Advertisement
Nasional
Home » Greenpeace Panjat Tugu HI, Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Greenpeace Panjat Tugu HI, Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 9 Jumadil Awal 1448 H / 20 Oktober 2026 M.

Aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Tugu Selamat Datang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dan membentangkan spanduk berukuran besar untuk mengkritik penanganan krisis iklim serta meningkatnya beban hidup masyarakat. Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dua pesan utama yang dibawa dalam aksi itu adalah “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” dan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup.” Greenpeace menggunakan ruang publik di pusat Ibu Kota untuk menyampaikan tuntutan agar pemerintah lebih serius menangani bencana ekologis dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Aksi tersebut juga dikaitkan dengan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam publikasi pada September 2026, Greenpeace Indonesia sebelumnya mengkritik penanganan dampak kabut asap dan persoalan kerusakan gambut yang dinilai belum ditangani secara serius.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menyampaikan bahwa bencana ekologis dan cuaca ekstrem dapat mengancam kesehatan, mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, serta mendorong kenaikan harga pangan. Pernyataan tersebut dimuat dalam laporan Harian Disway pada 20 Oktober 2026, yang juga menguraikan dampak krisis iklim terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Target Zakat Rp70 Triliun pada 2027, BAZNAS Perlu Buka Angka Dasar dan Metodologi

Laporan IDN Times pada hari yang sama menyebutkan bahwa spanduk Greenpeace telah dicopot pada Selasa pagi, sementara petugas gabungan dari kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, dan Satpol PP berada di sekitar lokasi. Dalam laporan tersebut, alasan resmi pencopotan belum terkonfirmasi saat berita diterbitkan.

Aksi ini kembali menempatkan krisis iklim dan biaya hidup sebagai persoalan yang saling berkaitan dalam perdebatan kebijakan publik. Tuntutan Greenpeace menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menjelaskan langkah konkret dalam mengurangi risiko bencana, melindungi masyarakat terdampak, serta menjaga agar beban ekonomi akibat kerusakan lingkungan tidak semakin berat.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement