Protokol Ketat Keamanan Delegasi AS
Selain isu map, netizen juga berspekulasi negatif terkait dokumentasi visual yang memperlihatkan tumpukan suvenir dan goodie bag (termasuk pin delegasi) milik delegasi AS yang ditinggalkan di dekat pintu pesawat. Netizen menarasikan aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan atau kegagalan diplomasi.
Informasi resmi yang dihimpun menyatakan tindakan tersebut murni didasari oleh protokol keamanan siber yang sangat ketat dari pihak Amerika Serikat. Sejak awal kunjungan, seluruh delegasi AS dilarang keras membawa telepon genggam pribadi untuk mengantisipasi potensi penyadapan. Selama KTT berlangsung, mereka hanya dibekali telepon genggam khusus yang berlaku selama satu hari untuk kemudian dimusnahkan.
Kebijakan meninggalkan seluruh suvenir di satu tempat besar sebelum memasuki pesawat dilakukan karena adanya kekhawatiran tinggi (security paranoia) terhadap potensi adanya perangkat pemancar tersembunyi yang dapat meretas jalur komunikasi delegasi atau membocorkan rahasia negara.

Comment