Advertisement
Internasional Palestina
Home » Azeez Al-Shaair Kembali Kenang Anak Palestina, Nama Maryam Ghanem Tertulis di Wajahnya

Azeez Al-Shaair Kembali Kenang Anak Palestina, Nama Maryam Ghanem Tertulis di Wajahnya

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 9 Jumadil Awal 1448 H / 20 Oktober 2026 M.

Di tengah pertandingan American football yang disaksikan jutaan penggemar, Azeez Al-Shaair kembali membawa kisah anak Palestina ke panggung olahraga. Linebacker Houston Texans di National Football League (NFL) itu menuliskan nama Maryam Ghanem pada pita hitam di bawah matanya saat menghadapi Jacksonville Jaguars di Stadion Wembley, London, Minggu (18/10/2026).

Maryam merupakan anak perempuan Palestina berusia sekitar dua setengah tahun yang dilaporkan selamat dari serangan udara Israel di Kota Gaza, tetapi kehilangan ibunya dalam peristiwa tersebut. Melalui penghormatan itu, Al-Shaair berupaya menjaga perhatian publik terhadap penderitaan anak-anak Palestina di tengah konflik.

Al Jazeera melaporkan pada Senin (19/10/2026) bahwa Al-Shaair telah memberikan penghormatan kepada anak-anak Palestina selama lima pekan berturut-turut pada musim NFL 2026.

NAMA MARYAM DI TENGAH PERTANDINGAN

Target Zakat Rp70 Triliun pada 2027, BAZNAS Perlu Buka Angka Dasar dan Metodologi

Dalam pertandingan di Wembley, Al-Shaair mengenakan pita hitam bertuliskan “Maryam Ghanem”. Pita tersebut dikenal sebagai eye black, perlengkapan yang biasa digunakan atlet untuk mengurangi pantulan cahaya. Namun, kali ini, tulisan yang dibawanya menyampaikan pesan kemanusiaan.

Menurut laporan Al Jazeera, Maryam berada di rumahnya di kawasan Remal, Kota Gaza, ketika serangan udara menghantam bangunan tersebut pada Rabu pekan sebelumnya. Kebakaran yang terjadi setelah serangan itu merenggut nyawa ibunya. Maryam dilaporkan menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang selamat.

Seorang jurnalis lokal yang mendengar tangisannya kemudian menolong Maryam dari lokasi kejadian. Ia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka bakar yang dideritanya.

Kisah Maryam memperlihatkan bagaimana anak-anak yang tidak memiliki kendali atas peperangan justru harus menanggung dampaknya secara langsung.

LIMA PEKAN BERTURUT-TURUT MENYOROT ANAK PALESTINA

Greenpeace Panjat Tugu HI, Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Penghormatan kepada Maryam bukanlah aksi pertama Al-Shaair pada musim ini. Al Jazeera melaporkan bahwa selama lima pekan berturut-turut, pemain berusia 29 tahun itu menggunakan perlengkapan pertandingan atau media sosial untuk mengenang anak-anak Palestina yang terbunuh maupun terdampak perang.

Pada pertandingan pembuka musim NFL, 13 September 2026, ia menuliskan nama Hind Rajab, anak Palestina berusia lima tahun yang tewas pada Januari 2024 setelah kendaraan keluarganya ditembaki di Gaza. Pada pertandingan-pertandingan berikutnya, ia kembali membawa nama anak-anak Palestina lainnya sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat atas penderitaan warga sipil.

Al-Shaair juga pernah didenda NFL sebesar US$11.491 karena melanggar ketentuan liga mengenai pakaian dan perlengkapan pemain saat menyampaikan pesan terkait Palestina dalam pertandingan melawan Buffalo Bills. Meski menghadapi sanksi, ia tetap melanjutkan aksi penghormatannya.

Dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera, Al-Shaair mempertanyakan bagaimana nilai kehidupan manusia dapat dibandingkan dengan besaran denda. Baginya, nilai sebuah nyawa tidak dapat diukur dengan uang.

OLAHRAGA MENJADI RUANG PESAN KEMANUSIAAN

Forum Guru Besar Desak Gibran Mundur dari Jabatan Wakil Presiden

Al-Shaair merupakan pemain bertahan Houston Texans dengan posisi linebacker dan nomor punggung 0. Informasi resmi klub mencatat keterlibatannya bersama tim pada musim NFL 2026.

Dalam pertandingan melawan Jacksonville Jaguars di Wembley pada 18 Oktober, Houston Texans menang dengan skor 34–31. Situs resmi Houston Texans mengonfirmasi hasil pertandingan tersebut, sementara Al Jazeera menyoroti penghormatan Al-Shaair kepada Maryam dalam laga yang sama.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa olahraga profesional dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan di luar kompetisi. Di tengah perhatian publik terhadap skor, strategi, dan performa pemain, panggung olahraga juga dapat digunakan untuk mengangkat persoalan kemanusiaan.

Meski demikian, penghormatan simbolis di lapangan tidak serta-merta menghentikan kekerasan ataupun menggantikan bantuan nyata bagi para korban. Arti penting aksi tersebut terletak pada upayanya menjaga agar kisah anak-anak Palestina tidak tersisih dari perhatian publik.

MARYAM DAN ANAK-ANAK YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN

Kisah Maryam mengingatkan bahwa di balik berita mengenai serangan dan kehancuran, ada manusia dengan nama, keluarga, serta kehidupan yang terdampak.

Anak-anak yang kehilangan orang tua atau mengalami luka akibat konflik membutuhkan lebih dari sekadar perhatian sesaat. Mereka memerlukan perlindungan, perawatan medis, dukungan psikologis, tempat tinggal yang aman, dan akses terhadap kebutuhan dasar.

Karena itu, kisah Maryam tidak seharusnya berhenti sebagai berita yang menyentuh emosi. Kisah ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat internasional tentang pentingnya melindungi warga sipil, terutama anak-anak, dalam setiap konflik bersenjata.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement