab Saudi Dibuka Melalui Business Matching
Selain transaksi langsung, Kemenhaj memfasilitasi kesepakatan dagang internasional melalui kegiatan business matching yang mempertemukan eksportir dari Indonesia dengan importir dari Arab Saudi.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pihak telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengirimkan produk Indonesia ke pasar Arab Saudi.
“Dalam business matching kemarin, kita sudah ada MoU dengan beberapa eksportir dari sini maupun importir dari Saudi untuk mengirim barang-barang dari Indonesia. Ini adalah awal dari upaya kita untuk menjalankan amanat Presiden, di mana beliau ingin agar perputaran uang haji dan umrah sebagian bisa kembali ke Indonesia,” ujar Irfan Yusuf.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha dalam negeri.
Calon Jemaah Diminta Persiapkan Kesehatan dan Manasik
Dalam kesempatan yang sama, Menhaj mengingatkan calon jemaah haji agar mulai mempersiapkan diri sejak dini, terutama dalam memahami manasik dan menjaga kebugaran fisik.
Setelah Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional dilaksanakan, calon jemaah diminta memanfaatkan waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan untuk mempersiapkan kesehatan secara mandiri.
“Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional sudah kita lakukan, saya minta jemaah mempersiapkan kesehatan fisiknya karena ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Mulai dari hari ini, masih ada waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan untuk benar-benar menyiapkan diri agar siap secara fisik,” pesannya.
Persiapan tersebut menjadi bagian penting karena rangkaian ibadah haji memerlukan kesiapan fisik, pemahaman tata cara ibadah, dan kemampuan jemaah menjalankan berbagai aktivitas selama berada di Tanah Suci.
Pembahasan Biaya Haji 2026 Masih Berlangsung
Terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Kemenhaj masih melakukan pembahasan intensif bersama Komisi VIII DPR RI. Sejumlah dinamika global, perubahan kebijakan Arab Saudi, dan kenaikan biaya penerbangan menjadi faktor yang memengaruhi pembahasan.
Menhaj menargetkan keputusan final dapat ditetapkan dalam waktu dekat.
“Insya Allah minggu depan kita putuskan dengan Komisi VIII. Kita sedang berdiskusi terus karena memang ada perubahan-perubahan kebijakan di Saudi, serta situasi geopolitik yang berimbas pada biaya penerbangan yang terpaksa harus naik, dan beberapa vendor di Saudi juga meminta perubahan harga,” tuturnya.
Kemenhaj Lanjutkan Expo ke Berbagai Kota
Sebagai upaya memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji dan umrah bagi UMKM, Kemenhaj berencana melanjutkan roadshow pameran serupa ke sejumlah wilayah di Indonesia.
Kota-kota yang direncanakan menjadi tujuan berikutnya meliputi Bali, Makassar, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.
“Selanjutnya kita akan ke Bali, Makassar, Jogja, dan Jawa Tengah. Karena kita ingin seluruh UMKM di Indonesia ikut merasakan berkah dari haji,” pungkas Menhaj.
Perspektif UBN Newsroom | Ekonomi Haji sebagai Amanah dan Keberkahan
Penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kesiapan spiritual dan pelayanan jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang perlu dikelola secara amanah. Keterlibatan UMKM dalam ekosistem haji dan umrah menjadi salah satu jalan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.”
(QS. An-Nisa [4]: 29)
Ayat tersebut menegaskan pentingnya transaksi yang sah, saling merelakan, dan tidak merugikan pihak lain. Dalam konteks pengembangan UMKM melalui ekosistem haji dan umrah, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan bersama prinsip kejujuran, transparansi, serta keadilan dalam setiap kesepakatan usaha.
Capaian transaksi Rp5,7 miliar dan terbentuknya MoU ekspor ke Arab Saudi menjadi awal yang perlu ditindaklanjuti melalui realisasi kerja sama, keberlanjutan pasar, dan keterlibatan pelaku UMKM secara lebih luas.
Sementara itu, persiapan manasik dan kesehatan jemaah tetap menjadi amanah utama. Pengembangan ekonomi haji hendaknya memperkuat pelayanan ibadah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.
Dukung Operasional Dakwah & Jurnalisme Peradaban
UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Dukungan tanggap bencana gempa NTT dapat disalurkan melalui: BSI 6070111520 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

Comment