MAKASSAR, UBN NEWSROOM — Senin, 30 Rabiul Akhir 1448 H / 12 Oktober 2026 M.
Sejumlah jemaah umrah tertahan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, setelah penerbangan menuju Arab Saudi dibatalkan oleh pihak maskapai di tengah meningkatnya ketegangan keamanan menyusul serangan terhadap Bandara Riyadh. Namun, laporan yang tersedia tidak menyatakan bahwa seluruh penerbangan dari Makassar menuju Jeddah dan Madinah dibatalkan.
KEMENHAJ SULSEL TURUN MENDATA JAMAAH
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, membenarkan adanya jemaah yang tertahan akibat pembatalan penerbangan. Tim Kemenhaj Sulsel dikerahkan ke bandara untuk mendata jumlah jemaah terdampak dan memastikan perkembangan situasi.
Pembatalan tersebut berkaitan dengan eskalasi keamanan di Arab Saudi setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Kondisi ini berdampak pada perjalanan sebagian jemaah, terutama yang menggunakan rute penerbangan transit atau maskapai yang melakukan penyesuaian operasional.
TIDAK SEMUA PENERBANGAN DIBATALKAN
Laporan SuaraSulsel pada Senin (12/10) menyebut sejumlah penerbangan umrah dari Makassar menuju Jeddah dan Madinah masih berjalan normal, termasuk penerbangan carter tertentu. Sementara itu, penerbangan yang menggunakan Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways dilaporkan mengalami pembatalan atau gangguan pada sejumlah rute. Karena itu, status penerbangan harus diperiksa berdasarkan maskapai, rute, dan jadwal masing-masing.
Jemaah dan keluarga diimbau tidak langsung menyimpulkan seluruh penerbangan menuju Tanah Suci dibatalkan. Pastikan informasi melalui biro perjalanan dan kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara, serta tanyakan pilihan penjadwalan ulang atau pengaturan perjalanan jika penerbangan terdampak.

Comment