
JAKARTA, UBN NEWSROOM — Sabtu, 20 Jumadil Awal 1448 H / 31 Oktober 2026
Kreator konten Andovi Da Lopez menyampaikan kritik terbuka kepada Raffi Ahmad dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menyusul kehadiran Raffi dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta, 29 Oktober 2026.
Kritik tersebut disampaikan Andovi melalui video berdurasi hampir tiga menit yang diunggah melalui Instagram pada Jumat (30/10). Sejak awal, Andovi menegaskan kritiknya tidak ditujukan kepada Raffi sebagai entertainer, pebisnis, maupun kepala keluarga, melainkan kepada jabatan publik yang kini diembannya.
SOROT PESERTA YANG DISEBUT BUKAN MAHASISWA

Polemik muncul setelah acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar di Bundaran HI sehari setelah peringatan Sumpah Pemuda. Raffi Ahmad hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk menjaga persatuan serta melawan hoaks dan provokasi.
Acara tersebut kemudian menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai peserta beratribut mahasiswa yang mengaku bukan mahasiswa. Hal inilah yang turut menjadi titik utama kritik Andovi.
Dalam videonya, Andovi menyebut adanya orang yang mengaku sebagai mahasiswa tetapi kemudian disebut terbukti bukan mahasiswa sebagai persoalan serius. Menurutnya, kondisi tersebut berbahaya karena dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa yang sebenarnya.
“Ini adalah bentuk penyebaran hoaks yang luar biasa dan ini sangat bahaya,” ujar Andovi.
Menurut Andovi, masyarakat yang tidak memahami konteks dapat menganggap seluruh orang yang menggunakan atribut mahasiswa dalam kegiatan tersebut benar-benar merupakan mahasiswa. Ia khawatir keadaan seperti ini pada akhirnya menyulitkan gerakan mahasiswa di masa mendatang karena kepercayaan publik ikut terkikis.
“KITA TIDAK BISA TERUS SEMBUNYI DI BALIK KETIDAKTAHUAN”
Andovi kemudian mengarahkan kritiknya kepada tanggung jawab Raffi sebagai pejabat publik. Ia masih memberikan kemungkinan bahwa Raffi tidak mengetahui secara rinci siapa saja yang akan hadir dalam acara tersebut.
Namun, bagi Andovi, ketidaktahuan tidak dapat terus-menerus menjadi tempat berlindung bagi seseorang yang telah menerima amanah sebagai Utusan Khusus Presiden.
“Kita tidak bisa terus sembunyi di balik ketidaktahuan. Lu adalah Utusan Khusus Presiden, lu adalah Raffi Ahmad. Ya cari tahu kalau nggak tahu,” katanya.
Andovi juga menyampaikan skenario lain sebagai pertanyaan kritis, yakni bagaimana jika Raffi sebenarnya mengetahui kondisi tersebut tetapi tetap hadir. Namun, dalam video tersebut Andovi tidak menyampaikan bukti bahwa Raffi mengetahui persoalan peserta sebelum menghadiri acara.
AKUI TAKUT KRITIK RAFFI AHMAD
Menariknya, Andovi juga mengakui bahwa dirinya sempat takut membuat video tersebut. Ia menyebut besarnya pengaruh Raffi di industri hiburan dan jumlah pengikutnya di media sosial sebagai sesuatu yang membuatnya mempertanyakan keberaniannya sendiri.
Andovi bahkan mempertanyakan apakah ketakutannya muncul karena khawatir kehilangan koneksi di industri hiburan. Namun, ia kemudian mengatakan merasa malu terhadap dirinya sendiri jika rasa takut tersebut membuatnya memilih diam.
Meski menyampaikan kritik keras, Andovi menutup pernyataannya dengan kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan persoalan pribadi. Ia bahkan meminta maaf apabila terdapat kata-katanya yang tidak berkenan dan membuka ruang bagi kritik maupun saran terhadap dirinya.

Comment