Advertisement
Internasional Palestina
Home » Pep Guardiola Serukan Dunia Tak Melupakan Gaza, Soroti Penderitaan Anak-Anak Palestina

Pep Guardiola Serukan Dunia Tak Melupakan Gaza, Soroti Penderitaan Anak-Anak Palestina

JAKARTA, UBN NEWSROOM — Selasa, 9 Jumadil Awal 1448 H / 20 Oktober 2026 M.

Pelatih sepak bola asal Spanyol, Pep Guardiola, menyerukan masyarakat internasional agar terus memperhatikan penderitaan rakyat Palestina, terutama anak-anak di Jalur Gaza. Melalui sebuah pesan video dalam kampanye solidaritas bagi pengungsi Palestina, Guardiola mengingatkan bahwa korban perang bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah manusia yang memiliki nama, keluarga, impian, dan kenangan.

Pesan tersebut dipublikasikan melalui kanal berbahasa Spanyol milik Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Dalam video itu, Guardiola mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan persoalan Palestina dan mendukung kerja kemanusiaan UNRWA.

“Mereka bukan sekadar angka. Mereka adalah kehidupan yang memiliki nama, wajah, dan keluarga. Mereka memiliki impian dan kenangan,” demikian pesan Guardiola dalam video tersebut. Ia mengingatkan bahwa bahasa yang mengaburkan penderitaan manusia dapat mengikis kepekaan dan rasa kemanusiaan.

KORBAN BUKAN SEKADAR ANGKA

Promo Mie Gacoan Rp1 di ShopeeFood, berlaku 19–21 Oktober 2026

Dalam pesannya, Guardiola menyoroti penderitaan anak-anak Gaza yang kehilangan orang tua, tempat tinggal, dan kesempatan menjalani masa kecil dengan aman. Ia menggambarkan anak-anak yang harus mencari keluarga di antara reruntuhan, menghadapi kelaparan, serta kehilangan banyak hal sebelum sempat tumbuh dewasa.

Guardiola juga mengingatkan bahwa penderitaan rakyat Palestina tidak dimulai pada Oktober 2023. Pengungsian, kekerasan, kehilangan, trauma, ketidakpastian, dan ketidakadilan telah menjadi bagian dari pengalaman masyarakat Palestina selama puluhan tahun.

Menurutnya, ketegaran rakyat Palestina patut dihormati. Namun, sebuah bangsa tidak seharusnya terus-menerus dipaksa membuktikan kemampuannya bertahan di tengah penderitaan. Anak-anak semestinya dapat belajar menjalani kehidupan, bukan sekadar belajar bagaimana bertahan hidup.

DATA UNRWA MENGGAMBARKAN BESARNYA KRISIS KEMANUSIAAN

Dalam video tersebut, Guardiola menyebut lebih dari 74.000 warga Palestina telah tewas di Gaza. Sebagai pembanding, laporan situasi UNRWA tertanggal 10 September 2026 mencatat 73.658 warga Palestina dilaporkan tewas dan 174.622 lainnya terluka sejak Oktober 2023, berdasarkan data yang dirujuk dalam laporan tersebut.

Target Zakat Rp70 Triliun pada 2027, BAZNAS Perlu Buka Angka Dasar dan Metodologi

UNRWA juga mencatat bahwa sejak pengumuman gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 hingga periode pelaporan itu, sebanyak 1.352 orang dilaporkan tewas dan 4.661 lainnya terluka. Data tersebut menunjukkan bahwa pengumuman gencatan senjata tidak serta-merta mengakhiri penderitaan dan risiko yang dihadapi warga sipil.

Dalam laporan yang sama, UNRWA menyebut sekitar 1,98 juta orang, atau setara dengan 94 persen penduduk Gaza, membutuhkan bantuan terkait tempat tinggal dan barang-barang kebutuhan nonpangan. Banyak keluarga masih menghadapi pengungsian dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa krisis Gaza tidak hanya tercermin dalam jumlah korban jiwa, tetapi juga dalam kebutuhan mendesak akan tempat tinggal yang layak, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, serta perlindungan bagi masyarakat sipil.

GUARDIOLA AJAK DUNIA DUKUNG UNRWA

Sebagian penting dari pesan Guardiola ditujukan kepada UNRWA, badan PBB yang memberikan layanan dan bantuan kepada pengungsi Palestina.

Greenpeace Panjat Tugu HI, Kritik Krisis Iklim dan Biaya Hidup

UNRWA menjalankan berbagai program, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, bantuan kemanusiaan, perlindungan, serta dukungan bagi masyarakat yang terdampak konflik. Menurut laporan resminya, lembaga tersebut terus berupaya mempertahankan layanan penting bagi warga Palestina meskipun menghadapi kondisi operasional yang berat.

Guardiola menekankan bahwa peran UNRWA tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bantuan langsung. Lembaga tersebut juga berperan dalam menjaga sejarah, identitas, dan hak-hak generasi pengungsi Palestina.

Ia mengajak masyarakat internasional untuk terus membicarakan Palestina, mempertahankan solidaritas, dan mendukung kerja kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

Pada akhir pesannya, Guardiola menegaskan bahwa Palestina membutuhkan keadilan dan perdamaian. Ia juga mengingatkan bahwa membiarkan penderitaan manusia tanpa perhatian bukanlah sikap yang semestinya dianggap wajar.

PERSPEKTIF UBN NEWSROOM

KETIKA PENDERITAAN MANUSIA BERISIKO MENJADI ANGKA

Pesan Guardiola mengingatkan bahwa pemberitaan mengenai konflik berkepanjangan berisiko membuat masyarakat terbiasa melihat angka korban tanpa lagi memahami kehidupan manusia di baliknya.

Angka kematian penting untuk menggambarkan skala tragedi. Namun, setiap angka mewakili manusia yang memiliki keluarga, hubungan sosial, cita-cita, dan hak untuk hidup dengan aman. Karena itu, pemberitaan mengenai korban perang harus tetap menjaga martabat manusia sekaligus membedakan data yang telah dilaporkan dari klaim yang belum terverifikasi secara independen.

Kepedulian terhadap Palestina juga tidak cukup berhenti pada pernyataan dukungan. Masyarakat dapat berkontribusi melalui bantuan kemanusiaan tepercaya, penyebaran informasi yang akurat, serta dukungan terhadap upaya perlindungan warga sipil sesuai hukum internasional.

MENJAGA KEMANUSIAAN ADALAH AMANAH

Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki martabat yang harus dihormati. Penderitaan masyarakat yang terdampak perang tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kemanusiaan mereka atau menganggap kehilangan nyawa sebagai sesuatu yang biasa.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

(QS. Al-Isra’ [17]: 70)

Ayat ini mengingatkan bahwa martabat manusia tidak boleh diabaikan. Dalam konteks Gaza, nilai tersebut menegaskan pentingnya memperhatikan keselamatan warga sipil, memenuhi kebutuhan anak-anak, serta menjaga hak setiap manusia untuk hidup dengan aman dan bermartabat.

Solidaritas bukan hanya tentang menjaga suatu isu agar terus dibicarakan. Solidaritas juga berarti memastikan penderitaan manusia tidak dinormalisasi, bantuan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan, dan upaya menuju keadilan serta perdamaian terus diperjuangkan.

CATATAN REDAKSI

Berita ini disusun berdasarkan pesan video Pep Guardiola yang dipublikasikan melalui kanal UNRWA berbahasa Spanyol serta laporan resmi UNRWA mengenai situasi kemanusiaan di Gaza.

Angka lebih dari 74.000 korban jiwa disebut sebagai pernyataan Guardiola dalam video. Sementara itu, angka 73.658 korban meninggal dan 174.622 korban luka merujuk pada laporan situasi UNRWA tertanggal 10 September 2026. Data korban dalam konflik dapat berubah seiring pembaruan informasi dan proses verifikasi.

DUKUNGAN OPERASIONAL DAKWAH & JURNALISME PERADABAN

UBN Newsroom terus berupaya menghadirkan informasi, analisis strategis, dan jurnalisme peradaban yang berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Keberlangsungan kerja dakwah dan jurnalisme membutuhkan dukungan bersama. Dukungan operasional dakwah dan jurnalisme peradaban UBN Newsroom serta dukungan tanggap bencana dapat disalurkan melalui:

BSI 7779700091
a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ikuti media sosial UBN Newsroom untuk mendapatkan berbagai informasi dan analisis strategis tentang umat, bangsa, dan peradaban melalui kanal YouTube UBN Newsroom.

UBN Newsroom — Strategic Islamic Newsroom.
Kebenaran yang teruji, narasi yang berakar pada wahyu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement