JAKARTA, UBN NEWSROOM — Senin, 20 Rabiul Akhir 1448 H / 12 Oktober 2026 M.
Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Ahad (11/10/2026). Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk mendorong perdamaian, memperkuat bantuan kemanusiaan, serta mendukung pemulihan dan rekonstruksi Gaza.
Dalam pernyataan pers bersama, Prabowo menyoroti operasi militer Israel, tindakan provokatif, serta pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia yang berdampak terhadap masyarakat sipil Palestina. Ia juga mengecam pembangunan permukiman ilegal Israel yang dinilai semakin memperburuk situasi.
Sementara itu, El-Sisi menegaskan pentingnya persoalan Palestina dalam pembahasan bilateral. Perkembangan di Palestina, menurutnya, berkaitan erat dengan stabilitas kawasan sehingga membutuhkan perhatian dan upaya bersama dari berbagai pihak.
DUKUNG SOLUSI DUA NEGARA DAN HAK RAKYAT PALESTINA
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara. Pendekatan tersebut dipandang sebagai jalan untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
“Menurut pandangan kami, Indonesia apalagi, tetap berpandangan bahwa terwujudnya negara Palestina berdasarkan Solusi Dua Negara adalah satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut. Kami berkomitmen penuh mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri dan hidup dalam perdamaian,” ujar Prabowo dalam pernyataan pers bersama.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia dalam mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Upaya penyelesaian konflik juga perlu berlandaskan penghormatan terhadap hukum internasional, hak asasi manusia, dan perlindungan masyarakat sipil.
Dukungan Indonesia dan Mesir memiliki arti strategis dalam upaya mendorong stabilitas kawasan. Mesir berbatasan langsung dengan Jalur Gaza dan memiliki posisi penting dalam berbagai pembahasan regional mengenai Palestina.
BANTUAN KEMANUSIAAN DAN PEMULIHAN GAZA
Selain mendorong penyelesaian politik, Indonesia dan Mesir menegaskan komitmen untuk berkontribusi dalam proses perdamaian dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Dukungan tersebut juga mencakup upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza. Kebutuhan masyarakat yang terdampak konflik tidak hanya berkaitan dengan bantuan darurat, tetapi juga pemulihan kehidupan, penyediaan layanan dasar, dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.
Kedua negara menilai dialog dan diplomasi perlu terus diupayakan untuk mencegah meluasnya konflik. Namun, efektivitas upaya tersebut juga bergantung pada perkembangan situasi di lapangan, akses terhadap bantuan kemanusiaan, dan langkah konkret untuk melindungi masyarakat sipil.
Bagi Indonesia, dukungan terhadap Palestina perlu diwujudkan melalui kontribusi yang berkelanjutan. Bantuan kemanusiaan dan dukungan terhadap pemulihan Gaza menjadi bagian penting dari upaya membantu masyarakat Palestina menghadapi dampak konflik.
DIALOG DAN DIPLOMASI DI TENGAH KETEGANGAN KAWASAN
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan El-Sisi turut bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional. Keduanya menekankan pentingnya koordinasi dan konsultasi melalui berbagai forum internasional.
El-Sisi menyampaikan bahwa konflik di sejumlah kawasan dapat mengancam keamanan dan stabilitas regional maupun global. Karena itu, ia menekankan pentingnya penyelesaian persoalan melalui dialog dan diplomasi dengan tetap menghormati kedaulatan negara.
Dalam konteks Palestina, diplomasi menjadi salah satu instrumen untuk mendorong penyelesaian konflik. Namun, upaya tersebut perlu disertai perhatian terhadap kondisi masyarakat sipil, pemenuhan kebutuhan kemanusiaan, dan perlindungan hak-hak rakyat Palestina.
Pertemuan Indonesia dan Mesir memperlihatkan adanya kesamaan pandangan mengenai pentingnya perdamaian kawasan. Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa komitmen diplomatik tersebut diwujudkan melalui dukungan politik dan kemanusiaan yang nyata.
KEMITRAAN INDONESIA–MESIR DIPERKUAT
Selain membahas Palestina, pertemuan Prabowo dan El-Sisi juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat hubungan bilateral. Kedua negara menyepakati empat dokumen kerja sama yang mencakup Rencana Aksi Kemitraan Strategis, pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas serta paspor khusus, kerja sama statistik, serta kerja sama kelautan dan perikanan.
Kedua pemimpin juga membahas peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, sains dan teknologi, serta industri pertahanan. Salah satu target yang disampaikan dalam rangkaian pertemuan tersebut adalah peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga US$5 miliar pada 2030.
Penguatan kerja sama ekonomi menjadi bagian dari agenda kemitraan strategis Indonesia dan Mesir. Di sisi lain, persoalan Palestina tetap menjadi isu penting yang membutuhkan koordinasi diplomatik dan komitmen kemanusiaan kedua negara.
Kunjungan kenegaraan El-Sisi berlangsung pada 10–11 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kelanjutan hubungan strategis Indonesia–Mesir yang ditingkatkan pada 2025

Comment