JAKARTA, UBN Newsroom – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Ketua MPR RI bersama sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga Islam menggelar pertemuan khusus dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia pada Rabu (15/4). Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan sejumlah poin krusial terkait dampak eskalasi konflik terhadap dunia Islam, khususnya bagi jemaah haji Indonesia.
Kepastian Keamanan Haji 2026
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian publik adalah nasib jemaah haji di tengah konflik yang memanas. UBN mengungkapkan bahwa Duta Besar Arab Saudi memberikan jaminan bahwa otoritas kerajaan berkomitmen penuh menjaga keamanan Al-Haramain (Mekkah dan Madinah).
“Insyaallah perjalanan haji tahun ini berjalan lancar dan aman. Komitmen Saudi untuk terus menjaga keamanan haji tetap menjadi prioritas utama,” ujar UBN dalam pernyataan resminya seusai pertemuan.

Dampak Ekonomi dan Kenaikan Biaya Operasional
Meski situasi di tanah suci dipastikan aman, UBN tidak menampik bahwa konflik di kawasan tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi militer telah memicu pembengkakan biaya operasional haji hingga mencapai Rp 1,6 – 1,9 triliun.
Namun, UBN memberikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas kebijakan yang tidak membebankan kenaikan biaya tersebut kepada jemaah. “Bapak Presiden telah menyetujui anggaran tambahan tersebut diambil dari dana negara atau dana antara, sehingga calon jemaah haji tidak perlu menanggung beban kenaikan biaya akibat fluktuasi harga minyak,” tambahnya.
Pesan Netralitas dan Kepedulian terhadap Masjidil Aqsa
Selain isu haji, pertemuan tersebut juga membahas posisi strategis Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Duta Besar Arab Saudi menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat bersuara secara netral namun tegas dalam merespons konflik sesama negara Muslim.
“Beliau berharap Indonesia bersuara secara netral, melihat peristiwa ini secara objektif dan berimbang. Beliau juga sangat menyayangkan eskalasi serangan ini terjadi di bulan suci Ramadan,” ungkap UBN.
Menutup pernyataannya, UBN menekankan bahwa persatuan dunia Islam bukan hanya soal menjaga Al-Haramain, tetapi juga mencakup keberpihakan terhadap Masjidil Aqsa di Palestina. Ia berharap momentum haji tahun ini dapat menjadi jalan pembuka bagi perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Comment